An-Nisaa

Ayat 150

سُورَةُ النِّسَاءِ

إِنَّ ٱلَّذِينَ يَكْفُرُونَ بِٱللَّهِ وَرُسُلِهِۦ وَيُرِيدُونَ أَن يُفَرِّقُوا۟ بَيْنَ ٱللَّهِ وَرُسُلِهِۦ وَيَقُولُونَ نُؤْمِنُ بِبَعْضٍۢ وَنَكْفُرُ بِبَعْضٍۢ وَيُرِيدُونَ أَن يَتَّخِذُوا۟ بَيْنَ ذَٰلِكَ سَبِيلًا

Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: "Kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)", serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir),

Surah An-Nisaa (The Women)Ayat 150 dari 176

Tafsir Ibn Kathir

Believing in Some Prophets and Rejecting Others is Pure Kufr

Allah threatens those who disbelieve in Him and in His Messengers, such as the Jews and Christians, who differentiate between Allah and His Messengers regarding faith. They believe in some Prophets and reject others, following their desires, lusts and the practices of their forefathers. They do not follow any proof for such distinction, because there is no such proof. Rather, they follow their lusts and prejudices. The Jews, may Allah curse them, believe in the Prophets, except `Isa and Muhammad, peace be upon them. The Christians believe in the Prophets but reject their Final and Seal, and the most honored among the prophets, Muhammad, peace be upon him. In addition, the Samirah (Samaritans) do not believe in any Prophet after Yuwsha` (Joshua), the successor of Musa bin `Imran. The Majus (Zoroastrians) are said to believe only in a Prophet called Zoroaster, although they do not believe in the law he brought them casting it behind them, and Allah knows best. Therefore, whoever rejects only one of Allah's Prophets, he will have disbelieved in all of them, because it is required from mankind to believe in every prophet whom Allah sent to the people of the earth. And whoever rejects one Prophet, out of envy, bias and personal whim, he only demonstrates that his faith in other Prophets is not valid, but an act of following desire and whim. This is why Allah said,

إِنَّ الَّذِينَ يَكْفُرُونَ بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ

(Verily, those who disbelieve in Allah and His Messengers...) Thus, Allah describes these people as disbelievers in Allah and His Messengers;

وَيُرِيدُونَ أَن يُفَرِّقُواْ بَيْنَ اللَّهِ وَرُسُلِهِ

(and wish to make distinction between Allah and His Messengers) in faith,

وَيقُولُونَ نُؤْمِنُ بِبَعْضٍ وَنَكْفُرُ بِبَعْضٍ وَيُرِيدُونَ أَن يَتَّخِذُواْ بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلاً

(saying, "We believe in some but reject others," and wish to adopt a way in between.) Allah then describes them;

أُوْلَـئِكَ هُمُ الْكَـفِرُونَ حَقّاً

(They are in truth disbelievers.) meaning, their disbelief in the Prophet they claim to believe in is clear. This is because their claimed faith in a certain Messenger is not true, for had they truly believed in him, they would have believed in other Messengers, especially if the other Messenger has a stronger proof for his truthfulness. Or at least, they would have strived hard to acquire knowledge of the truth of the other Messenger. Allah said,

وَأَعْتَدْنَا لِلْكَـفِرِينَ عَذَاباً مُّهِيناً

(And We have prepared for the disbelievers a humiliating torment.) This is just punishment for belittling the Prophets whom they disbelieved in, by ignoring what the Prophet brought to them from Allah, and because they are interested in the insignificant possessions of this world. Or, their behavior could be the result of their disbelief in the Prophet after they were aware of his truth, just as the Jewish rabbis did during the time of Muhammad, the Messenger of Allah ﷺ . The Jews envied the Messenger because of the great prophethood that Allah gave him, and as a consequence, they denied the Messenger, defied him, became his enemies and fought against him. Allah sent humiliation upon them in this life, that shall be followed by disgrace in the Hereafter,

وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ وَالْمَسْكَنَةُ وَبَآءُوا بِغَضَبٍ مِّنَ اللَّهِ

(And they were covered with humiliation and misery, and they drew on themselves the wrath of Allah.) in this life and the Hereafter. Allah's statement,

وَالَّذِينَ ءَامَنُواْ بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَلَمْ يُفَرِّقُواْ بَيْنَ أَحَدٍ مِّنْهُمْ

(And those who believe in Allah and His Messengers and make no distinction between any of them,) This refers to the Ummah of Muhammad ﷺ who believe in every Book that Allah has revealed and in every Prophet whom Allah has sent. Allah said,

ءَامَنَ الرَّسُولُ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ ءَامَنَ بِاللَّهِ

(The Messenger believes in what has been revealed to him from his Lord, and (so do) the believers. All of them believe in Allah.) (2:285). Allah then states that He has prepared great rewards for them, tremendous favor and a handsome bounty,

أُوْلَـئِكَ سَوْفَ يُؤْتِيهِمْ أُجُورَهُمْ

(We shall give them their rewards;) because of their faith in Allah and His Messengers,

وَكَانَ اللَّهُ غَفُوراً رَّحِيماً

(and Allah is Ever Forgiving, Most Merciful.) for their sin, if they have any.

