An-Nisaa

Ayat 94

سُورَةُ النِّسَاءِ

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا ضَرَبْتُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ فَتَبَيَّنُوا۟ وَلَا تَقُولُوا۟ لِمَنْ أَلْقَىٰٓ إِلَيْكُمُ ٱلسَّلَٰمَ لَسْتَ مُؤْمِنًۭا تَبْتَغُونَ عَرَضَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا فَعِندَ ٱللَّهِ مَغَانِمُ كَثِيرَةٌۭ ۚ كَذَٰلِكَ كُنتُم مِّن قَبْلُ فَمَنَّ ٱللَّهُ عَلَيْكُمْ فَتَبَيَّنُوٓا۟ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًۭا

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah, maka telitilah dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan "salam" kepadamu: "Kamu bukan seorang mukmin" (lalu kamu membunuhnya), dengan maksud mencari harta benda kehidupan di dunia, karena di sisi Allah ada harta yang banyak. Begitu jugalah keadaan kamu dahulu, lalu Allah menganugerahkan nikmat-Nya atas kamu, maka telitilah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Surah An-Nisaa (The Women)Ayat 94 dari 176

Tafsir Ibn Kathir

Greeting with the Salam is a Sign of Islam

Imam Ahmad recorded that `Ikrimah said that Ibn `Abbas said, "A man from Bani Sulaym, who was tending a flock of sheep, passed by some of the Companions of the Prophet and said Salam to them. They said (to each other), `He only said Salam to protect himself from us.' Then they attacked him and killed him. They brought his sheep to the Prophet , and this Ayah was revealed,

يَـأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُواْ

(O you who believe!), until the end of the Ayah." At-Tirmidhi recorded this in his (chapter on) Tafsir, and said, "This Hadith is Hasan, and it is also reported from Usamah bin Zayd." Al-Hakim also recorded it and said, "Its chain is Sahih, but they did not collect it." Al-Bukhari recorded that Ibn `Abbas commented;

وَلاَ تَقُولُواْ لِمَنْ أَلْقَى إِلَيْكُمُ السَّلَـمَ لَسْتَ مُؤْمِناً

(and say not to anyone who greets you: "You are not a believer;"), "A man was tending his sheep and the Muslims caught up with him. He said, `As-Salamu `Alaykum.' However, they killed him and took his sheep. Allah revealed the Ayah;

وَلاَ تَقُولُواْ لِمَنْ أَلْقَى إِلَيْكُمُ السَّلَـمَ لَسْتَ مُؤْمِناً تَبْتَغُونَ عَرَضَ الْحَيَوةِ الدُّنْيَا

(And say not to anyone who greets you: "You are not a believer; seeking the perishable goods of the worldly life)." Ibn `Abbas said; "The goods of this world were those sheep." And he recited,

السَّلَـمُ

(Peace) Imam Ahmad recorded that Al-Qa`qa` bin Abdullah bin Abi Hadrad narrated that his father `Abdullah bin Abi Hadrad said, "The Messenger of Allah ﷺ sent us to (the area of) Idam. I rode out with a group of Muslims that included Abu Qatadah, Al-Harith bin Rab`i and Muhallam bin Juthamah bin Qays. We continued on until we reached the area of Idam, where `Amr bin Al-Adbat Al-Ashja`i passed by us on his camel. When he passed by us he said Salam to us, and we did not attack him. Because of some previous problems with him, Muhallam bin Juthamah killed him and took his camel. When we went back to the Messenger of Allah ﷺ and told him what had happened, a part of the Qur'an was revealed about us,

يَـأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُواْ إِذَا ضَرَبْتُمْ فِى سَبِيلِ اللَّهِ

(O you who believe! When you go (to fight) in the cause of Allah), until,

خَبِيراً

(Well-Aware)." Only Ahmad recorded this Hadith. Al-Bukhari recorded that Ibn `Abbas said that the Messenger of Allah ﷺ said to Al-Miqdad,

«إِذَا كَانَ رَجُلٌ مُؤْمِنٌ يُخْفِي إِيمَانَهُ مَعَ قَوْمٍ كُفَّارٍ فَأَظْهَرَ إيمَانَهُ فَقَتَلْتَهُ، فَكَذلِكَ كُنْتَ أَنْتَ تُخْفِي إِيمَانَكَ بِمَكَّةَ مِنْ قَبْل»

