Hud

Ayat 106

سُورَةُ هُودٍ

فَأَمَّا ٱلَّذِينَ شَقُوا۟ فَفِى ٱلنَّارِ لَهُمْ فِيهَا زَفِيرٌۭ وَشَهِيقٌ

Adapun orang-orang yang celaka, maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih),

Surah Hud (Hud)Ayat 106 dari 123

Tafsir Ibn Kathir

The Condition of the Wretched People and their Destination

Allah, the Exalted, says,

لَهُمْ فِيهَا زَفِيرٌ وَشَهِيقٌ

(in it they will experience Zafir and Shahiq.) Ibn `Abbas said, "Az-Zafir is a sound in the throat and Ash-Shahiq is a sound in the chest. This means that their exhaling will be Zafir and their inhaling will Shahiq." This will be due to the torment that they will be experiencing. We seek refuge with Allah from such evil.

خَـلِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ السَّمَـوَتُ وَالاٌّرْضُ

(They will dwell therein for all the time that the heavens and the earth endure,) Imam Abu Ja`far bin Jarir said, "It was from the customs of the Arabs that when they wanted to describe something that would last forever, they would say, `This is as enduring as the heavens and the earth.' Or, `It will last as until the night and day separate.' They would say, `As long as talkers at night continue to chat.' They meant by these statements the condition of eternity. Therefore, Allah addressed them in a manner that they were familiar with among themselves. Thus, He said,

خَـلِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ السَّمَـوَتُ وَالاٌّرْضُ

(They will dwell therein for all the time that the heavens and the earth endure,) The literal meaning is also intended with; "for all the time that the heavens and the earth endure." This is due to the fact that there will be heavens and earth in the life of the next world, just as Allah said,

يَوْمَ تُبَدَّلُ الاٌّرْضُ غَيْرَ الاٌّرْضِ وَالسَّمَـوَتُ

(On the Day when the earth will be changed to another earth and so will be the heavens.) 14:48 For this reason, Al-Hasan Al-Basri said concerning the statement of Allah,

مَا دَامَتِ السَّمَـوَتُ وَالاٌّرْضُ

(the heavens and the earth endure.) "Allah is referring to a heaven other than this heaven (which we see now) and an earth other than this earth. That (new) heaven and earth will be eternal." Concerning Allah's statement,

إِلاَّ مَا شَآءَ رَبُّكَ إِنَّ رَبَّكَ فَعَّالٌ لِّمَا يُرِيدُ

(except as your Lord wills. Verily, your Lord is the doer of whatsoever He intends.) This is similar to His statement,

النَّارُ مَثْوَاكُمْ خَـلِدِينَ فِيهَآ إِلاَّ مَا شَآءَ اللَّهُ إِنَّ رَبَّكَ حَكِيمٌ عَلِيمٌ

(The Fire be your dwelling place, you will dwell therein forever, except as Allah may will. Certainly your Lord is All-Wise, All-Knowing.) 6:128 It has been said that the exception mentioned in this verse refers to the disobedient among the people of Tawhid. It is these whom Allah will bring out of the Fire by the intercession of the interceders. Those who will be allowed to intercede are the angels, the Prophets and the believers. They will intercede even on behalf of those who committed major sins. Then, the generous mercy of Allah will remove from the Fire those who have never done any good, except for saying La ilaha illallah one day of their life. This has been mentioned in numerous authentic reports from the Messenger of Allah ﷺ, including narrations from Anas bin Malik, Jabir bin `Abdullah, Abu Sa`id Al-Khudri, Abu Hurayrah and other Companions. No one remains in the Fire after this final intercession, except those who will remain there forever without escape. This is the opinion held by many of the scholars, both past and present, concerning the explanation of this verse.

Hadits Terkait

muslim:4886Sahih Muslim

Telah menceritakan kepada kami [Manshur bin Muzahim] telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Hamzah] dari [Muhammad bin Walid Az Zubaidi] dari [Az Zuhri] dari ['Atha' bin Yazid Al Laitsi] dari [Abu Sa'id Al Khudri], bahwa seorang laki-laki mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam seraya bertanya, "Siapakah manusia yang paling utama?" Beliau pun menjawab: "Seorang laki-laki yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya." Dia bertanya lagi, "Kemudian siapa?" beliau menjawab: "Orang mukmin yang berada di suatu bukit beribadah kepada Allah dan meninggalkan untuk menghindari kejahatannya

