Al-Baqara

Ayat 155

سُورَةُ البَقَرَةِ

وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَىْءٍۢ مِّنَ ٱلْخَوْفِ وَٱلْجُوعِ وَنَقْصٍۢ مِّنَ ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.

Surah Al-Baqara (The Cow)Ayat 155 dari 286

Tafsir Ibn Kathir

The Believer is Patient with the Affliction and thus gains a Reward

Allah informs us that He tests and tries His servants, just as He said in another Ayah:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتَّى نَعْلَمَ الْمُجَـهِدِينَ مِنكُمْ وَالصَّـبِرِينَ وَنَبْلُوَ أَخْبَـرَكُمْ

(And surely, We shall try you till We test those who strive hard (for the cause of Allah) and As-Sabirin (the patient), and We shall test your facts (i.e., the one who is a liar, and the one who is truthful).) (47:31)

Hence, He tests them with the bounty sometimes and sometimes with the afflictions of fear and hunger. Allah said in another Ayah:

فَأَذَاقَهَا اللَّهُ لِبَاسَ الْجُوعِ وَالْخَوْفِ

(So Allah made it taste extreme of hunger (famine) and fear.) (16:112)

The frightened and the hungry persons show the effects of the affliction outwardly and this is why Allah has used here the word `Libas' (cover or clothes) of fear and hunger. In the Ayat above, Allah used the words:

بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوفْ وَالْجُوعِ

(with something of fear, hunger,) meaning, a little of each. Then (Allah said),

وَنَقْصٍ مِّنَ الاٌّمَوَالِ

(loss of wealth,) meaning, some of the wealth will be destroyed,

وَالاٌّنفُسِ

(lives) meaning, losing friends, relatives and loved ones to death,

وَالثَّمَرَتِ

(and fruits,) meaning, the gardens and the farms will not produce the usual or expected amounts. This is why Allah said next:

وَبَشِّرِ الصَّـبِرِينَ

(but give glad tidings to As-Sabirin (the patient).)

He then explained whom He meant by `the patient' whom He praised:

الَّذِينَ إِذَآ أَصَـبَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُواْ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّـآ إِلَيْهِ رَجِعونَ

(Who, when afflicted with calamity, say: "Truly, to Allah we belong and truly, to Him we shall return.") meaning, those who recite this statement to comfort themselves in the face of their loss, know that they belong to Allah and that He does what He wills with His servants. They also know that nothing and no deed, even if it was the weight of an atom, will be lost with Allah on the Day of Resurrection. These facts thus compel them to admit that they are Allah's servants and that their return will be to Him in the Hereafter.

This is why Allah said: t

أُولَـئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَتٌ مِّن رَّبْهِمْ وَرَحْمَةٌ

(They are those on whom are the Salawat (i. e., who are blessed and will be forgiven) from their Lord, and (they are those who) receive His mercy,) meaning, Allah's praise and mercy will be with them. Sa`id bin Jubayr added, "Meaning, safety from the torment."

وَأُولَـئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ

(and it is they who are the guided ones.) `Umar bin Al-Khattab commented: "What righteous things, and what a great heights.

أُولَـئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَتٌ مِّن رَّبْهِمْ وَرَحْمَةٌ

(They are those on whom are the Salawat from their Lord, and (they are those who) receive His mercy) are the two righteous things.

وَأُولَـئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ

(and it is they who are the guided ones) are the heights."

The heights means more rewards, and these people will be awarded their rewards and more.

