1
Niat
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ
Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Barangsiapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang ingin diraihnya atau karena wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya kepada apa yang ia tuju.
Perawi: Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu 'anhu
2
Islam, Iman, dan Ihsan
أَخْبِرْنِي عَنِ الْإِسْلَامِ، قَالَ: الْإِسْلَامُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، وَتُقِيمَ الصَّلَاةَ، وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ، وَتَصُومَ رَمَضَانَ، وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيلًا
Beritahukan kepadaku tentang Islam. Beliau bersabda: Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadhan, dan berhaji ke Baitullah jika engkau mampu.
Perawi: Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu 'anhu
3
Rukun Islam
بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، وَإِقَامِ الصَّلَاةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وَحَجِّ الْبَيْتِ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ
Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berhaji ke Baitullah, dan berpuasa Ramadhan.
Perawi: Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma
4
Penciptaan Manusia dan Takdir
إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا نُطْفَةً، ثُمَّ يَكُونُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُونُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيهِ الرُّوحَ
Sesungguhnya penciptaan salah seorang dari kalian dikumpulkan dalam perut ibunya selama empat puluh hari berupa nutfah, kemudian menjadi segumpal darah selama itu pula, kemudian menjadi segumpal daging selama itu pula. Kemudian diutuslah malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya.
Perawi: Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu
5
Larangan Bid'ah
مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ
Barangsiapa yang mengada-adakan sesuatu dalam urusan (agama) kami yang bukan bagian darinya, maka ia tertolak.
Perawi: Aisyah radhiyallahu 'anha
6
Halal dan Haram
إِنَّ الْحَلَالَ بَيِّنٌ وَإِنَّ الْحَرَامَ بَيِّنٌ وَبَيْنَهُمَا أُمُورٌ مُشْتَبِهَاتٌ لَا يَعْلَمُهُنَّ كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ، فَمَنِ اتَّقَى الشُّبُهَاتِ فَقَدِ اسْتَبْرَأَ لِدِينِهِ وَعِرْضِهِ
Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas, dan di antara keduanya terdapat perkara-perkara syubhat (samar) yang tidak diketahui oleh kebanyakan manusia. Barangsiapa yang menjaga dirinya dari perkara syubhat, maka ia telah membersihkan agama dan kehormatannya.
Perawi: An-Nu'man bin Basyir radhiyallahu 'anhuma
7
Agama adalah Nasihat
الدِّينُ النَّصِيحَةُ، قُلْنَا: لِمَنْ؟ قَالَ: لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُولِهِ وَلِأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ
Agama itu nasihat. Kami bertanya: Untuk siapa? Beliau bersabda: Untuk Allah, kitab-Nya, rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin, dan kaum muslimin pada umumnya.
Perawi: Tamim Ad-Dari radhiyallahu 'anhu
8
Kesucian Darah Seorang Muslim
أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ، وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ، فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ عَصَمُوا مِنِّي دِمَاءَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ
Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat. Apabila mereka telah melakukan hal itu, maka darah dan harta mereka terlindungi dariku.
Perawi: Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma
9
Larangan Berlebihan dalam Bertanya
مَا نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَاجْتَنِبُوهُ، وَمَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ، فَإِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ كَثْرَةُ مَسَائِلِهِمْ وَاخْتِلَافُهُمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ
Apa yang aku larang darinya maka jauhilah, dan apa yang aku perintahkan maka kerjakanlah semampu kalian. Sesungguhnya yang membinasakan orang-orang sebelum kalian adalah banyaknya pertanyaan mereka dan penentangan mereka terhadap nabi-nabi mereka.
Perawi: Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu
10
Makanan yang Halal dan Baik
إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إِلَّا طَيِّبًا، وَإِنَّ اللَّهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِينَ
Sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah memerintahkan orang-orang beriman sebagaimana Dia memerintahkan para rasul.
Perawi: Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu
11
Meninggalkan yang Meragukan
دَعْ مَا يَرِيبُكَ إِلَى مَا لَا يَرِيبُكَ
Tinggalkanlah apa yang meragukanmu kepada apa yang tidak meragukanmu.
