Maryam

Ayat 38

سُورَةُ مَرۡيَمَ

أَسْمِعْ بِهِمْ وَأَبْصِرْ يَوْمَ يَأْتُونَنَا ۖ لَٰكِنِ ٱلظَّٰلِمُونَ ٱلْيَوْمَ فِى ضَلَٰلٍۢ مُّبِينٍۢ

Alangkah terangnya pendengaran mereka dan alangkah tajamnya penglihatan mereka pada hari mereka datang kepada Kami. Tetapi orang-orang yang zalim pada hari ini (di dunia) berada dalam kesesatan yang nyata.

Surah Maryam (Mary)Ayat 38 dari 98

Tafsir Ibn Kathir

The Disbeliever's warning of the Day of Distress

Allah, the Exalted, says informing about the disbelievers on the Day of Resurrection that they will be made to have the clearest hearing and sight. This is as Allah says,

وَلَوْ تَرَى إِذِ الْمُجْرِمُونَ نَاكِسُواْ رُءُوسِهِمْ عِندَ رَبِّهِمْ رَبَّنَآ أَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا

(And if you only could see when the criminals hang their heads before their Lord (saying): "Our Lord! We have now seen and heard.") 32:12 They will say that when it will not benefit them, nor will it be of any use to them. If they had used these senses properly before seeing the torment, then it would have brought them some benefit and saved them from the Allah's punishment. This is why Allah says,

أَسْمِعْ بِهِمْ وَأَبْصِرْ

(How clearly will they (disbelievers) see and hear,) This means that no one will hear and see better than they will.

يَوْمَ يَأْتُونَنَا

(the day when they will appear before Us.) The Day of Resurrection.

لَـكِنِ الظَّـلِمُونَ الْيَوْمَ

(But the wrongdoers today are...) now, in the life of this world,

فِى ضَلَـلٍ مُّبِينٍ

(...in plain error.) They do not hear, see or think. When they are requested to follow guidance, they are not guided and they succumb to those things that do not benefit them. Then, Allah says,

وَأَنْذِرْهُمْ يَوْمَ الْحَسْرَةِ

(And warn them of the Day of grief and regrets,) warn the creation of the Day of Distress,

إِذْ قُضِىَ الاٌّمْرُ

(when the case has been decided,) when the people of Paradise and the people of Hell will be sorted out, and everyone will reach his final abode which he was destined to remain in forever.

وَهُمْ

(while (now) they are) today, in the present life of this world,

فِى غَفْلَةٍ

(in a state of carelessness.) with the warning of the Day of grief and regret, they are heedless.

وَهُمْ لاَ يُؤْمِنُونَ

(and they believe not.) meaning they do not believe that it is true. Imam Ahmad recorded that Abu Sa`id said that the Messenger of Allah ﷺ said,

«إِذَا دَخَلَ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ وَأَهْلُ النَّارِ النَّارَ، يُجَاءُ بِالْمَوْتِ كَأَنَّهُ كَبْشٌ أَمْلَحُ فَيُوقَفُ بَيْنَ الْجَنَّةِ وَالنَّارِ، فَيُقَالُ: يَا أَهْلَ الْجَنَّةِ هَلْ تَعْرِفُونَ هَذَا، قَالَ: فَيَشْرَئِبُّونَ وَيَنْظُرُونَ وَيَقُولُونَ:نَعَمْ هَذَا الْمَوْتُ قَالَ: فَيُقَالُ: يَاأَهْلَ النَّارِ، هَلْ تَعْرِفُونَ هَذَا؟ قَالَ: فَيَشْرَئِبُّونَ وَيَنْظُرُونَ وَيَقُولُونَ: نَعَمْ هَذَا الْمَوْتُ قَالَ: فَيُؤْمَرُ بِهِ فَيُذْبَحُ، قَالَ: وَيُقَالُ: يَا أَهْلَ الْجَنَّةِ، خُلُودٌ وَلَا مَوْتَ، وَيَا أَهْلَ النَّارِ، خُلُودٌ وَلَا مَوْت»

(When the people of Paradise enter Paradise and the people of the Hellfire enter the Hellfire, death will be brought in the form of a handsome ram and it will be placed between Paradise and the Hellfire. Then, it will be said, "O people of Paradise, do you know what this is" Then, they will turn their gazes and look, and they will say, "Yes, this is death." Then, it will be said, "O people of the Hellfire, do you know what this is" Then, they will turn their gazes and look, and they will say, "Yes, this is death." Then, the order will be given for it to be slaughtered and it will be said, "O people of Paradise, eternity and no more death, O people of Hellfire, eternity and no more death.") Then the Messenger of Allah ﷺ recited the Ayah,