Hadits Terkait

bukhari:2708Sahih al-Bukhari

Telah bercerita kepada kami [Abu Al Yaman] telah mengabarkan kepada kami [Syu'aib] dari [Az Zuhriy] berkata telah bercerita kepadaku ['Urwah bin Az Zubair] bahwa [Az Zubair] pernah bercerita bahwa dia pernah bersengketa dengan seseorang dari kaum Anshor yang pernah ikut dalam perang Badar kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tentang masalah saluran air di Al Harrah dimana keduanya sama-sama saling menyiram (kebun mereka darinya) Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepada Az Zubair: "Siramlah (kebunmu darinya) wahai Zubair lalu alirkanlah ke tetanggamu". Maka orang Anshor itu marah seraya berkata: "Wahai Rasulullah, Tuan bela dia karena dia anak dari bibi Tuan". Maka wajah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berubah kemudian Beliau berkata: "Siramlah (kebunmu) darinya kemudian tahanlah air itu hingga memenuhi kebun". Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam saat itu memutuskan untuk mememnuhi hak Zubair padahal sebelumnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memberi isyarat kepada Zubair agar memberi kelapangan bagi orang Anshor itu. Ketika orang Anshor itu tidak menerima maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengembalikan hak Zubair sepenuhnya sesuai hukum yang semestiya. 'Urwah berkata; Az Zubair berkata: "Demi Allah, tidaklah aku menduga ayat ini turun melainkan dalam perkara ini: ("Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan….) Ayat 65 dari surah an-Nisaa

bukhari:2765Sahih al-Bukhari

Telah bercerita kepada kami ['Ubaidullah bin Isma'il] telah bercerita kepada kami [Abu Usamah] dari [Hisyam] dari [bapaknya] dari ['Aisyah radliallahu 'anha] tentang firman Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam QS an-Nisaa' ayat; 6, yang artinya ("Dan barang siapa (di antara pemelihara itu) mampu, maka hendaklah ia menahan diri (dari memakan harta anak yatim itu) dan barang siapa yang miskin, maka bolehlah ia makan harta itu menurut yang patut"), dia berkata: "Ayat ini turun berkenaan dengan seorang yang memelihara anak yatim lalu ingin mengambil harta anak yatim tersebut apabila membutuhkannya sesuai dengan jumlah hartanya secara ma'ruf (yang patut)

bukhari:2831Sahih al-Bukhari

Telah bercerita kepada kami [Abu Al Walid] telah bercerita kepada kami [Syu'bah] dari [Abu Ishaq] berkata aku mendengar [Al Bara' radliallahu 'anhu] berkata; Ketika turun ayat 97 Surah an-Nisaa' yang artinya ("Tidaklah sama orang-orang yang duduk-duduk saja (tidak ikut berperang) dari kalangan Kaum Mu'minin…"), Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memanggil Zaid, maka dia datang dengan membawa papan tulis lalu dia menulis ayat itu. Kemudian Ummu Maktum datang mengadukan alasannya, maka turunlah ayat ini ("Tidaklah sama orang-orang yang duduk-duduk saja (tidak ikut berperang) dari kalangan Kaum Mu'minin tanpa memiliki alasan…

bukhari:2832Sahih al-Bukhari

Telah bercerita kepada kami ['Abdul 'Aziz bin 'Abdullah] telah bercerita kepada kami [Ibrahim bin Sa'ad Az Zuhriy] berkata telah bercerita kepadaku [Shalih bin Kaisan] dari [Ibnu Syihab] dari [Sahal bin Sa'ad As-Sa'idiy] bahwa dia berkata: "Aku melihat [Marwan bin Al Hakam] sedang duduk di masjid lalu aku menemuinya hingga aku duduk di sampingnya lalu dia mengabarkan kepada kami bahwa [Zaid bin Tsabit] mengabarkan kepadanya bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membacakan ayat 97 Surah an-Nisaa' kepadanya yang artinya ("Tidaklah sama orang-orang yang duduk-duduk saja (tidak ikut berperang) dari kalangan Kaum Mu'minin dengan orang-orang yang berjihad fii sabilillah…"), maka datang Ibnu Ummu Maktum kepada Beliau padahal Beliau sedang membacakan ayat itu kepadaku dengan berkata: "Wahai Rasulullah, seandainya aku mampu berjihad pasti aku akan berjihad". Dia adalah seorang yang buta. Maka Allah Tabaaraka Wa Ta'ala menurunkan ayat kepada Rosul-Nya pada saat paha Beliau sedang berada diatas pahaku dan aku merasa berat dengan paha Beliau tersebut (karena beratnya wahyu yang Beliau terima) hingga aku khawatir pahaku retak. Kemudian Beliau tenang kembali. Maka Allah 'AZZA WAJALLA menurunkan firman-Nya (kelanjutan ayat tersebut) yang artinya: ("Yang tanpa memiliki alasan…)

bukhari:3448Sahih al-Bukhari

Telah bercerita kepada kami [Ishaq] telah mengabarkan kepada kami [Ya'qub binIbrahim] telah bercerita kepada kami [bapakku] dari [Shalih] dari [Ibnu Syihab] bahwa [Sa'id bin Al Musayyab] mendengar [Abu Hurairah radliallahu 'anhu] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam besabda: "Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, diprediksikan segera turun kepada kalian 'Isa bin Maryam sebagai hakim yang adil, dia akan menghancurkan salib, membunuh babi, membebaskan jizyah dan harta benda akan banyak tersebar sehingga tidak ada seorangpun yag mau menerima (shadaqah) hingga pada masa itu satu kali sujud lebih baik daripada dunia dan isinya". Kemudian Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata; "Bacalah firman Allah jika kamu mau; ("Dan tidak ada satu pun dari Ahli Kitab kecuali pasti akan beriman kepadanya ('Isa 'alahis salam) sebelum kematiannya dan pada hari qiyamat nanti 'Isa akan menjadi saksi bagi mereka"). (QS an-Nisaa ayat)