وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مُوسَىٰ بِـَٔايَٰتِنَا وَسُلْطَٰنٍۢ مُّبِينٍ
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Musa dengan tanda-tanda (kekuasaan) Kami dan mukjizat yang nyata,
Tafsir Ibn Kathir
The Story of Musa and Fir`awn
In these verses Allah informs of His sending Musa with His signs and clear proofs to Fir'awn, the king of the Coptic people, and his chiefs.
(but they followed the command of Fir`awn.) This means that they followed his path, way and methodology in transgression.
(and the command of Fir`awn was no right guide.) This means there was no right guidance in it. It was only ignorance, misguidance, disbelief and stubbornness. Just as they followed him in this life and he was their leader and chief, likewise he will lead them to the Hellfire on the Day of Resurrection. He will lead them directly to it and they will drink from springs of destruction. Fir`awn will have a great share in that awful punishment. This is as Allah, the Exalted, said,
(But Fir`awn disobeyed the Messenger; so We seized him with a severe punishment.)73:16 Allah also said,
(But Fir`awn belied and disobeyed. Then he turned his back, striving (against Allah). Then he gathered (his people) and cried aloud, Saying: "I am your lord, most high." So Allah, seized him with exemplary punishment for his last and first transgression. Verily, in this is an instructive admonition for whosoever fears Allah.)79:21-26 Allah also said,
(He will go ahead of his people on the Day of Resurrection, and will lead them into the Fire, and evil indeed is the place to which they are led.) This will be the condition of those who were followed. They will have a great share of the punishment on the Day of Resurrection. This is as Allah says,
(For each one there is double (torment), but you know not.) 7:38 Allah also says that the disbelievers will say while they are in the Hellfire,
("Our Lord! Verily, we obeyed our chiefs and our great ones, and they misled us from the (right) way. Our Lord! Give them double torment.") 33:67-68 Concerning the statement,
(They were pursued by a curse in this (deceiving life of this world) and (so they will be pursued by a curse) on the Day of Resurrection. ) meaning, `We have made them to be followed by something more than the punishment of the Fire and that is their being cursed in this life.'
(and on the Day of Resurrection, evil is the gift granted.) Mujahid said, "Another curse will be added to them on the Day of Resurrection, so these are two curses." `Ali bin Abi Talhah said that Ibn `Abbas said,
(evil indeed is the gift granted.) "The curse of this life and the Hereafter." Ad-Dahhak and Qatadah both said the same thing. This is similar to Allah's statement,
(And We made them leaders inviting to the Fire: and on the Day of Resurrection, they will not be helped. And We made a curse to follow them in this world, and on the Day of Resurrection, they will be among the despised.)28:41-42 Allah also says,
(The Fire, they are exposed to it, morning and afternoon. And on the Day when the Hour will be established (it will be said to the angels): "Cause Fir`awn's people to enter the severest torment!")40:46
Hadits Terkait
Telah mengabarkan kepada kami [Ishaq bin Ibrahim] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Jarir] dari [Manshur] dari [Rib'i] dari [Hudzaifah] dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Ada salah seorang di antara orang-orang sebelum kalian berburuk sangka terhadap perbuatannya sendiri, setelah kematian menjemputnya, ia berkata kepada keluarganya; "Jika aku mati, bakarlah aku, lumatkanlah aku, lalu taburkanlah aku di laut, Allah jika mentakdirkan atas diriku, tidak akan memberikan ampunan kepadaku." Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Lalu Allah - Azza wa Jalla - memerintahkan para malaikat untuk mengambil ruhnya. Allah berfirman kepadanya: "Apa yang mendorongmu untuk melakukan apa yang telah engkau perbuat? Dia berkata; "Wahai Rabbku, tidaklah aku perbuat kecuali karena rasa takut kepada-Mu." Lalu Allah mengampuninya
Telah menceritakan kepada kami ['Abdullah bin Sa'id Al Asyaj]; telah menceritakan kepada kami ['Uqbah bin Khalid As Sakkauni] dari [Musa bin Muhammad bin Ibrahim At Taimi] dari [bapaknya] dari [Abu Sa'id Al Khudri] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika kalian menjenguk orang yang sakit, hendaknya ringankanlah bebannya dan hiburlah dia jika mendekati ajalnya, karena hal itu tidak dapat menolak taqdir dan hal itu dapat menenangkan jiwanya." Berkata Abu Isa: Ini merupakan hadits gharib
Telah menceritakan kepada kami ['Abd bin Humaid]; telah menceritakan kepadaku [Zakariya bin 'Adi]; telah mengabarkan kepada kami ['Ubaidullah bin 'Amr] dari ['Abdullah bin Muhammad bin 'Aqil] dari [Jabir bin 'Abdullah] dia berkata; Istri Sa'ad bin Rabi' datang kepada Nabi Shallallaahu 'Alaihi wa sallam beserta kedua putrinya, dia berkata, "Wahai Rasulullah, ini adalah kedua putrinya Sa'ad bin Rabi' yang telah syahid pada perang Uhud bersamamu dan sesungguhnya pamannya mengambil seluruh hartanya dan tidak menyisakan sedikitpun untuk keduanya dan tentunya keduanya tidak dapat dinikahkan kecuali jika memiliki uang." Maka beliau menjawab: "Semoga Allah memutuskan dalam perkara ini." Setelah itu, turunlah ayat waris, lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengutus seseorang kepada paman keduanya dengan perintah: "Berikanlah kepada kedua putri Sa'ad dua pertiga harta, dan berilah ibu mereka seperdelapan, lalu harta yang tersisa menjadi milikmu." Berkata Abu Isa: Ini merupakan hadits hasan Shahih tidak kami ketahui kecuali dari haditsnya Abdulah bin Muhammad bin 'Aqil dan [Syarik] juga telah meriwayatkannya dari [Abdulah bin Muhammad bin 'Aqil]
Telah menceritakan kepada kami [Yusuf bin 'Isa] telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Ibrahim] dari [Al aswad] dari ['Aisyah radliallahu 'anha] berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membeli makanan dari orang Yahudi secara angsuran dan menjaminnya dengan menggadaikan baju besi Beliau
Telah menceritakan kepada kami [Musaddad] berkata, telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Ibnu Abu Arubah] dari [Ad Danaj] dari [Hudhain Ibnul Mundzir] dari [Ali radliallahu 'anhu] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan Abu Bakar mendera peminum khamer sebanyak empat puluh kali, lalu Umar menggenapkannya menjadi delapan puluh kali, dan semua itu adalah sunnah." Abu Dawud berkata, "Al Ashma'I berkata, "Berikanlah kekuasaan kepada orang yang layak menjalaninya, yakni berikanlah orang yang bisa berlaku keras maupun lembut." Abu Dawud berkata lagi, "Pemimpun kaumnya adalah Khudhain Ibnul Mundzir Abu Sasan