Perawi: Al-Hasan bin Ali radhiyallahu 'anhuma
12
Meninggalkan yang Tidak Bermanfaat
مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ
Di antara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan apa yang tidak bermanfaat baginya.
Perawi: Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu
13
Mencintai Saudara Sesama Muslim
لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
Tidak beriman salah seorang dari kalian hingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri.
Perawi: Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu
14
Haramnya Darah Seorang Muslim
لَا يَحِلُّ دَمُ امْرِئٍ مُسْلِمٍ إِلَّا بِإِحْدَى ثَلَاثٍ: الثَّيِّبُ الزَّانِي، وَالنَّفْسُ بِالنَّفْسِ، وَالتَّارِكُ لِدِينِهِ الْمُفَارِقُ لِلْجَمَاعَةِ
Tidak halal darah seorang muslim kecuali karena salah satu dari tiga perkara: orang yang sudah menikah berzina, jiwa dengan jiwa (qishash), dan orang yang meninggalkan agamanya memisahkan diri dari jamaah.
Perawi: Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu
15
Adab Berkata dan Memuliakan Tamu
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ
Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya.
Perawi: Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu
16
Larangan Marah
لَا تَغْضَبْ، فَرَدَّدَ مِرَارًا، قَالَ: لَا تَغْضَبْ
Jangan marah. Orang itu mengulang-ulang pertanyaannya, dan beliau tetap bersabda: Jangan marah.
Perawi: Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu
17
Ihsan dalam Segala Hal
إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الْإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ، فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ، وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذِّبْحَةَ
Sesungguhnya Allah mewajibkan ihsan (berbuat baik) dalam segala hal. Jika kalian membunuh maka perbaikilah cara membunuh, dan jika kalian menyembelih maka perbaikilah cara menyembelih.
Perawi: Syaddad bin Aus radhiyallahu 'anhu
18
Takwa dan Akhlak Mulia
اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ
Bertakwalah kepada Allah di mana pun engkau berada, iringilah keburukan dengan kebaikan niscaya ia akan menghapusnya, dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik.
Perawi: Abu Dzar dan Mu'adz bin Jabal radhiyallahu 'anhuma
19
Menjaga Diri dari Hal-hal yang Diharamkan Allah
يَا غُلَامُ، إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ: احْفَظِ اللَّهَ يَحْفَظْكَ، احْفَظِ اللَّهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ
Wahai anak muda, aku ajarkan kepadamu beberapa kalimat: Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu.
Perawi: Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhuma
20
Malu
إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلَامِ النُّبُوَّةِ الْأُولَى: إِذَا لَمْ تَسْتَحِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ
Sesungguhnya di antara yang didapati manusia dari kalam kenabian terdahulu adalah: Jika engkau tidak malu, maka berbuatlah sesukamu.
Perawi: Abu Mas'ud Uqbah bin Amr Al-Anshari radhiyallahu 'anhu
21
Istiqamah
قُلْ آمَنْتُ بِاللَّهِ ثُمَّ اسْتَقِمْ
Katakanlah: Aku beriman kepada Allah, kemudian istiqamahlah (teguh di atas keimanan).
Perawi: Sufyan bin Abdullah Ats-Tsaqafi radhiyallahu 'anhu
22
Jalan Menuju Surga
أَرَأَيْتَ إِذَا صَلَّيْتُ الْمَكْتُوبَاتِ، وَصُمْتُ رَمَضَانَ، وَأَحْلَلْتُ الْحَلَالَ، وَحَرَّمْتُ الْحَرَامَ، وَلَمْ أَزِدْ عَلَى ذَلِكَ شَيْئًا، أَأَدْخُلُ الْجَنَّةَ؟ قَالَ: نَعَمْ
Bagaimana menurutmu jika aku mengerjakan shalat wajib, berpuasa Ramadhan, menghalalkan yang halal, mengharamkan yang haram, dan tidak menambah selain itu, apakah aku masuk surga? Beliau bersabda: Ya.
