وَٱذْكُرْ فِى ٱلْكِتَٰبِ إِسْمَٰعِيلَ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ صَادِقَ ٱلْوَعْدِ وَكَانَ رَسُولًۭا نَّبِيًّۭا
Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka) kisah Ismail (yang tersebut) di dalam Al Quran. Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya, dan dia adalah seorang rasul dan nabi.
Tafsir Ibn Kathir
Mentioning Isma`il
Here Allah has commended Isma`il, the son of Ibrahim, the Friend of Allah. He (Isma`il) is the father of all of the Arabs of the Hijaz because he was true to what he promised. Ibn Jurayj said, "He did not make any promise to his Lord, except that he fulfilled it." He never obligated himself to do any act of worship with a vow, except that he fulfilled it and carried it out, giving it its full due. Some said,
صَـدِقَ الْوَعْدِ
((he was) true to what he promised.) "This was said about him because he said to his father,
سَتَجِدُنِى إِن شَآءَ اللَّهُ مِنَ الصَّـبِرِينَ
(If Allah wills you will find me of the patient.) 37:102 So he was truthful in that." Being true to one's promise is one of the praiseworthy characteristics, just as breaking one's promise is of the detested characteristics. Allah, the Exalted, says,
يأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُواْ لِمَ تَقُولُونَ مَا لاَ تَفْعَلُونَ - كَبُرَ مَقْتاً عِندَ اللَّهِ أَن تَقُولُواْ مَا لاَ تَفْعَلُونَ
(O you who believe! Why do you say that which you do not do Most hateful it is with Allah that you say that which you do not do.) 61:2-3 The Messenger of Allah ﷺ said,
«آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا ائْتُمِنَ خَان»
(The sign of the hypocrite is three things. When he speaks, he lies; when he promises, he breaks his promise; and when he is entrusted with something, he is disloyal to his trust.) Thus, if these are the characteristics of the hypocrites, then behaving contrary to these is a characteristic of the true believer. For this reason, Allah commended His servant and Messenger Isma`il, for he was true to his promise. Likewise, the Messenger of Allah ﷺ was true to his promise. He did not promise anyone anything, except that he fulfilled his promise to that person. He also commended Abu Al-`As bin Ar-Rabi`, the husband of his daughter Zaynab, by saying,
«حَدَّثَنِي فَصَدَقَنِي، وَوَعَدَنِي فَوَفَى لِي»
(He spoke to me and he told me the truth, and he promised me and he fulfilled his promise to me.) When the Prophet died, the Khalifah (his successor), Abu Bakr As-Siddiq said, "Whoever received any promise from the Messenger of Allah ﷺ or was owed any debt by him, then let him come to me and I will fulfill it on his behalf." So Jabir bin `Abdullah came and related that the Messenger of Allah ﷺ said,
«لَوْ قَدْ جَاءَ مَالُ الْبَحْرَينِ أَعْطَيْتُكَ هَكَذَا وَهَكَذَا وَهَكَذَا»
(If the wealth of Bahrain comes (to me), then I would give you such and such and such.) This meant that he would fill his hands with wealth. Therefore, when the wealth of Bahrain came (to them), Abu Bakr commanded Jabir to come and fill his hands from that wealth. Then, he commanded him to do so again, until he collected five hundred Dirhams. Then, Abu Bakr gave him its double along with it.(i.e. one thousand extra Dirhams). Concerning Allah's statement,
وَكَانَ رَسُولاً نَّبِيّاً
(and he was a Messenger, (and) a Prophet.) In this is a proof of Isma`il's favored status over his brother, Ishaq. Ishaq was only described as being a Prophet, but Isma`il was described with both prophethood and messengership. It is confirmed in Sahih Muslim that the Messenger of Allah ﷺ said,
«إِنَّ اللهَ اصْطَفَى مِنْ وَلَدِ إِبْرَاهِيمَ إِسْمَاعِيل»
(Verily, Allah chose Isma`il from the sons of Ibrahim...) Then, Imam Muslim mentions the rest of the Hadith in its entirety. However, this statement proves the correctness of what we have said. Allah said,
وَكَانَ يَأْمُرُ أَهْلَهُ بِالصَّـلَوةِ وَالزَّكَـوةِ وَكَانَ عِندَ رَبِّهِ مَرْضِيّاً