وَأَنْذِرْهُمْ يَوْمَ الْحَسْرَةِ إِذْ قُضِىَ الاٌّمْرُ وَهُمْ فِى غَفْلَةٍ وَهُمْ لاَ يُؤْمِنُونَ

(And warn them of the Day of grief and regret, when the case has been decided, while (now) they are in a state of carelessness, and they believe not.) Then, the Messenger of Allah ﷺ made a gesture with his hand and said,

«أَهْلُ الدُّنْيَا فِي غَفْلَةِ الدُّنْيَا»

(The people of this life are in the state of heedlessness of this life.) Thus recorded Imam Ahmad and it was also recorded by Al-Bukhari and Muslim in their Sahihs with wording similar to this. It is reported from `Abdullah bin Mas`ud that he mentioned a story in which he said, "There is not a soul except that it will see a residence in Paradise and a residence in the Hellfire, and this will be the Day of distress. So the people of the Hellfire will see the residence that Allah prepared for them if they had believed. Then, it will be said to them, `If you had believed and worked righteous deeds, you would have had this, which you see in Paradise.' Then, they will be overcome with distress and grief. Likewise, the people of Paradise will see the residence that is in the Hellfire and it will be said to them, `If Allah had not bestowed His favor upon you (this would have been your place).' " Concerning Allah's statement,

إِنَّا نَحْنُ نَرِثُ الاٌّرْضَ وَمَنْ عَلَيْهَا وَإِلَيْنَا يُرْجَعُونَ

(Verily, We will inherit the earth and whatsoever is thereon. And to Us they all shall be returned.) Allah is informing that He is the Creator, the Owner and the Controller of all matters. All of the creation will be destroyed and only He, the Most High and Most Holy, will remain. There is no one who can claim absolute ownership and control of affairs besides Him. He is the Inheritor of all His creation. He is the Eternal, Who will remain after they are gone and He is the Judge of their affairs. Therefore, no soul will be done any injustice, nor wronged even the weight of a mosquito or an atom. Ibn Abi Hatim recor- ded that Hazm bin Abi Hazm Al-Quta`i said, "`Umar bin `Abdul-Aziz wrote to `Abdul-Hamid bin `Abdur-Rahman, who was the governor of Kufah: `Thus, to proceed: Verily, Allah prescribed death for His creatures when He created them and He determined their final destination. He said in that which He revealed in His truthful Book, which He guarded with His knowledge and made His angels testify to its preservation, that He will inherit the earth and all who are on it, and they will all be returned to Him."'

Hadits Terkait

abudawud:54Sunan Abu DawudSahih MuqufDaif

Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Ma'in] telah menceritakan kepada kami [Waqi'] dari [Zakaria bin Abu Za`idah] dari [Mush'ab bin Syaibah] dari [Thalq bin habib] dari [Ibnu Az Zubair] dari [Aisyah] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sepuluh perkara yang termasuk fithrah: Memotong kumis, memelihara jenggot (membiarkannya tumbuh), bersiwak, beristinsyaq dengan air, memotong kuku, membasuh sela-sela jari-jari, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, dan beristinja` dengan air." Zakaria berkata; Mush'ab menerangkan; "Saya lupa yang kesepuluh tapi kemungkinan besar ia adalah berkumur." Telah menceritakan kepada kami [Musa bin Isma'il] dan [Dawud bin Syabib] mereka berdua berkata; telah menceritakan kepada kami [Hammad] dari [Ali bin Zaid] dari [Salamah bin Muhammad bin Ammar bin Yasir], [Musa] berkata dari [Ayahnya]. Dan [Dawud] berkata; dari [Ammar bin Yasir], bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya di anatara perkara fithrah adalah berkumur dan beristinsyaq, " lalu dia menyebutkan hadits semisalnya, namun dia tidak menyebutkan perihal memelihara jenggot tetapi menambahkan; dan khitan. Dia menyebutkan perihal memercikkan air ke bagian kemaluan untuk menghilangkan was was dan tidak menyebutkan perihal beristinja` dengan air. Abu Dawud berkata; Dan telah diriwayatkan hadits semisalnya dari Ibnu Abbas dan dia menyebutkan; Lima perkara fithrah yang semuanya di bagian kepala, kemudian dia menyebutkan perihal membelah rambut (setengah ke kanan dan setengah ke kiri) dan tidak menyebutkan perihal memelihara jenggot. Abu Dawud berkata; Dan telah diriwayatkan semisal hadits Hammad, dari Thalq bin Habib dan Mujahid dan dari Bakr bin Abdullah Al Muzani ucapan mereka, dan mereka tidak menyebutkan perihal memelihara jenggot. Dan di dalam hadits [Muhammad bin Abdullah bin Abu Maryam] dari [Abu salamah] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, di dalamnya terdapat penyebutan perihal memelihara jenggot. Dan dari Ibrahim An Nakha'i semisalnya, dan dia menyebutkan perihal memelihara jenggot dan khitan