The Virtue of asserting that We all belong to Allah, during Afflictions

There are several Ahadith that mention the rewards of admitting that the return is to Allah by saying:

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّـآ إِلَيْهِ رَجِعونَ

("Truly, to Allah we belong and truly, to Him we shall return.") when afflictions strike. For instance, Imam Ahmad reported that Umm Salamah narrated: Once, Abu Salamah came back after he was with Allah's Messenger ﷺ and said: I heard Allah's Messenger ﷺ recite a statement that made me delighted. He said:

«لَا يُصِيبُ أَحَدًا مِنَ الْمُسْلِمِينَ مُصِيبَةٌ فَيَسْتَرْجِعُ عِنْدَ مُصِيبَتِهِ ثُمَّ يقُولُ: اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي وأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا، إِلَّا فَعَلَ ذلِكَ بِه»

(No Muslim is struck with an affliction and then says Istirja` when the affliction strikes, and then says: `O Allah! Reward me for my loss and give me what is better than it,' but Allah will do just that.) Umm Salamah said: So I memorized these words. When Abu Salamah died I said Istirja` and said: "O Allah! Compensate me for my loss and give me what is better than it." I then thought about it and said, "Who is better than Abu Salamah" When my `Iddah (the period of time before the widow or divorced woman can remarry) finished, Allah's Messenger ﷺ asked for permission to see me while I was dyeing a skin that I had. I washed my hands, gave him permission to enter and handed him a pillow, and he sat on it. He then asked me for marriage and when he finished his speech, I said, "O Messenger of Allah ﷺ! It is not because I do not want you, but I am very jealous and I fear that you might experience some wrong mannerism from me for which Allah would punish me. I am old and have children." He said:

«أمَّا مَا ذَكَرْتِ مِنَ الْغَيْرَةِ فَسَوْفَ يُذْهِبُهَا اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَنْكِ، وَأَمَّا مَا ذَكَرْتِ مِنَ السِّنِّ فَقَدْ أَصَابَنِي مِثْلُ الَّذِي أَصَابَكِ، وَأَمَّا مَا ذَكَرْتِ مِنَ الْعِيَالِ فَإِنَّمَا عِيَالُكِ عِيَالِي»

(As for the jealousy that you mentioned, Allah the Exalted will remove it from you. As for your being old as you mentioned, I have suffered what you have suffered. And for your having children, they are my children too.) She said, "I have surrendered to Allah's Messenger ﷺ." Allah's Messenger ﷺ married her and Umm Salamah said later, "Allah compensated me with who is better than Abu Salamah: Allah's Messenger ﷺ." Muslim reported a shorter version of this Hadith.

Hadits Terkait

tirmidhi:2997Jami' at-TirmidhiSahihSahih

Telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Manshur] telah mengabarkan kepada kami [Abdullah bin Bakr As Sahmani] telah menceritakan kepada kami [Humaid] dari [Anas] ia berkata; "Ketika turun ayat Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai." QS Ali 'Imran: 92 atau Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah). QS Al-Baqarah: 245, kemudian Abu Thalhah, yang memiliki kebun berkata; "Wahai Rasulullah, saya (infakkan) kebun saya ini di jalan Allah. Dan sekiranya saya mampu untuk menyembunyikannya tentu saya tidak menyatakannya. lalu beliau mengatakan "Berikanlah kepada kerabat atau orang yang terdekat denganmu!" Abu Isa mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Dan [Malik bin Anas] telah meriwayatkan dari [Ishaq bin Abdullah bin Abu Thalhah] dari [Anas bin Malik]

bukhari:3339Sahih al-Bukhari

Telah bercerita kepada kami [Musa bin Isma'il] telah bercerita kepada kami ['Abdul Wahid bin Ziyad] telah bercerita kepada kami [Al A'masy] dari [Abu Shalih] dari [Abu Sa'id] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "(Pada hari qiyanat) Nabi Nuh 'alaihissalam dan ummatnya datang lalu Allah Ta'ala berfirman: "Apakah kamu telah menyampaikan (ajaran)?. Nuh 'Alaihissalam menjawab: "Sudah, wahai Rabbku". Kemudian Allah bertanya kepada ummatnya: "Apakah benar dia telah menyampaikan kepada kalian?". Mereka menjawab; "Tidak. Tidak ada seorang Nabi pun yang datang kepada kami". Lalu Allah berfirman kepada Nuh 'alaihissalam: "Siapa yang menjadi saksi atasmu?". Nabi Nuh Alaihissalam berkata; "Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dan ummatnya". Maka kami pun bersaksi bahwa Nabi Nuh 'alaihissalam telah menyampaikan risalah yang diembannya kepada ummatnya. Begitulah seperti yang difirmankan Allah Yang Maha Tinggi (QS al-Baqarah ayat 143 yang artinya), ("Dan demikianlah kami telah menjadikan kalian sebagai ummat pertengahan untuk menjadi saksi atas manusia.."). al-washathu artinya al-'adl (adil)