(And he would enjoin on his family and his people the Salah and the Zakah, and his Lord was pleased with him.) This is also a beautiful form of praise, a commendable quality, and and upright characteristic. He was commanded in this way because of his persistence in obedience of his Lord, and enjoining his family to do so. This is as Allah said to His Messenger ,
وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلوةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا
(And enjoin the Salah on your family, and be patient with them.) 20:132 Also, Allah, the Exalted, said,
يأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُواْ قُواْ أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَـئِكَةٌ غِلاَظٌ شِدَادٌ لاَّ يَعْصُونَ اللَّهَ مَآ أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
(O you who believe! Protect yourselves and your families against a Fire (Hell) whose fuel is men and stones, over which are (appointed) angels stern (and) severe, who disobey not, (from executing) the commands they receive from Allah, but do that which they are commanded.) 66:6 This means to command them to do good, forbid them from evil and do not neglect them. If you do so, and they obey your command, the Fire (of Hell) will not devour them on the Day of Resurrection. It has been reported in a Hadith from Abu Hurayrah that the Messenger of Allah ﷺ said,
«رَحِمَ اللهُ رَجُلًا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّى وَأَيْقَظَ امْرَأَتَهُ، فَإِنْ أَبَتْ نَضَحَ فِي وَجْهِهَا الْمَاءَ. رَحِمَ اللهُ امْرَأَةً قَامَتْ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّتْ وَأَيْقَظَتْ زَوْجَهَا، فَإِنْ أَبَى نَضَحَتْ فِي وَجْهِهِ الْمَاء»
(May Allah have mercy upon a man who gets up at night to pray and he wakes his wife. If she refuses to get up, he sprinkles water in her face. May Allah have mercy upon a woman who gets up at night to pray and she wakes her husband. If he refuses to get up, she sprinkles water in his face.) This Hadith was recorded by Abu Dawud and Ibn Majah.
Hadits Terkait
Telah menceritakan kepada kami [Abu Al Walid] telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Sa'd] telah menceritakan kepada kami [Az Zuhri] dari [Hind binti Al Harits] dari [Ummu Salamah], bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam jika selesai salam, beliau tetap berdiam di tempatnya sejenak." Ibnu Syihab berkata, "Menurut kami -dan Allah yang lebih tahu, hal itu agar wanita yang akan pergi punya kesempatan." Dan [Ibnu Abu Maryam] berkata; telah mengabarkan kepada kami [Nafi' bin Yazid] berkata, telah mengabarkan kepadaku [Ja'far bin Rabi'ah] bahwa [Ibnu Syihab] menulis surat kepadanya; telah menceritakan kepadaku [Hind binti Al Harits Al Firasiyyah] dari [Ummu Salamah] isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam -dia adalah teman Ummu Salamah- ia berkata, "Ketika beliu salam, para wanita bergegas kembali ke rumah-rumah mereka masing-masing sebelum Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam beranjak pergi." [Ibnu Wahab] berkata; dari [Yunus] dari [Ibnu Syihab] telah mengabarkan kepadaku [Hind Al Firasiyyah]. Dan ['Utsman bin 'Umar] berkata; telah mengabarkan kepada kami [Yunus] dari [Az Zuhri] telah menceritakan kepadaku [Hind Al Firasiyyah]. Dan [Az Zubaidi] berkata; telah mengabarkan kepadaku [Az Zuhri] bahwa [Hind binti Al Harits Al Firasiyyah] mengabarkan kepadanya - saat itu wanita ini adalah isteri Ma'bad bin Al Miqdad, sekutunya Bani Zuhrah- Hind sering mengunjungi isteri-isrti Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Dan [Syu'aib] berkata; dari [Az Zuhri] telah menceritakan kepadaku [Hind Al Firasiyyah]. Dan [Ibnu Abu 'Atiq] berkata; dari [Az Zuhri] dari [Hind Al Firasiyyah]. Dan [Al Laits] berkata; telah menceritakan kepadaku [Yahya bin Sa'id] ia menceritakan kepadanya dari [Ibnu Syihab] dari [seorang wanita] suku Quraisy, ia menceritakan kepadanya dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam
Dan telah menceritakan kepadaku [Abu Bakar bin Ishaq] telah mengabarkan kepada kami [Ibnu Abi Maryam] telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah mengabarkan kepadaku [Zaid bin Aslam] dari [Ibrahim bin Abdullah bin Hunain] dari [Bapaknya] dari [Ali bin Abi Thalib] bahwa dia berkata, "Rasululah Shallallahu'alaihiwasallam melarangku dari membaca (al-Qur'an) pada saat rukuk dan sujud. Dan aku tidak mengatakan, 'Beliau melarang kalian
Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Abu Maryam], telah menceritakan kepada kami [pamanku yaitu Sa'id bin Al Hakam], ia berkata; telah mengabarkan kepada kami [Al Laits bin Sa'd] dari ['Uqail] dari [Ibnu Syihab], ia berkata; dan ['Urwah bin Az Zubair] menyebutkan bahwa [Marwan] serta [Al Miswar bin Makhramah] telah mengabarkan kepadanya bahwa ketika utusan orang-orang muslim Hawazin datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan meminta agar beliau mengembalikan harta mereka, maka beliau berkata kepada mereka: "Bersamaku orang-orang yang kalian lihat, dan perkataan yang paling aku senangi adalah yang paling benar. Maka pilihlah tawanan atau harta!" Lalu mereka berkata; kami memilih tawanan kami. Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berdiri dan memuji Allah, kemudian beliau berkata: "Adapun selanjutnya, sesungguhnya saudara-saudara kalian ini telah datang dalam keadaan bertaubat dan aku ingin mengembalikan tawanan kepada mereka. Maka barangsiapa diantara kalian yang ingin merelakan hal tersebut, silahkan ia melakukannya, dan barangsiapa yang hendak mengambil bagiannya hingga kami berikan kepadanya dari pertama kali Allah memberikan fai` kepada kita, maka silahkan ia melakukannya." Kemudian orang-orang berkata; kami telah merelakan hal tersebut untuk mereka wahai Rasulullah! Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata kepada mereka: "Sesungguhnya kami tidak mengetahui siapakah diantara kalian yang mengizinkan dan siapakah diantara kalian yang tidak mengizinkan. Maka kembalilah, hingga para pemimpin kalian mengadukan perkara kalian kepada kami!" Lalu orang-orang tersebut kembali dan berbicara dengan para pemimpin mereka. Kemudian memereka mengabarkan kepada mereka bahwa mereka telah merelakan dan mengizinkan
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Yahya] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu Maryam] telah menceritakan kepada kami [Laits] telah menceritakan kepadaku ['Amir bin Yahya] dari [Abu Abdurrahman Al Hubuli] dia berkata; saya mendengar [Abdullah bin 'Amru] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Pada hari Kiamat akan di teriakan seorang laki-laki dari ummatku di atas kepala seluruh makhluk, maka di sebarkanlah untuknya sembilan puluh sembilan buku catatan, setiap buku catatan yang panjangnya sejauh mata memandang. Kemudian Allah 'azza wajalla berfirman: "Apakah kamu mengingkari sesuatu dari catatan ini?" dia menjawab; "Tidak wahai Rabbku." Allah bertanya lagi; "Apakah Malaikat penulis-Ku mendzalimimu?" Kemudian Dia berfirman: "Apakah kamu punya alasan? Apakah kamu punya kebaikan?" Maka dengan rasa takut, laki-laki itu menjawab; "Tidak." Allah berfirman: "Ya, sesungguhnya kamu memiliki beberapa kebaikan di sisi Kami. Sesungguhnya pada hari ini tidak ada lagi kezhaliman bagi dirimu." Maka di keluarkanlah untuknya kartu yang bertuliskan; "Laa ilaaha illallah wa anna Muhammadan 'Abduhu wa rasuuluhu (Tidak ada ilah yang berhak di sembah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya)." Beliau bersabda: "Lelaki itu berkata; "Wahai Rabbku, apa hubingannya kartu ini dengan buku catatan ini?" Allah menjawab: "Sesungguhnya kamu tidak akan dizhalimi." Maka di letakkanlah catatan-catatan itu di atas satu bagian (di sisi) timbangan, dan kartu di bagian lain (sisi yang lain) dari timbangan, ternyata catatan-catatan itu lebih ringan dan kartu itu lebih berat." Muhammad bin Yahya berkata; "Kartu adalah suatu lempengan, dan penduduk Mesir biasa mengatakan lempengan tersebut adalah kartu
Telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin Ammar] berkata, telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Syu'aib] berkata, telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Abu Maryam] dari [Qaza'ah] dari [Abu Sa'id] dan [Abdullah bin Amr bin Al 'Ash] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak boleh bersusah payah melakukan perjalanan kecuali pada masjid; masjidil haram, masjidil aqsha dan masjidku ini