Al-Hijr

Ayat 26

سُورَةُ الحِجۡرِ

وَلَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَٰنَ مِن صَلْصَٰلٍۢ مِّنْ حَمَإٍۢ مَّسْنُونٍۢ

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.

Surah Al-Hijr (The Rock)Ayat 26 dari 99

Tafsir Ibn Kathir

The Substances from which Mankind and Jinns were created

Ibn `Abbas, Mujahid and Qatadah said that Salsal means dry mud. The apparent meaning is similar to the Ayah:

خَلَقَ الإِنسَـنَ مِن صَلْصَـلٍ كَالْفَخَّارِ - وَخَلَقَ الْجَآنَّ مِن مَّارِجٍ مِّن نَّارٍ

(He created man (Adam) from sounding clay like the potter's clay, And He created the Jinns from a smokeless flame of fire.) (55:14-15) It was also reported from Mujahid that,

صَلْصَـلٍ

(dried (sounding) clay) means "putrid", but it is more appropriate to interpret an Ayah with another Ayah.

مِّنْ حَمَإٍ مَّسْنُونٍ

(of altered mud) means the dried clay that comes from mud, which is soil. "Altered" here means smooth.

وَالْجَآنَّ خَلَقْنَـهُ مِن قَبْلُ

(And the Jinn, We created earlier) means before creating humans.

مِن نَّارِ السَّمُومِ

(from the smokeless flame of fire.) Ibn `Abbas said, "It is the smokeless flame that kills." Abu Dawud At-Tayalisi said that Shu`bah narrated to them from Abu Ishaq, who said: "I visited `Umar Al-Asamm when he was sick, and he said: `Shall I not tell you a Hadith that I heard from `Abdullah bin Mas`ud He said: `This smokeless flame is one of the seventy parts of the smokeless fire from which the Jinn where created. Then he recited,

وَالْجَآنَّ خَلَقْنَـهُ مِن قَبْلُ مِن نَّارِ السَّمُومِ

(And the Jinn, We created earlier from the smokeless flame of fire)."' The following is found in the Sahih,

«خُلِقَتِ الْمَلَائِكَةُ مِنْ نُورٍ، وَخُلِقَتِ الْجَانُّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ، وَخُلِقَ آدَمُ مِمَّا وُصِفَ لَكُم»

(The angels were created from light, the Jinn were created from a smokeless flame of fire, and Adam was created from that which has been described to you.) The Ayah is intended to point out the noble nature, good essence and pure origin of Adam.

Hadits Terkait

bukhari:3378Sahih al-Bukhari

Telah bercerita kepada kami [Muhammad bin Miskin abu Al Hasan] telah bercerita kepada kami [Yahya bin Hassan bin Hayyan Abu Zakariya'] telah bercerita kepada kami [Sulaiman] dari ['Abdullah bin Dinar] dari [Ibnu 'Umar radliallahu 'anhuma] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika singgah di al-Hijr (suatu daerah pegunungan yang pernah dijadikan Kaum Tsamud bertempat tinggal dan dibinasakan) pada waktu perang Tabuk, Beliau memerintahkan agar pasukan tidak minum dari air sumurnya dan tidak mengambil airnya. Mereka berkata; "Kami telah membuat adonan roti dengan airnya dan telah mengambil airnya". Maka Beliau memerintahkan agar membuang adonan roti dan menumpahkan air-air tersebut". Dan diriwayatkan dari Sabrah bin Ma'bad dan Abu Asy Syamus bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan agar memuntahkan makanan. Dan Abu Dzarr berkata dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam; "Yaitu agar menumpahkan adonan roti yang dibuat menggunakan air sumur itu

bukhari:3379Sahih al-Bukhari

Telah bercerita kepada kami [Ibrahim bin Al Mundzir] telah bercerita kepada kami [Anas bin 'Iyadl] dari ['Ubaidullah] dari [Nafi'] bahwa ['Abdullah bin 'Umar radliallahu 'anhu] mengabarkan kepadanya bahwa ada serombongan orang (Sahabat) yang bepergian bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian singgah di al-Hijr, negeri Kaum Tsamud, lalu mereka mengambil air dari sumurnya dan membuat adonan roti, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan mereka agar menumpahkan air yang di ambil dari sumurnya dan agar adonan roti dijadikan makanan buat unta dan memerintahkan mereka agar mengambil air dari sumur-sumur yang dilalui oleh unta". Hadits ini diikuti pula oleh [Usamah] dari [Nafi]

bukhari:3380Sahih al-Bukhari

Telah bercerita kepadaku [Muhammad] telah mengabarkan kepada kami ['Abdullah] dari [Ma'mar] dari [Az Zuhriy] berkata telah mengabarkan kepadaku [Salim bin 'Abdullah] dari [bapaknya radliallahu 'anhum] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ketika berjalan melewati al-Hijr, Beliau berkata: "Janganlah kalian memasuki tempat tinggal orang-orang yang telah menzhalimi diri mereka sendiri kecuali jika kalian menangis, karena dikhawatirkan kalian terkena musibah sebagaimana mereka mendapatkannya". Kemudian Beliau menutup kepala dan wajah Beliau sedangkan Beliau berada di atas tunggangan