Perawi: Abu Abdillah Jabir bin Abdullah Al-Anshari radhiyallahu 'anhuma
23
Bersuci dan Shalat
الطُّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلَأُ الْمِيزَانَ، وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلَآنِ مَا بَيْنَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، وَالصَّلَاةُ نُورٌ
Bersuci adalah separuh iman, alhamdulillah memenuhi timbangan, subhanallah dan alhamdulillah memenuhi apa yang ada di antara langit dan bumi, shalat adalah cahaya.
Perawi: Abu Malik Al-Harits bin Ashim Al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu
24
Larangan Kezaliman
يَا عِبَادِي إِنِّي حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِي وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا فَلَا تَظَالَمُوا
Wahai hamba-Ku, sesungguhnya Aku telah mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku jadikan ia haram di antara kalian, maka janganlah kalian saling menzalimi.
Perawi: Abu Dzar Al-Ghifari radhiyallahu 'anhu
25
Keutamaan Dzikir dan Sedekah
كُلُّ سُلَامَى مِنَ النَّاسِ عَلَيْهِ صَدَقَةٌ، كُلَّ يَوْمٍ تَطْلُعُ فِيهِ الشَّمْسُ: تَعْدِلُ بَيْنَ اثْنَيْنِ صَدَقَةٌ
Setiap persendian manusia diwajibkan sedekah setiap hari terbitnya matahari. Mendamaikan antara dua orang adalah sedekah.
Perawi: Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu
26
Banyaknya Jalan Kebaikan
كُلُّ مَعْرُوفٍ صَدَقَةٌ
Setiap kebaikan adalah sedekah.
Perawi: Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu
27
Kebaikan dan Dosa
الْبِرُّ حُسْنُ الْخُلُقِ، وَالْإِثْمُ مَا حَاكَ فِي نَفْسِكَ وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ النَّاسُ
Kebaikan itu adalah akhlak yang mulia, dan dosa itu adalah apa yang terasa mengganjal di hatimu dan engkau tidak suka jika orang lain mengetahuinya.
Perawi: An-Nawwas bin Sam'an radhiyallahu 'anhu
28
Berpegang pada Sunnah
عَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ، عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ
Hendaklah kalian berpegang pada sunnahku dan sunnah para Khulafa'ur Rasyidin yang mendapat petunjuk. Gigitlah ia dengan gigi geraham kalian.
Perawi: Al-Irbadh bin Sariyah radhiyallahu 'anhu
29
Pintu-pintu Kebaikan
أَلَا أَدُلُّكَ عَلَى أَبْوَابِ الْخَيْرِ؟ الصَّوْمُ جُنَّةٌ، وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ، وَصَلَاةُ الرَّجُلِ فِي جَوْفِ اللَّيْلِ
Maukah aku tunjukkan kepadamu pintu-pintu kebaikan? Puasa adalah perisai, sedekah memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api, dan shalat seseorang di tengah malam.
Perawi: Mu'adz bin Jabal radhiyallahu 'anhu
30
Batasan-batasan Allah
إِنَّ اللَّهَ فَرَضَ فَرَائِضَ فَلَا تُضَيِّعُوهَا، وَحَدَّ حُدُودًا فَلَا تَعْتَدُوهَا، وَحَرَّمَ أَشْيَاءَ فَلَا تَنْتَهِكُوهَا، وَسَكَتَ عَنْ أَشْيَاءَ رَحْمَةً لَكُمْ غَيْرَ نِسْيَانٍ فَلَا تَبْحَثُوا عَنْهَا
Sesungguhnya Allah telah mewajibkan beberapa kewajiban maka jangan kalian sia-siakan, menetapkan batasan-batasan maka jangan kalian langgar, mengharamkan beberapa hal maka jangan kalian langgar, dan mendiamkan beberapa hal sebagai rahmat bagi kalian bukan karena lupa maka jangan kalian cari-cari.
