Ar-Rahmaan

Ayat 26

سُورَةُ الرَّحۡمَٰن

كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍۢ

Semua yang ada di bumi itu akan binasa.

Surah Ar-Rahmaan (The Beneficent)Ayat 26 dari 78

Tafsir Ibn Kathir

Allah is the Ever Living, Free of all Need

Allah states that all the residents of earth will perish and die. The residents of the heavens will die, except whomever Allah wills. Only Allah's Honorable Face will remain, because our Lord, the Exalted, the Blessed, is the Ever Living Who never dies. Qatadah said, "First, Allah mentioned His creatures and then He said that all of this will perish." And in the reported supplication: `O You the Ever Living Who sustains all that exists! O You Who created the heavens and the earth without precedence. O You, Who Owns the glory and the honor, none has the right to be worshipped except You. We seek refuge with Your mercy. Grant Us success in all of our matters. Please, do not abandon us to rely on ourselves even for an instant nor on any of Your creation." Ash-Sha`bi said, "When you have recited,

كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ

(Whatsoever is on it (the earth) will perish.) do not stop, continue reading,

وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلْـلِ وَالإِكْرَامِ

(And the Face of your Lord Dhul-Jalal wal-Ikram will remain forever.)" This Ayah is similar to Allah's statement,

كُلُّ شَىْءٍ هَالِكٌ إِلاَّ وَجْهَهُ

(Everything will perish save His Face.)(28:88) In this Ayah, Allah describes His Noble Face as being Dhul-Jalal wal-Ikram, indicating that He is Worthy of being revered, and thus, never defied; and obeyed, and thus, never disobeyed,

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِىِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ

(And keep yourself patiently with those who call on their Lord morning and afternoon, seeking His Face.)(18:28), And as He said about those giving charity:

إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ

(We feed you seeking Allah's Face only.)(76:9) Ibn `Abbas commented on the meaning of Dhul-Jalal wal-Ikram, by saying, "Owner of greatness and pride." After Allah stated that all of the inhabitants of the earth will die and end up in the Hereafter when He, Dhul-Jalal wal-Ikram, will judge them by His fair judgement, He said,

فَبِأَىِّ ءَالاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

(Then which of the blessings of your Lord will you both deny) Allah said,

يَسْأَلُهُ مَن فِى السَّمَـوَتِ وَالاٌّرْضِ كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِى شَأْنٍ

(Whosoever is in the heavens and on the earth begs of Him. Every day He is (engaged) in some affair.) In this Ayah, Allah affirms that He is Rich, Free of all wants for anyone else and that all creatures stand in need of Him, in all conditions and situations. They all seek His help willingly or unwillingly. Everyday, He is engaged in some affair. Al-A`mash reported from Mujahid, from `Ubayd bin `Umayr,

كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِى شَأْنٍ

(Every day He is (engaged) in some affair.) He said, "Of His affairs is that He answers the supplicant, or gives to the one requesting, or removing adversity, or cures the one seeking to be cured."

Hadits Terkait

malik:187Muwatta MalikSahih

Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari [Al 'Ala bin Abdurrahman bin Ya'qub] Bahwasanya ia mendengar [Abu As Sa`ib] mantan budak Hisyam bin Zuhrah berkata; Saya mendengar [Abu Hurairah] berkata, "Saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa shalat namun tidak membaca Ummul qur'an (Al Fatihah) di dalamnya, maka shalatnya kurang, shalatnya kurang, shalatnya kurang dan tidak sempurna." Abu As Sa`ib berkata, "Lalu saya berkata, "Wahai Abu Hurairah, aku terkadang shalat di belakang imam, " Abu As Sa`ib berkata, "Abu Hurairah langsung memegang lenganku seraya berkata, "Bacalah dalam hatimu, Wahai orang Persi', karena saya telah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah Tabaraka Wa Ta'ala berfirman, 'Aku membagi antara diri-Ku dan hamba-Ku dengan dua paruh, separuh untukku dan separuh lainnya untuk hamba-Ku, dan bagi hamba-Ku apa yang dia yang minta.' Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Bacalah: ALHAMDU LILLAHI RABBIL 'AALAMIIN. Allah Tabaraka Wa Ta'ala berfirman; 'Hamba-Ku telah memuji-Ku'. Jika seorang hamba membaca; AR-RAHMAANIR RAHIIM. Allah Tabaraka Wa Ta'ala berfirman; 'Hamba-Ku telah memuji-Ku.' Jika seorang hamba membaca; MALIKI YAUMIDDIIN. Allah berfirman; 'Hamba-Ku telah mengagungkan-Ku'. Jika seorang hamba membaca; 'IYYAAKA NA'BUDU WA IYYAAKA NASTA'IIN'. Ayat ini antara Aku dengan hamba-Ku, dan untuknya apa yang dia minta." Jika seorang hamba membaca, 'IHDINAS SHIRAATHAL MUSTAQIIM, SHIRAATHAL LADZIINA AN'AMTA 'ALAIHIM GHAIRIL MAGHDLUUBI 'ALAIHIM WALAD DLAALLIIN', itu semua untuk hamba-Ku dan baginya apa yang dia minta

tirmidhi:2533Jami' at-TirmidhiDaifDaif

Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Abdurrahman] telah bercerita kepada kami [Farwah bin Abul Maghra'] telah bercerita kepada kami ['Abidah bin Humaid] dari ['Atho' bin As Sa'ib] dari [Amru bin Maimun] dari [Abdullah bin Mas'ud] dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam beliau bersabda: "Sesungguhnya putih betisnya seorang wanita penghuni syurga akan tampak kelihatan dari balik tujuh puluh kalin sampai terlihat tulangnya yang jernih, yang demikian itu karena Allah telah berfirman "Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan." (Ar-Rahmaan: 58) adapun permata yaqutnya terbuat dari batu yang jika di masukkan kabel ke dalamnya kemudian kamu bersihkan, niscaya kamu akan dapat melihat dari belakangnya." Telah menceritakan kepada kami [Hannad] telah bercerita kepada kami ['Abidah bin Humaid] dari ['Atho` bin As Sa'ib] dari [Amru bin Maimun] dari [Abdullah bin Mas'ud] dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam dengan hadits yang semakna. Telah menceritakan kepada kami [Hannad] telah bercerita kepada kami [Abu Al Ahwas] dari [Atho' bin As Sa'ib] dari [Amru bin Maimun] dari [Abdullah bin Mas'ud] dengan hadits yang semakna dengannya namun tidak memarfu'kanya dan ini lebih shahih dari hadits 'Abidah bin Humaid, demikianlah Jarir dan yang lainnya meriwayatkan dari 'Atho` bin As Sa'ib dan mereka tidak memarfu'kannya. Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah] telah bercerita kepada kami [Jarir] dari ['Atho` bin As Sa'ib] yang semakna dengan hadits Abul Ahwas namun sahabat 'Atho' tidak memarfu'kannya dan ini yang lebih shahih