bukhari:103Sahih al-Bukhari

Telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin Abu Maryam] berkata, telah mengabarkan kepada kami [Nafi' bin Umar] berkata, telah menceritakan kepadaku [Ibnu Abu Mulaikah] bahwa [Aisyah] istri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tidaklah mendengar sesuatu yang tidak dia mengerti kecuali menanyakannya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sampai dia mengerti, dan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda: "Siapa yang dihisab berarti dia disiksa" Aisyah berkata: maka aku bertanya kepada Nabi: "Bukankah Allah Ta'ala berfirman: "Kelak dia akan dihisab dengan hisab yang ringan" Aisyah berkata: Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya yang dimaksud itu adalah pemaparan (amalan). Akan tetapi barangsiapa yang didebat hisabnya pasti celaka

abudawud:105Sunan Abu DawudSahihSahih

Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Amru bin As Sarj] dan [Muhammad bin Salamah Al Muradi] mereka berdua berkata; Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Wahb] dari [Mu'awiyah bin Shalih] dari [Abu Maryam] dia berkata; Saya pernah mendengar [Abu Hurairah] berkata; Saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila salah seorang dari kalian bangun dari tidurnya, maka janganlah dia memasukkan tangannya ke dalam bejana hingga membasuhnya tiga kali terlebih dahulu, karena sesungguhnya salah seorang dari kalian tidak tahu di mana posisi tangannya semalam, atau di mana tangannya berkeliling

muslim:140Sahih Muslim

Telah menceritakan kepada kami [Dawud bin Rusyaid] telah menceritakan kepada kami [al-Walid] -yaitu Ibnu Muslim- dari [Ibnu Jabir] dia berkata, telah menceritakan kepada kami [Umair bin Hani'] dia berkata, telah menceritakan kepada kami [Junadah bin Abu Umayyah] telah menceritakan kepada kami [Ubadah bin ash-Shamit] dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: "Barangsiapa mengucapkan dua Kalimah Syahadat yaitu: tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan bahwa Muhammad hamba dan Rasul-Nya, bersaksi bahwa Nabi Isa adalah hamba Allah, anak hamba-Nya dan kalimah Allah (Nabi Isa As) yang Dia letakkan pada Maryam dan ruh dari-Nya, surga itu benar adanya dan neraka itu juga benar adanya, di mana Allah akan memasukkan mereka yang dikehendaki ke dalam Surga melalui salah satu dari delapan pintu Surga yang dia kehendaki." Dan telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Ibrahim ad-Dauraqi] telah menceritakan kepada kami [Mubasysyir bin Ismail] dari [al-Auza'i] dari [Umair bin Hani'] dalam sanad ini dengan semisalnya, hanya saja dia menyebutkan, 'Allah memasukkannya sesuai dengan amalnya' tanpa menyebutkan, 'masuk dari pintu surga yang delapan yang dia kehendaki

abudawud:158Sunan Abu DawudDaifDaif

Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Ma'in] telah menceritakan kepada kami ['Amru bin Ar-Rabi' bin Thariq] telah mengabarkan kepada kami [Yahya bin Ayyub] dari [Abdurrahman bin Razin] dari [Muhammad bin Yazid] dari [Ayyub bin Qathan] dari [Ubay bin 'Imarah] berkata Yahya bin Ayyub, dia adalah orang yang pernah shalat bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menghadap kedua qiblat, dia berkata; Wahai Rasulullah, apakah aku boleh mengusap kedua khuf? Beliau menjawab: "Boleh." Dia bertanya lagi; Satu hari? Beliau menjawab: "Ya, satu hari." Dia bertanya lagi; Dua hari? Beliau menjawab: "Ya, dua hari." Dia bertanya lagi; Tiga hari? Beliau menjawab: "Ya, sesukamu!" Abu dawud berkata: Hadits ini diriwayatkan oleh [Ibnu Abi Maryam Al-Mishri] dari [Yahya bin Ayyub] dari [Abdurrahman bin Razin] dari [Muhammad bin Yazid bin Abi Ziyad] dari [Ubadah bin Nusiy] dari [Ubay bin Immarah] dia berkata di dalamnya; Hingga disebutkan bilangan tujuh, dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Ya, sekehendakmu." Abu Dawud berkata; Isnad hadits ini telah diperselisihkan, dan hadits ini tidak kuat, dan telah diriwayatkan juga oleh [Ibnu Abi Maryam] dan [Yahya bin Ishak As-Sailahini] dari [Yahya bin Ayyub], dan isnadnya juga diperselisihkan