bukhari:3403Sahih al-Bukhari

Telah bercerita kepadaku [Ishaq bin Nashr] telah bercerita kepada kami ['Abdur Razzaq] dari [Ma'mar] dari [Hammam bin Munabbih] bahwa dia mendengar [Abu Hurairah radliallahu 'anhu] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Dikatakan kepada Bani Isra'il, ("masuklah kalian ke dalam pintu gerbang sambil bersujud dan katakanlah; bebaskanlah kami dari dosa"), (QS al-Baqarah ayat 58). Namun mereka menukarnya dan masuk sambil merayap di atas pantat mereka sambil berkata: "buah gandum

nasai:288Sunan an-Nasa'iSahihSahih

Telah mengabarkan kepada kami [Ishaq bin Ibrahim] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Harb] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari [Tsabit] dari [Anas] dia berkata; Bahwa orang Yahudi apabila ada istri mereka sedang haid, maka mereka tidak mengajak makan bersama, tidak mempergaulinya, dan tidak berkumpul bersamanya di rumah. Mereka bertanya kepada Nabi Allah shallallahu 'alaihi wasallam tentang hal itu? Lalu Allah Azza wa Jalla menurunkan ayat " Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah, (Hai Muhammad) bahwa itu adalah penyakit… (Qs. Al-Baqarah (2): 222) lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan mereka untuk ikut makan bersama, mempergaulinya, berkumpul dengan mereka di rumah, dan untuk berbuat apa saja selain bersetubuh

muslim:329Sahih Muslim

Telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Minhal adl-Dlarir] dan [Umayyah bin Bistham al-Aisyi] dan lafazh tersebut milik Umayyah, keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Zurai'] telah menceritakan kepada kami [Rauh] -yaitu Ibnu al-Qasim- dari [al-Ala'] dari [bapaknya] dari [Abu Hurairah] dia berkata, "Ketika turun ayat pada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: '(Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu) ' (Qs. al-Baqarah: 284) ' Abu Hurairah berkata, 'Maka hal tersebut terasa berat atas para sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, lalu mereka mendatangi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan mengucapkan salam di atas kendaraan seraya berkata, 'Wahai Rasulullah, kami diberi beban amalan yang mana kami tidak mampu melakukan shalat, puasa, jihad, dan sedekah. Sungguh telah diturunkan ayat ini kepadamu, dan kami tidak mampu melakukannya! Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apakah kamu ingin mengucapkan sebagaimana ahli kitab sebelum kalian mengucapkan, 'Kami mendengar dan kami mendurhakai', akan tetapi katakanlah, 'Kami mendengar dan kami menaati, Ampunilah kami ya Rabb kami dan kepada Engkaulah tempat kembali'. Mereka menjawab, 'Kami mendengar dan kami menaatinya, ampunilah kami ya Rabb kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.' Ketika kaum tersebut membacanya, maka lisan-lisan mereka tunduk dengannya, lalu Allah menurunkan sesudahnya: '(Rasul telah beriman kepada al-Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan), 'Kami tidak membeda-bedakan antara seorang pun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya', dan mereka mengatakan, 'Kami dengar dan kami taat'. (Mereka berdoa), 'Ampunilah kami ya Rabb kami dan kepada Engkaulah tempat kembali'. (Qs. al-Baqarah: 285). Ketika mereka melakukan hal tersebut, maka Allah menghapusnya, lalu menurunkan: '(Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah) ' Allah menjawab: "Ya." '(Ya Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami) ' Allah menjawab: "Ya." '(Wahai Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya) ' Allah menjawab: "Ya." '(Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir'. (Qs. al-Baqarah: 286). Allah menjawab: "Ya