(You killed a believing man who hid his faith with disbelieving people, after he had announced his faith to you. Remember that you used to hide your faith in Makkah before.) Al-Bukhari recorded this shorter version without a complete chain of narrators. However a longer version with a connected chain of narrators has also been recorded. Al-Hafiz Abu Bakr Al-Bazzar recorded that Ibn `Abbas said, "The Messenger of Allah ﷺ sent a military expedition under the authority of Al-Miqdad bin Al-Aswad and when they reached the designated area, they found the people had dispersed. However, a man with a lot of wealth did not leave and said, `I bear witness that there is no deity worthy of worship except Allah.' Yet, Al-Miqdad killed him, and a man said to him, `You killed a man after he proclaimed: "There is no deity worthy of worship except Allah. By Allah I will mention what you did to the Prophet .' When they went back to the Messenger of Allah ﷺ, they said, `O Messenger of Allah! Al-Miqdad killed a man who testified that there is no deity worthy of worship except Allah.' He said,

«ادْعُوا لِيَ الْمِقْدَادَ، يَا مِقْدَادُ أَقَتَلْتَ رَجُلًا يَقُولُ: لَا إِلهَ إلَّا اللهُ، فَكَيْفَ لَكَ بِلَا إِلهَ إِلَّا اللهُ غَدًا؟»

(Summon Al-Miqdad before me. O Miqdad! Did you kill a man who proclaimed, "There is no deity worthy of worship except Allah" What would you do when you face, "There is no deity worthy of worship except Allah tomorrow") Allah then revealed;

يَـأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُواْ إِذَا ضَرَبْتُمْ فِى سَبِيلِ اللَّهِ فَتَبَيَّنُواْ وَلاَ تَقُولُواْ لِمَنْ أَلْقَى إِلَيْكُمُ السَّلَـمَ لَسْتَ مُؤْمِناً تَبْتَغُونَ عَرَضَ الْحَيَوةِ الدُّنْيَا فَعِنْدَ اللَّهِ مَغَانِمُ كَثِيرَةٌ كَذلِكَ كُنتُمْ مِّن قَبْلُ فَمَنَّ اللَّهُ عَلَيْكُمْ فَتَبَيَّنُواْ

(O you who believe! When you go (to fight) in the cause of Allah, verify (the truth), and say not to anyone who greets you: "You are not a believer;" seeking the perishable goods of the worldly life. There are much more profits and booties with Allah. Even as he is now, so were you yourselves before till Allah conferred on you His Favors, therefore, be cautious in discrimination). The Messenger of Allah ﷺ said to Al-Miqdad,

«كَانَ رَجُلٌ مُؤْمِنٌ يُخْفِي إِيمَانَهُ مَعَ قَوْمٍ كُفَّارٍ فَأَظْهَرَ إيمَانَهُ فَقَتَلْتَهُ، فَكَذَلِكَ كُنْتَ أَنْتَ تُخْفِي إِيمَانَكَ بِمَكَّةَ مِنْ قَبْل»

(He was a believing man who hid his faith among disbelieving people, and he announced his faith to you, but you killed him, although you used to hide your faith before, in Makkah.)" Allah's statement,

فَعِنْدَ اللَّهِ مَغَانِمُ كَثِيرَةٌ

(There is much more benefit with Allah.) means, better than what you desired of worldly possessions which made you kill the one who greeted you with the Salam and pronounced his faith to you. Yet, you ignored all this and accused him of hypocrisy, to acquire the gains of this life. However, the pure wealth with Allah is far better than what you acquired. Allah's statement,

كَذلِكَ كُنتُمْ مِّن قَبْلُ فَمَنَّ اللَّهُ عَلَيْكُمْ

(so were you yourselves before, till Allah conferred on you His Favors.) means, beforehand, you used to be in the same situation like this person who hid his faith from his people. We mentioned the relevant Hadiths above. Allah said,

وَاذْكُرُواْ إِذْ أَنتُمْ قَلِيلٌ مُّسْتَضْعَفُونَ فِى الاٌّرْضِ

(And remember when you were few and were reckoned weak in the land). `Abdur-Razzaq recorded that Sa`id bin Jubayr commented about Allah's statement,

كَذلِكَ كُنتُمْ مِّن قَبْلُ

(so were you yourselves before), "You used to hide your faith, just as this shepherd hid his faith." Allah said,

فَتَبَيَّنُواْ

(therefore, be cautious in discrimination), then said,

إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيراً

(Allah is Ever Well-Aware of what you do.) and this part of the Ayah contains a threat and a warning, as Sa`id bin Jubayr stated.

Hadits Terkait

bukhari:2494Sahih al-Bukhari

Telah menceritakan kepada kami ['Abdul 'Aziz bin 'Abdullah Al 'Amiriy Al Uwaisiy] telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Sa'ad] dari [Shalih] dari [Ibnu Syihab] telah menceritakan kepadaku ['Urwah] bahwa dia bertanya kepada ['Aisyah radliallahu 'anha]. Dan [Al Laits] berkata, telah menceritakan kepadaku [Yunus] dari [Ibnu Syihab] be telah menceritakan kapadaku ['Urwah bin Az Zubair] bahwa dia bertanya kepada ['Aisyah radliallahu 'anha] tentang firman Allah yang artinya: ("Jika kamu khawatir tidak dapat berlaku adil …. seterusnya hingga …empat-empat". (QS. An-Nisaa ayat 3), maka ia menjawab: "Wahai anak saudariku, yang dimaksud ayat itu adalah seorang anak perempuan yatim yang berada pada asuhan walinya, hartanya ada pada walinya, dan walinya ingin memiliki harta itu dan menikahinya namun ia tidak bisa berbuat adil dalam memberikan maharnya, yaitu memberi seperti ia memberikan untuk yang lainnya, maka mereka dilarang untuk menikahinya kecuali jika mereka bisa berbuat adil pada mereka, dan mereka memberikan mahar terbaik kepadanya, mereka diperintahkan untuk menikahi wanita-wanita yang baik untuk mereka selain anak-anak yatim itu". 'Urwah berkata, lalu 'Aisyah berkata, kemudian orang-orang meminta fatwa kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam setelah turunnya ayat ini; wayastaftuunaka finnisaa' (dan mereka meminta fatwa kepadamu tentang para wanita) hingga firmanNya; watarghobuuna antankihuuhunna (dan kalian ingin menikahi mereka) dan yang disebutkan Allah pada firmanNya bahwa; yutla 'alaikum fil kitab (telah disebutkan untuk kalian di dalam Al Quran) ayat pertama yang Allah berfirman didalamnya ada kalimat; wa in khiftum allaa tuqsituu fil yataamaa fankihuu maa thaoba lakum minan nisaa' (jika kalian tidak bisa berbuat adil kepada anak-anak yatim, maka nikahilah wanita-wanita yang baik untuk kalian), 'Aisyah berkata, dan firman Allah pada ayat yang lain; watarghobuuna an tankihuuhunna (dan kalian ingin untuk menikahi mereka) yaitu keinginan kalian untuk menikahi anak perempuan yatim yang kalian asuh ketika ia sedikit hartanya dan kurang menarik wajahya, maka mereka dilarang untuk menikahi mereka karena semata hartanya dan kecantikannya dari anak-anak perempuan yatim kecuali dengan adil disebabkan ketidak tertarikan mereka kepada perempuan yatim itu

muslim:390Sahih Muslim

Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah bin Sa'id] telah menceritakan kepada kami [Laits]. (dalam jalur lain disebutkan) Dan telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Rumh] telah mengabarkan kepada kami [al-Laits] dari [Ibnu Syihab] dari [Ibnu al-Musayyab] bahwa dia mendengar [Abu Hurairah] mengatakan, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya! Sungguh, kedatangan Isa bin Mariam kepada kalian untuk menjadi hakim secara adil akan segera tiba. Dia akan mematahkan salib, membunuh babi serta menghapuskan jizyah (dari orang kafir). Harta akan melimpah ruah, sehingga tidak ada seorang pun yang ingin menerimanya." Dan telah menceritakannya kepada kami [Abdul A'la bin Hammad] dan [Abu Bakar bin Abu Syaibah] dan [Zuhair bin Harb] mereka berkata; telah menceritakan kepada kami [Sufyan bin Uyainah]. (dalam riwayat lain disebutkan) Dan telah menceritakannya kepadaku tentangnya [Harmalah bin Yahya] telah mengabarkan kepada kami [Ibnu Wahab] dia berkata, telah menceritakan kepadaku [Yunus]. (dalam riwayat lain disebutkan) Dan telah menceritakan kepada kami [Hasan al-Hulwani] dan ['Abd bin Humaid] dari [Ya'qub bin Ibrahim bin Sa'id] telah menceritakan kepada kami [ayahku] dari [Shalih] seluruhnya dari [Az-Zuhri] dengan isnad ini. Dan dalam riwayat Ibnu Uyainah disebutkan, "Sebagai imam yang adil dan hakim yang adil." Sedangkan dalam riwayat Yunus, "Sebagai hakim yang adil, " dan tidak menyebutkan, "imam yang adil." Sedangkan dalam riwayat Shalih, "Hakim yang adil." Sebagaimana dikatakan al-Laits, dan dalam haditsnya terdapat tambahan, "hingga satu sujud lebih baik daripada dunia dan seisinya." Kemudian Abu Hurairah berkata, "Bacalah jika kalian berkehendak: '(Tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya) ' (Qs. an-Nisaa':)

