Maryam

Ayat 46

سُورَةُ مَرۡيَمَ

قَالَ أَرَاغِبٌ أَنتَ عَنْ ءَالِهَتِى يَٰٓإِبْرَٰهِيمُ ۖ لَئِن لَّمْ تَنتَهِ لَأَرْجُمَنَّكَ ۖ وَٱهْجُرْنِى مَلِيًّۭا

Berkata bapaknya: "Bencikah kamu kepada tuhan-tuhanku, hai Ibrahim? Jika kamu tidak berhenti, maka niscaya kamu akan kurajam, dan tinggalkanlah aku buat waktu yang lama".

Surah Maryam (Mary)Ayat 46 dari 98

Tafsir Ibn Kathir

The Reply of Ibrahim's Father

Allah, the Exalted, informs of the reply of Ibrahim's father to his son, Ibrahim, in reference to what he was calling him to. He said,

أَرَاغِبٌ أَنتَ عَنْ آلِهَتِى يإِبْرَهِيمُ

(Do you revile my gods, O Ibrahim) This means, "If you do not want to worship them (the idols) and you are not pleased with them, then at least stop cursing, abusing, and reviling them. For verily, if you do not cease, I will punish you, curse you and revile you." This is the meaning of his statement;

لأَرْجُمَنَّكَ

(La'arjumannaka.) Ibn `Abbas, As-Suddi, Ibn Jurayj, Ad-Dahhak and others said this. Concerning His statement,

وَاهْجُرْنِى مَلِيّاً

(So get away from me Maliyan.) Mujahid, `Ikrimah, Sa`id bin Jubayr and Mujahid bin Ishaq all said, "Maliyan means forever." Al-Hasan Al-Basri said, "For a long time." As-Suddi said,

وَاهْجُرْنِى مَلِيّاً

(So get away from me safely Maliyan. ) "This means forever." Ali bin Abi Talhah and Al-`Awfi both reported that Ibn `Abbas said,

وَاهْجُرْنِى مَلِيّاً

(So get away from me safely Maliyan.) "This means to go away in peace and safety before you are afflicted with a punishment from me." Ad-Dahhak, Qatadah, `Atiyah Al-Jadali, Malik and others said the same. This is also the view preferred by Ibn Jarir.

The Reply of Allah's Friend (Khalil)

With this, Ibrahim said to his father,

سَلَـمٌ عَلَيْكَ

(Peace be on you!) This is as Allah said concerning the description of the believers,

وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الجَـهِلُونَ قَالُواْ سَلاَماً

(and when the foolish address them (with bad words) they say, "Salaman peace.") 25:63 Allah also says,

وَإِذَا سَمِعُواْ اللَّغْوَ أَعْرَضُواْ عَنْهُ وَقَالُواْ لَنَآ أَعْمَـلُنَا وَلَكُمْ أَعْمَـلُكُمْ سَلَـمٌ عَلَيْكُمْ لاَ نَبْتَغِى الْجَـهِلِينَ

(And when they hear Al-Laghw (false speech), they withdraw from it and say: "To us our deeds, and to you your deeds. Peace be to you. We seek not (the way of) the ignorant.") 28:55 The meaning of Ibrahim's statement to his father,

سَلَـمٌ عَلَيْكَ

(Peace be on you!) "You will not receive any insult or harm from me." This is due to the respect and honor of fatherhood.

سَأَسْتَغْفِرُ لَكَ رَبِّي

(I will ask forgiveness of my Lord for you.) meaning "But, I will ask Allah to guide you and forgive you for your sin."