Perawi: Abu Tsa'labah Al-Khusyani radhiyallahu 'anhu
31
Zuhud
ازْهَدْ فِي الدُّنْيَا يُحِبَّكَ اللَّهُ، وَازْهَدْ فِيمَا عِنْدَ النَّاسِ يُحِبَّكَ النَّاسُ
Zuhudlah terhadap dunia niscaya Allah akan mencintaimu, dan zuhudlah terhadap apa yang ada di tangan manusia niscaya manusia akan mencintaimu.
Perawi: Sahl bin Sa'd As-Sa'idi radhiyallahu 'anhu
32
Tidak Boleh Membahayakan
لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ
Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan tidak boleh membahayakan orang lain.
Perawi: Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu
33
Beban Pembuktian
لَوْ يُعْطَى النَّاسُ بِدَعْوَاهُمْ لَادَّعَى رِجَالٌ أَمْوَالَ قَوْمٍ وَدِمَاءَهُمْ، لَكِنَّ الْبَيِّنَةَ عَلَى الْمُدَّعِي وَالْيَمِينَ عَلَى مَنْ أَنْكَرَ
Seandainya manusia diberi (hak) berdasarkan dakwaan mereka, niscaya orang-orang akan menuntut darah dan harta orang lain. Akan tetapi bukti itu wajib atas penuntut dan sumpah atas yang mengingkari.
Perawi: Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma
34
Mengubah Kemungkaran
مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ، وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ
Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran, hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Jika tidak mampu, maka dengan hatinya, dan itulah selemah-lemahnya iman.
Perawi: Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu
35
Persaudaraan Islam
لَا تَحَاسَدُوا، وَلَا تَنَاجَشُوا، وَلَا تَبَاغَضُوا، وَلَا تَدَابَرُوا، وَلَا يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ، وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا
Janganlah kalian saling hasad, saling menipu, saling membenci, saling membelakangi, dan janganlah sebagian kalian menjual di atas jualan sebagian yang lain. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.
Perawi: Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu
36
Memenuhi Kebutuhan Sesama Muslim
مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ
Barangsiapa melepaskan satu kesusahan seorang mukmin dari kesusahan-kesusahan dunia, niscaya Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan hari kiamat.
Perawi: Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu
37
Kebaikan dan Keburukan
إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ ثُمَّ بَيَّنَ ذَلِكَ، فَمَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللَّهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً
Sesungguhnya Allah telah mencatat kebaikan dan keburukan kemudian menjelaskannya. Barangsiapa berniat melakukan kebaikan namun tidak mengerjakannya, Allah mencatatnya sebagai satu kebaikan sempurna.
Perawi: Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma
38
Wali Allah
مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ، وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ
Barangsiapa memusuhi wali-Ku, maka Aku telah mengumumkan perang kepadanya. Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada apa yang Aku wajibkan kepadanya.
Perawi: Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu
39
Keringanan dalam Islam
إِنَّ اللَّهَ تَجَاوَزَ لِي عَنْ أُمَّتِي الْخَطَأَ وَالنِّسْيَانَ وَمَا اسْتُكْرِهُوا عَلَيْهِ
Sesungguhnya Allah memaafkan dari umatku kesalahan, lupa, dan apa yang mereka dipaksa melakukannya.
Perawi: Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma
40
Menjadi Asing di Dunia
كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ
Jadilah engkau di dunia seakan-akan orang asing atau musafir.
Perawi: Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma
41
Mengikuti Keinginan Rasulullah
لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يَكُونَ هَوَاهُ تَبَعًا لِمَا جِئْتُ بِهِ
Tidak beriman salah seorang dari kalian hingga hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa.
Perawi: Abu Muhammad Abdullah bin Amr bin Al-Ash radhiyallahu 'anhuma
42
Keluasan Ampunan Allah
يَا ابْنَ آدَمَ، إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِي وَرَجَوْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ مِنْكَ وَلَا أُبَالِي
Wahai anak Adam, selama engkau berdoa kepada-Ku dan mengharapkan-Ku, Aku ampuni dosamu dan Aku tidak peduli (betapa banyaknya).
Perawi: Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu