An-Najm

Ayat 1

سُورَةُ النَّجۡمِ

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ وَٱلنَّجْمِ إِذَا هَوَىٰ

Demi bintang ketika terbenam.

Surah An-Najm (The Star)Ayat 1 dari 62

Tafsir Ibn Kathir

Which was revealed in Makkah

The First Surah in which a Prostration is revealed

Al-Bukhari recorded that `Abdullah bin Mas`ud said, "Surat An-Najm was the first Surah in which a prostration was revealed. The Prophet (recited it in Makkah) and prostrated. Those who were with him did the same, except an old man who took a handful of soil and prostrated on it. Later on, I saw him killed as a disbeliever; he was Umayyah bin Khalaf." Al-Bukhari recorded this Hadith in several places of his Sahih, as did Muslim, Abu Dawud and An-Nasa'i, using various chains of narration through Abu Ishaq from `Abdullah.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـنِ الرَّحِيمِ

In the Name of Allah, the Most Gracious, the Most Merciful.

Allah swears the Messenger ﷺ is True and His Words are a Revelation from Him

Ibn Abi Hatim recorded that Ash-Sha`bi and others stated that the Creator swears by whatever He wills among His creation, but the created only vow by the Creator. Allah said,

وَالنَّجْمِ إِذَا هَوَى

(By the star when it goes down.) Ibn Abi Najih reported that Mujahid said, "The star refers to Pleiades when it sets at Fajr." Ad-Dahhak said "When the Shayatin are shot with it." And this Ayah is like Allah's saying;

فَلاَ أُقْسِمُ بِمَوَقِعِ النُّجُومِ - وَإِنَّهُ لَقَسَمٌ لَّوْ تَعْلَمُونَ عَظِيمٌ - إِنَّهُ لَقُرْءَانٌ كَرِيمٌ - فِى كِتَـبٍ مَّكْنُونٍ - لاَّ يَمَسُّهُ إِلاَّ الْمُطَهَّرُونَ - تَنزِيلٌ مِّن رَّبِّ الْعَـلَمِينَ

(So, I swear by the setting of the stars. And verily, that is indeed a great oath, if you but know. That is indeed an honorable recitation. In a Book well-guarded. Which none can touch but the pure. A revelation from the Lord of all that exists.)(56:75-80) Allah said;

مَا ضَلَّ صَـحِبُكُمْ وَمَا غَوَى

(Your companion has neither gone astray nor has erred.) This contains the subject of the oath. This part of the Ayah is the witness that the Messenger of Allah ﷺ is sane and a follower of Truth. He is neither led astray, such as in the case of the ignorant who does not proceed on any path with knowledge, nor is he one who erred, such as in the case of the knowledgeable, who knows the Truth, yet deviates from it intentionally to something else. Therefore, Allah exonerated His Messenger and his Message from being similar to the misguided ways of the Christians and the erroneous paths of the Jews, such as knowing the Truth and hiding it, while abiding by falsehood. Rather, he, may Allah's peace and blessings be on him, and his glorious Message that Allah has sent him with, are on the perfect straight path, following guidance and what is correct.

Muhammad ﷺ was sent as a Mercy for all that exists; He does not speak of His Desire

Allah said,

وَمَا يَنطِقُ عَنِ الْهَوَى

(Nor does he speak of desire), asserting that nothing the Prophet utters is of his own desire or wish,

إِنْ هُوَ إِلاَّ وَحْىٌ يُوحَى

(It is only a revelation revealed.), means, he only conveys to the people what he was commanded to convey, in its entirety without additions or deletions. Imam Ahmad recorded that Abu Umamah said that he heard the Messenger of Allah ﷺ say,

«لَيَدْخُلَنَّ الْجَنَّةَ بِشَفَاعَةِ رَجُلٍ لَيْسَ بِنَبِيَ مِثْلُ الْحَيَّيْنِ أَوْ مِثْلُ أَحَدِ الْحَيَّيْنِ رَبِيعَةَ وَمُضَر»

(Verily, numbers similar to the two tribes, or one of them, Rabi`ah and Mudar, will enter Paradise on account of the intercession of one man, who is not a Prophet.) A man asked, "O Allah's Messenger! Is not Rabi`ah a subtribe of Mudar." The Prophet said,

«إِنَّمَا أَقُولُ مَا أَقُول»