إِنَّهُ كَانَ بِى حَفِيّاً

(Verily, He is unto me Hafiyya.) Ibn `Abbas and others said that Hafiyyan means, "Kind." Meaning, "since He guided me to worship Him and direct my religious devotion to Him alone." As-Suddi said, "Al-Hafi is One Who is concerned with his (Ibrahim's) affair." Thus, Ibrahim sought forgiveness for his father for a very long time, even after he migrated to Ash-Sham. He continued to seek forgiveness for him even after building the Sacred Masjid (in Makkah) and after the birth of his two sons, Isma`il and Ishaq. This can be seen in his statement,

رَبَّنَا اغْفِرْ لِى وَلِوَالِدَىَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ

(Our Lord! Forgive me and my parents, and (all) the believers on the Day when the reckoning will be established.) 14:41 From this tradition, during the beginning stages of Islam, the Muslims used to seek forgiveness for their relatives and their family members who were polytheists. They did this following the way of Ibrahim, the Khalil (Friend) of Allah, until Allah revealed,

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِى إِبْرَهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُواْ لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَءآؤاْ مِّنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّهِ

(Indeed there has been an excellent example for you in Ibrahim and those with him, when they said to their people: "Verily, we are free from you and whatever you worship besides Allah.") 60:4 Until Allah's statement,

إِلاَّ قَوْلَ إِبْرَهِيمَ لاًّبِيهِ لاّسْتَغْفِرَنَّ لَكَ وَمَآ أَمْلِكُ لَكَ مِنَ اللَّهِ مِن شَىْءٍ

(Except the saying of Ibrahim to his father: "Verily, I will ask forgiveness (from Allah) for you, but I have no power to do anything for you before Allah.") 60:4 meaning, except for this statement, so do not follow it. Then Allah explains that Ibrahim abandoned this statement and retracted it. Allah, the Exalted, says,

مَا كَانَ لِلنَّبِىِّ وَالَّذِينَ ءَامَنُواْ أَن يَسْتَغْفِرُواْ لِلْمُشْرِكِينَ

(It is not (proper) for the Prophet and those who believe to ask Allah's forgiveness for the idolators.) 9:113 Until Allah's statement,

وَمَا كَانَ اسْتِغْفَارُ إِبْرَهِيمَ لاًّبِيهِ إِلاَّ عَن مَّوْعِدَةٍ وَعَدَهَآ إِيَّاهُ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُ أَنَّهُ عَدُوٌّ لِلَّهِ تَبَرَّأَ مِنْهُ إِنَّ إِبْرَهِيمَ لأَوَّاهٌ حَلِيمٌ

(And Ibrahim's invoking for his father's forgiveness was only because of a promise he had made to him. But when it became clear to him that he is an enemy of Allah, he dissociated himself from him. Verily, Ibrahim was Awwah, forbearing.) 9:114 Concerning Allah's statement,

وَأَعْتَزِلُكُمْ وَمَا تَدْعُونَ مِن دُونِ اللَّهِ وَأَدْعُو رَبِّى

(And I shall turn away from you and from those whom you invoke besides Allah. And I shall call upon my Lord,) This means, "And I worship my Lord alone, associating no partners with Him."

عَسَى أَلاَّ أَكُونَ بِدُعَآءِ رَبِّى شَقِيًّا

(I certainly hope that I shall not be unblessed in my invocation to my Lord. ) The word `Asa (I hope) here means that which will necessarily occur and not that which is hoped for from the impossible. For verily, he (Ibrahim) is the leader of the Prophets other than Muhammad .

Hadits Terkait

bukhari:1605Sahih al-Bukhari

Telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin Abu Maryam] telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Ja'far bin Abu Katsir] berkata, telah mengabarkan kepada saya [Zaid bin Aslam] dari [bapaknya] bahwa ['Umar bin Al Khaththob radliallahu 'anhu] berkata kepada rukun (Al Hajar AL Aswad): "Sungguh aku mengetahui bahwa kamu hanyalah batu yang tidak bisa mendatangkan madharat maupun manfa'at. Namun kalau bukan karena aku telah melihat Nabi Shallallahu'alaihiwasallam menciummu tentu aku tidak akan menciummu". Maka dia menciumnya lalu berkata: "Kenapa pula kita harus berlari-lari kecil?. Sungguh kami telah menyaksikan orang-orang musyrikin melakukannya namun kemudian mereka dibinasakan oleh Allah subhanahu wata'ala". Dia berkata: "Berlari-lari kecil ini adalah sesuatu sunnah yang telah dikerjakan oleh Nabi Shallallahu'alaihiwasallam dan kami tidak suka bila meninggalkannya

