Yusuf

Ayat 7

سُورَةُ يُوسُفَ

۞ لَّقَدْ كَانَ فِى يُوسُفَ وَإِخْوَتِهِۦٓ ءَايَٰتٌۭ لِّلسَّآئِلِينَ

Sesungguhnya ada beberapa tanda-tanda kekuasaan Allah pada (kisah) Yusuf dan saudara-saudaranya bagi orang-orang yang bertanya.

Surah Yusuf (Joseph)Ayat 7 dari 111

Tafsir Ibn Kathir

There are Lessons to draw from the Story of Yusuf

 

Allah says that there are Ayat, lessons and wisdom to learn from the story of Yusuf and his brothers, for those who ask about their story and seek its knowledge. Surely, their story is unique and is worthy of being narrated.

إِذْ قَالُواْ لَيُوسُفُ وَأَخُوهُ أَحَبُّ إِلَى أَبِينَا مِنَّا

(When they said: "Truly, Yusuf and his brother are dearer to our father than we...") They swore, according to their false thoughts, that Yusuf and his brother Binyamin (Benjamin), Yusuf's full brother,

أَحَبُّ إِلَى أَبِينَا مِنَّا وَنَحْنُ عُصْبَةٌ

(dearer to our father than we, while we are `Usbah.) meaning, a group. Therefore, they thought, how can he love these two more than the group,

إِنَّ أَبَانَا لَفِى ضَلَلٍ مُّبِينٍ

(Really, our father is in a plain error.) because he preferred them and loved them more than us.

اقْتُلُواْ يُوسُفَ أَوِ اطْرَحُوهُ أَرْضًا يَخْلُ لَكُمْ وَجْهُ أَبِيكُمْ

(Kill Yusuf or cast him out to some (other) land, so that the favor of your father may be given to you alone,) They said, `Remove Yusuf, who competes with you for your father's love, from in front of your father's face so that his favor is yours alone. Either kill Yusuf or banish him to a distant land so that you are rid of his trouble and you alone enjoy the love of your father. '

وَتَكُونُواْ مِن بَعْدِهِ قَوْمًا صَـلِحِينَ

(and after that you will be righteous folk.), thus intending repentance before committing the sin,

قَالَ قَآئِلٌ مِّنْهُمْ

(One from among them said...) Qatadah and Muhammad bin Ishaq said that he was the oldest among them and his name was Rubil (Reuben). As-Suddi said that his name was Yahudha (Judah). Mujahid said that it was Sham`un (Simeon) who said,

لاَ تَقْتُلُواْ يُوسُفَ

(Kill not Yusuf,), do not let your enmity and hatred towards him reach this level, of murder. However, their plot to kill Yusuf would not have succeeded, because Allah the Exalted willed that Yusuf fulfill a mission that must be fulfilled and complete; he would receive Allah's revelation and become His Prophet. Allah willed Yusuf to be a powerful man in Egypt and govern it. Consequently, Allah did not allow them to persist in their intent against Yusuf, through Rubil's words and his advice to them that if they must do something, they should throw him down to the bottom of a well,

يَلْتَقِطْهُ بَعْضُ السَّيَّارَةِ

(he will be picked up by some caravan) of travelers passing by. This way, he said, you will rid yourselves of this bother without having to kill him,

إِن كُنتُمْ فَـعِلِينَ

(if you must do something,) meaning, if you still insist on getting rid of him. Muhammad bin Ishaq bin Yasar said, "They agreed to a particularly vicious crime that involved cutting the relation of the womb, undutiful treatment of parents, and harshness towards the young, helpless and sinless. It was also harsh towards the old and weak who have the rights of being respected, honored and appreciated, as well as, being honored with Allah and having parental rights on their offspring. They sought to separate the beloved father, who had reached old age and his bones became weak, yet had a high status with Allah, from his beloved young son, in spite of his weakness, tender age and his need of his father's compassion and kindness. May Allah forgive them, and indeed, He is the Most Merciful among those who have mercy, for they intended to carry out a "grave error." Ibn Abi Hatim collected this state- ment, from the route of Salamah bin Al-Fadl from Muhammad bin Ishaq.