muslim:4904Sahih Muslim

Dan telah menceritakan kepada kami [Zuhair bin Harb] telah menceritakan kepada kami [Isma'il bin 'Ulayyah] dari [Ali bin Mubarak] telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Abu Katsir] telah menceritakan kepadaku [Abu Sa'id] bekas budak Al Mahri, dari [Abu Sa'id Al Khudri], bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah mengirim utusan Bani Lahyan dari suku Hudzail, lalu beliau bersabda: "Hendaknya setiap dua orang (dalam keluarga) keluar salah satunya, sedangkan pahala antara keduanya sama." Dan telah menceritakan kepadaku [Ishaq bin Manshur] telah mengabarkan kepada kami [Abdush Shamad] -yaitu Ibnu Abdul Warits- dia berkata; saya pernah mendengar [ayahku] berkata; telah menceritakan kepada kami [Al Husain] dari [Yahya] telah menceritakan kepadaku [Abu Sa'id] bekas budak Al Mahri, telah menceritakan kepadaku [Abu Sa'id Al Khudri], bahwa Rasulullah pernah mengirim suatu pasukan…, seperti makna hadits di atas." Dan telah menceritakan kepadaku [Ishaq bin Manshur] telah mengabarkan kepada kami ['Ubaidullah] -yaitu Ibnu Musa- dari [Syaiban] dari [Yahya] dengan sanad seperti ini

muslim:4907Sahih Muslim

Dan telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin Manshur] telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Wahb] telah mengabarkan kepadaku [Amru bin Harits] dari [Yazid bin Abu Habib] dari [Yazid bin Abu Sa'id bekas budak Al Mahri] dari [ayahnya] dari [Abu Sa'id Al Khudri], bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah mengirim utusan ke Bani Lahyan, agar setiap dua orang laki-laki (dari satu rumah) keluar satu orang laki-laki (untuk berperang), kemudian beliau bersabda kepada orang yang tidak ikut berperang: "Kalian yang tidak ikut berperang, hendaknya mengurusi keluarga dan harta orang yang ikut berperang dengan baik, maka ia akan mendapatkan pahala setengah dari orang yang ikut berperang

muslim:4913Sahih Muslim

Telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin 'Amru Al Asy'atsi] dan [Suwaid bin Sa'id] dan ini adalah lafadz Sa'id, telah mengabarkan kepada kami [Sufyan] dari ['Amru] dia mendengar [Jabir] berkata, "Seorang laki-laki bertanya, "Dimanakah tempatku jika saya terbunuh ya Rasulullah?" beliau menjawab: "Di surga." Setelah mendengar itu, dia membuang buah kurma yang ada di tangannya kemudian maju bertempur sampai meninggal." Dan dalam hadits Suwaid disebutkan, "Seorang laki-laki bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pada waktu perang uhud

muslim:4918Sahih Muslim

Dan telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Hatim] telah menceritakan kepada kami [Bahz] telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Al Mughirah] dari [Tsabit] dia berkata; [Anas] berkata, "Bahwa pamanku yang bernama seperti namaku tidak ikut perang bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika perang Badr." Anas berkata, "Dengan perasaan menyesal dia berkata, "Saya tidak hadir disaat pertempuran pertama kali yang diikuti Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, jika Allah masih memberikan kesempatan kepadaku untuk berjuang bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam setelah itu, sungguh Allah akan melihat apa yang akan saya perbuat." -sepertinya dia akan mengucapkan sesuatu selainnya- Anas berkata, "Kemudian dia ikut serta bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pada perang uhud." Anas melanjutkan, "Ketika Sa'ad bin Mu'adz menghampirinya, Anas bertanya kepadanya, 'Wahai Abu Amru, mau kemana anda? ' dia menjawab, 'Harumnya surga sudah aku cium dibalik gunung uhud." Anas bin Malik melanjutkan, "Kemudian dia (pamanku) memerangi mereka (musuh) hingga terbunuh." Anas bin Malik berkata, "Pada sekujur tubuhnya didapati delapan puluh lebih luka bekas sabetan pedang, tikaman tombak dan hujaman anak panah." Anas berkata, "Maka saudara perempuannya -yaitu bibiku yang bernama Rubayi' binti An Nadlr- berkata, 'Saya tidak mengenali saudara laki-laki saya kecuali lewat jari jemarinya.' Kemudian turunlah ayat: '(Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; Maka di antara mereka ada yang gugur. dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu- nunggu dan mereka tidak merubah (janjinya) '. (Qs. Al Ahzaab: 23). Anas berkata, "Menurut mereka bahwa ayat tersebut turun berkenaan dengan dia dan para sahabat beliau yang lain