tirmidhi:1632Jami' at-TirmidhiSahihSahih

Telah menceritakan kepada kami [Abu Ammar Al Husain bin Huraits] berkata, telah menceritakan kepada kami [Al Walid bin Muslim] dari [Yazid bin Abu Maryam] ia berkata, " [Abayah bin Rifa'ah] menjumpaiku saat aku sedang berjalan menuju shalat jum'at, ia lalu berkata, "Berbahagialah engkau, sebab langkah kakimu ini termasuk fi sabilillah. Aku mendengar [Abu Abas] berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang kedua kakinya berdebu di jalan Allah, maka keduanya diharamkan untuk masuk neraka." Abu Isa berkata, "Hadits ini derajatnya hasan gharib shahih. Abu Abs nama aslinya adalah 'Abdurrahman bin Jabr. Dan dalam bab ini juga ada hadits dari Abu Bakar dan seorang laki-laki sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam." Abu Isa berkata, "Yazid bin Abu Maryam adalah seorang yang berasal dari Syam, Al Walid bin Muslim, Yahya bin Hamzah dan beberapa orang dari penduduk Syam telah meriwayatkan darinya. Sementara Buraid bin Maryam adalah seorang yang berasal dari Kufah, bapaknya merupakan sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Nama asli (Buraid) adalah Malik bin Rabi'ah. Buraid bin Abu Maryam mendengar dari Anas bin Malik. Abu Ishaq Al Hamdani, Atha bin As Sa`ib, Yunus bin Abu Ishaq dan Syu'bah telah meriwayatkan beberapa hadits darinya

malik:1658Muwatta MalikMauquf Sahih

Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari [Muslim bin Abu Maryam] dari [Abu Shalih] dari [Abu Hurairah] dia berkata; "Wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang, dan berjalan melenggak-lenggok tidak akan masuk surga atau pun mencium baunya, padahal bau surga tercium dari jarak perjalanan lima ratus tahun

bukhari:1671Sahih al-Bukhari

Telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin Abu Maryam] telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Suwaid] telah menceritakan kepada saya ['Amru bin Abu 'Amru, Maula Al Muththolib] telah mengabarkan kepada saya [Sa'id bin Jubair, maula Walibah AL Kuwfiy] telah menceritakan kepada saya [Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma] bahwasanya dia bertolak bersama Nabi Shallallahu'alaihiwasallam pada hari 'Arafah. Kemudian Nabi Shallallahu'alaihiwasallam mendengar dari arah belakang Beliau suara yang keras dan bentakan serta pukulan terhadap unta. Maka Beliau memberi isyarat kepada mereka dengan cambuknya agar tenang. Beliau berkata: "Wahai manusia, kalian harus tenang, karena kebaikan bukan dengan tergesa-gesa". Kata audho'uu sama artinya dengan asro'uu yang berarti bercepat-cepat. Kata khilaalakum berasal dari kata takhallul bainakum yang artinya diantara kalian, seperti firman Allah Ta'ala Qs Al Kahfi ayat 33 yang artinya dan Kami pancarkan diantara keduanya

malik:1672Muwatta MalikSahih

Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari [Nafi'] dari [Abdullah bin Umar] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Pada suatu malam aku mimpi di dekat Ka'bah. Aku melihat seseorang yang kulitnya sawo matang, seakan-akan dia adalah sebaik-baik orang yang berkulit sawo matang. Dia memiliki rambut, seakan-akan ia adalah sebaik-baik orang yang mempunyai rambut seperti itu. Dia membiarkannya terurai dan air itupun menetes darinya. Ia bersandar pada dua orang laki-laki, atau "Dua bahu laki-laki, dia mengelilingi Ka'bah, lalu aku bertanya, siapakah dia? Maka dikatakan bahwa dia Al masih bin Maryam. Kemudian aku melihat orang yang rambutnya sangat keriting, buta mata kanannya seperti anggur yang menggelembung. Aku bertanya; siapakah ini, dikatakan kepadaku bahwa ia Almasih Dajjal