nasai:1009Sunan an-Nasa'iSahihSahih

Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Adam] dari [Hafsh bin ghiyats] dari [Al A'la bin Al Musayyab] dari [Amr bin Murrah] dari [Thalhah bin Yazid] dari [Hudzaifah] dan [Al A'masy] dari [Sa'd bin Ubaidah] dari [Al Mustawrid Al Ahnaf] dari [Shilah bin Zufar] dari [Hudzaifah] bahwa Nabi Shallallallahu'alaihi wasallam pernah membaca surat Al Baqarah, Ali 'Imraan, dan An-Nisaa' dalam satu rakaat. Beliau Shallallallahu'alaihi wasallam tidak melewati (membaca) ayat yang berkenaan dengan rahmat kecuali beliau berdoa, dan tidak melewati (membaca) ayat yang berkenaan dengan adzab kecuali beliau memohon perlindungan kepada-Nya

nasai:1133Sunan an-Nasa'iSahihSahih

Telah mengabarkan kepada kami [Ishaq bin Ibrahim] dia berkata; telah memberitakan kepada kami [Jarir] dari [Al A'masy] dari [Sa'ad bin 'Ubaidah] dari [Al Mustaurid bin Al Ahnaf] dari [Shilah bin Zufar] dari [Hudzaifah] dia berkata; "Pada suatu malam aku mengerjakan shalat bersama Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam, beliau mulai dengan membaca surat Al Baqarah. Beliau telah membaca seratus ayat dan belum ruku lalu tetap membacanya." Hudzaifah berkata; "Beliau menyelesaikannya pada dua rakaat, lantas berlalu." Hudzaifah berkata lagi; "Beliau menyelesaikannya kemudian ruku' dan terus berlalu hinggga beliau membaca surat An-Nisaa', kemudian membaca surat Ali 'Imraan, lalu ruku' yang lamanya seperti berdiri. Saat ruku' beliau mengucapkan, 'Subhana rabbiyal 'adzimi, subhana rabbiyal 'adzimi, subhana rabbiyal 'adzimi (Maha suci Tuhan-ku yang Maha Agung) '. Lalu beliau mengangkat kepala sambil mengucapkan, 'Sami'allahu liman hamidah rabbana lakal hamdu (Allah Maha mendengar orang yang memuji-Nya, segala puji untuk-Mu) '. Beliau memperpanjang berdirinya kemudian sujud, dan beliau memperlama sujudnya sambil mengucapkan, 'Subhana rabbiyal a'laa, subhana rabbiyal a'laa, subhana rabbiyal a'laa (Maha Suci Tuhanku yang Maha Tinggi) '. Beliau Shallallahu'alaihiwasallam tidak melalui ayat ancaman atau pengagungan Allah Azza wa Jalla kecuali beliau Shallallahu'alaihiwasallam berdzikir kepada-Nya

nasai:1433Sunan an-Nasa'iSahihSahih

Telah mengabarkan kepada kami [Ishaq bin Ibrahim] dia berkata; telah memberitakan kepada kami ['Abdullah bin Idris] dia berkata; telah memberitakan kepada kami [Ibnu Juraij] dari [Ibnu Abu 'Ammar] dari ['Abdullah bin Babaih] dari [Ya'la bin Umayyah] dia berkata;? ku pernah bertanya kepada ['Umar bin Al Khaththab] tentang ayat, 'Tidaklah apa-apa bagi kalian untuk mengqashar/meringkas shalat jika kalian takut (khawatir) diserang orang-orang kafir'. (Qs. An-Nisaa' (4): 101), bukankah sekarang manusia sudah merasa aman?!" Lalu Umar menjawab, "Aku juga heran seperti kamu, dan aku juga pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam seperti itu? Beliau menjawab: 'Itu sedekah yang Allah sedekahkan kepada kalian, maka terimalah sedekah-Nya