(I said what I said.) Imam Ahmad recorded that `Abdullah bin `Amr said, "I used to record everything I heard from the Messenger of Allah ﷺ so it would be preserved. The Quraysh discouraged me from this, saying, `You record everything you hear from the Messenger of Allah ﷺ, even though he is human and sometimes speaks when he is angry' I stopped recording the Hadiths for a while, but later mentioned what they said to the Messenger of Allah ﷺ, who said,

«اكْتُبْ، فَوَ الَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ مَا خَرَجَ مِنِّي إِلَّا الْحَق»

(Write! By He in Whose Hand is my soul, every word that comes out of me is the Truth.)" Abu Dawud also collected this Hadith.

Hadits Terkait

malik:484Muwatta MalikMauquf Sahih

Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari [Ibnu Syihab] dari [Al A'raj] bahwa [Umar bin Khatthab] membaca surat An-Najm; IDZA HAWA (dalam shalatnya), lalu dia sujud karenanya. Kemudian dia berdiri lagi dan membaca surat yang lain

muslim:442Sahih Muslim

Dan telah menceritakan kepada kami [Ibnu Numair] telah menceritakan kepada kami [Abu Usamah] telah menceritakan kepada kami [Zakariya'] dari [Ibnu Asywa'] dari [Amir] dari [Masruq] dia berkata, "Aku berkata kepada [Aisyah], 'Lalu kita apakah firman Allah: '(Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi, maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi). Lalu dia menyampaikan kepada hambaNya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan) ' (Qs. an-Najm: 8-10). Aisyah menjawab, '(Yang dimaksud ayat tersebut) adalah Jibril. Dia mendatangi Rasulullah dalam bentuk seorang laki-laki, dan pada kesempatan ini, dia mendatangi beliau dalam bentuknya yang sesungguhnya, sehingga dia menutupi ufuk langit

nasai:451Sunan an-Nasa'iSahihSahih

Telah mengabarkan kepada kami [Ahmad bin Sulaiman] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Adam] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Malik bin Mighwal] dari [Zubair bin 'Adi] dari [Thalhah bin Musharrif] dari [Murrah] dari [Abdulah] dia berkata; " Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam diisra'kan beliau sampai ke Sidratul Muntaha, yaitu satu tempat di langit yang ke enam dan sampai di situlah berakhirnya semua yang naik dari bawah dan sampai di situ pula semua yang turun dari atas hingga dapat terpegang. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kemudian membacakan ayat: "Ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya" (Qs. An-Najm (53): 16) Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: " (Yang meliputi Sidratul Muntaha) adalah kupu-kupu dari emas, lalu aku diberi tiga hal, yaitu shalat lima waktu, akhir-akhir surat Al Baqarah, dan orang yang mati dari umatku diampuni, asalkan tidak menyekutukan Allah Azza Wa Jalla dengan sesuatupun

nasai:958Sunan an-Nasa'iHasan IsnaadHasan Isnaad

Telah mengabarkan kepada kami [Abdul Malik Abdul Hamid bin Maimun bin Mihran] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Ibnu Hambali] dia berkata; Telah mengabarkan kepada kami [Ibrahim bin Khalid] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Rabah] dari [Ma'mar] dari [Ibnu Thawus] dari [Ikrimah bin Khalid] dari [Ja'far bin Al Muthallib bin Abu Wada'ah] dari [Bapaknya] dia berkata; "Rasulullah Shallallallahu'alaihi wasallam pernah membaca surat An-Najm di Makkah, dan beliau Shallallallahu'alaihi wasallam sujud dengan diikuti oleh orang di sekitarnya. Namun aku mengangkat kepalaku dan enggan untuk sujud waktu itu Al Muthallib belum masuk Islam

bukhari:1067Sahih al-Bukhari

Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basysyar] berkata, telah menceritakan kepada kami [Ghundar] berkata, telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Abu Ishaq] berkata; aku mendengar [Al Aswad] dari ['Abdullah radliallahu 'anhu] berkata: "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam membaca surah An-Najm ketika berada di Makkah. Maka Beliau sujud tilawah begitu juga orang-orang yang bersama Beliau. Kecuali ada seorang yang tua, dia hanya mengambil segenggam kerikil atau tanah lalu menempelkannya pada mukanya seraya berkata; "bagiku cukup begini". Di kemudian hari aku melihat orang itu terbunuh dalam kekafiran