Hadits Terkait

ibnmajah:1443Sunan Ibn MajahHasanHasan

Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basysyar] berkata, telah menceritakan kepada kami [Yusuf bin Ya'qub] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abu Sinan Al Qasmali] dari [Utsman bin Abu Saudah] dari [Abu Hurairah] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa menjenguk orang sakit, maka akan ada penyeru dari langit yang menyeru, "Kamu telah baik, baik pula perjalananmu, dan kamu akan menempati tempat tinggal di surga

bukhari:1447Sahih al-Bukhari

Telah menceritakan kepada kami ['Abdullah bin Yusuf] telah mengabarkan kepada kami [Malik] dari ['Amru bin Yaha Al Maziniy] dari [bapaknya] berkata; Aku mendengar [Abu Sa'id Al Khudriy] berkata; Nabi Shallallahu'alaihiwasallam telah bersabda: "Tidak ada zakat pada unta dibawah lima ekor, tidak ada zakat harta dibawah lima wasaq dan tidak ada zakat pada hasil tanaman dibawah lima wasaq". Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Al Mutsanna] telah menceritakan kepada kami ['Abdul Wahhab] berkata, telah menceritakan kepada saya [Yahya bin Sa'id] berkata, telah mengabarkan kepada saya ['Amru] dia mendengar dari [bapaknya] dari [Abu Sa'id radliallahu 'anhu] dia mendengar dari Nabi Shallallahu'alaihiwasallam seperti hadits ini

ibnmajah:1450Sunan Ibn MajahDaifDaif

Telah menceritakan kepada kami [Ahmad Ibnul Azhar] berkata, telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Isa] berkata, telah menceritakan kepada kami [Yusuf Ibnul Majisyun] berkata, telah menceritakan kepada kami [Muhammad Ibnul Munkadir] ia berkata, "Aku menemui Jabir bin Abdullah ketika ia telah wafat, aku berkata, "Sampaikan salam kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam

bukhari:1459Sahih al-Bukhari

Telah menceritakan kepada kami ['Abdullah bin Yusuf] telah mengabarkan kepada kami [Malik] dari [Muhammad bin 'Abdurrahman] dari [Abu Sha'sha'ah Al Maziniy] dari bapaknya dari [Abu Sa'id Al Khudriy] bahwa Nabi Shallallahu'alaihiwasallam telah bersabda: "Tidak ada zakat pada hasil tanaman kurma dibawah lima wasaq, tidak ada zakat harta dibawah lima wasaq dan tidak ada zakat pada unta dibawah lima ekor

bukhari:1461Sahih al-Bukhari

Telah menceritakan kepada kami ['Abdullah bin Yusuf] telah mengabarkan kepada kami [Malik] dari [Ishaq bin 'Abdullah bin Abu Thalhah] bahwa dia mendengar [Anas bin Malik radliallahu 'anhu] berkata; Abu Thalhah adalah orang yang paling banyak hartanya dari kalangan Anshar di kota Madinah berupa kebun pohon kurma dan harta benda yang paling dicintainya adalah Bairuha' (sumur yang ada di kebun itu) yang menghadap ke masjid dan Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam sering mamemasuki kebun itu dan meminum airnya yang baik tersebut. Berkata, Anas; Ketika turun firman Allah Ta'ala (QS Alu 'Imran: 92 yang artinya): "Kamu sekali-kali tidak akan sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai", Abu Thalhah mendatangi Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam lalu berkata; "Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah Ta'ala telah berfirman: "Kamu sekali-kali tidak akan sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai", dan sesungguhnya harta yang paling aku cintai adalah Bairuha' itu dan aku menshadaqahkannya di jalan Allah dengan berharap kebaikan dan simpanan pahala di sisiNya, maka ambillah wahai Rasulullah sebagaimana petunjuk Allah kepadanu". Dia (Anas) berkata,: "Maka Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: Wah, inilah harta yang menguntungkan, inilah harta yang menguntungkan. Sungguh aku sudah mendengar apa yang kamu niyatkan dan aku berpendapat sebaiknya kamu shadaqahkan buat kerabatmu". Maka Abu Thalhah berkata,: "Aku akan laksanakan wahai Rasululloloh. Maka Abu Thalhah membagi untuk kerabatnya dan anak-anak pamannya". Hadits ini juga dikuatkan oleh [Rauh] dan berkata, [Yaha bin Yahya] dan [Isma'il] dari [Malik]: "Pahalanya mengalir terus