يَٰيَحْيَىٰ خُذِ ٱلْكِتَٰبَ بِقُوَّةٍۢ ۖ وَءَاتَيْنَٰهُ ٱلْحُكْمَ صَبِيًّۭا
Hai Yahya, ambillah Al Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh. Dan kami berikan kepadanya hikmah selagi ia masih kanak-kanak,
Tafsir Ibn Kathir
The Birth of the Boy and His Characteristics
This also implies what is not mentioned, that this promised boy was born and he was Yahya. There is also the implication that Allah taught him the Book, the Tawrah which they used to study among themselves. The Prophets who were sent to the Jews used to rule according to the Tawrah, as did the scholars and rabbis among them. He was still young in age when Allah gave him this knowledge. This is the reason that Allah mentioned it. Because of how Allah favored him and his parents, He says,
(O Yahya! Hold fast to the Scripture the Tawrah.) Means, "Learn the Book with strength." In other words, learn it well, with zeal and studious effort.
(And We gave him wisdom while yet a child.) This means he was given understanding, knowledge, fortitude, diligence and zeal for good and the pursuit of good. He was blessed with these characteristics even though he was young. Allah said,
(And (made him) Hananan from Us,) 19:13 Ali bin Abi Talhah reported that Ibn `Abbas said,
(And Hananan from Us, ) "This means mercy from Us." `Ikrimah, Qatadah and Ad-Dahhak all said the same. Ad-Dahhak added, "Mercy that no one would be able to give except Us." Qatadah added, "With it, Allah had mercy upon Zakariyya." Mujahid said,
(And Hananan from Us,) "This was gentleness from His Lord upon him." The apparent meaning is that Allah's statement Hananan (affection, compassion) is directly related to His statement,
(and We gave him wisdom while yet a child.) meaning, "We gave him wisdom, compassion and purity." This means that he was a compassionate man, who was righteous. Hanan means the love for affection and tenderness (towards others). Concerning Allah's statement,
(and Zakatan,) This is related to His statement,
(And Hananan) The word Zakah means purity from filth, wickedness and sins. Qatadah said, "The word Zakah means the righteous deed." Ad-Dahhak and Ibn Jurayj both said, "The righteous deed is the pure (Zakah) deed." Al-`Awfi reported that Ibn `Abbas said,
(and Zakatan,) "This means that he was a blessing."
(and he was pious.)19:13 meaning that he was pure and had no inclination to do sins. Allah said;
(And dutiful to his parents, and he was not arrogant or disobedient.) After Allah mentioned Yahya's obedience to his Lord and that Allah created him full of mercy, purity and piety, He attached to it his obedience to his parents and his good treatment of them. Allah mentioned that he refrained from disobeying them in speech, actions, commands and prohibitions. Due to this Allah says,
(and he was not arrogant or disobedient.) Then, after mentioning these beautiful characteristics, Allah mentions his reward for this,
(And Salam (peace) be on him the day he was born, and the day he dies, and the day he will be raised up to life (again)!) This means that he had security and safety in these three circumstances. Sufyan bin `Uyaynah said, "The loneliest that a man will ever feel is in three situations. The first situation is on the day that he is born, when he sees himself coming out of what he was in. The second situation is on the day that he dies, when he sees people that he will not see anymore. The third situation is on the day when he is resurrected, when he sees himself in the great gathering. Allah has exclusively honored Yahya, the son of Zakariyya, by granting him peace in these situations. Allah says,
(And Salam (peace) be on him the day he was born, and the day he dies, and the day he will be raised up to life (again)!) This narration was reported by Ibn Jarir, from Ahmad bin Mansur Al-Marwazi, from Sadaqah bin Al-Fadl, from Sufyan bin `Uyaynah.
Hadits Terkait
Telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin 'Ammar] telah menceritakan kepada kami [Shadaqah bin Khalid] telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Abu Maryam] dari [Abu 'Ubidullah Muslim bin Misykam] dari ['Amru bin Ghailan At Tsaqafi] dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berdo'a: "Ya Allah, barangsiapa beriman kepadaku dan meyakiniku serta mengetahui bahwa apa yang aku bawa adalah benar dari sisi-Mu, maka sedikitkanlah harta bendanya dan anaknya, dan berilah kecintaan supaya bertemu dengan-Mu dan cepatkanlah keputusan-Mu. Dan barangsiapa tidak beriman terhadapku, tidak membenarkan aku serta tidak mengetahui bahwa yang aku bawa adalah kebenaran yang datang dari sisi-Mu, maka perbanyaklah harta bendanya, anak-anaknya dan panjangkanlah umurnya
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Yahya bin Faris] berkata, telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu Maryam] berkata, telah mengabarkan kepada kami [Ibnu Farrukh] berkata, telah mengabarkan kepadaku [Usamah bin Zaid] berkata, telah mengabarkan kepadaku [Ibnu Qabishah bin Dzuaib] dari [Bapaknya] ia berkata; [Hudzaifah bin Yaman] berkata, "Demi Allah, aku tidak tahu apakah para sahabatku lupa atau pura-pura lupa. Demi Allah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak pernah meninggalkan penyeru fitnah hingga berakhirnya masa kehidupan dunia, yang jumlahlah lebih dari tiga ratus orang kecuali beliau menyebutkan kepada kami akan namanya, nama bapak dan kabilahnya
Telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin 'Ammar] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abdul Karim Al Jazari] dari [Ziyad bin Abu Maryam] dari [Ibnu Ma'qil] dia berkata; saya bersama ayahku menemui [Abdullah], maka saya mendengar dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Penyesalan adalah bentuk taubat." Maka ayahku bertanya kepadanya; "Apakah kamu mendengarnya dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bahwa penyesalan adalah taubat?" dia menjawab; "Ya
Telah mengabarkan kepada kami [Hisyam bin Abdul Malik Al Himshi] telah mengabarkan kepada kami [Baqiyah bin Al Walid] telah mengabarkan kepadaku [Ibnu Abu Maryam] dari [Dlamrah bin Habib] dari [Abu Ya'la Syaddad bin Aus] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Orang yang berakal (bijak) adalah orang yang bisa menahan nafsunya dan beramal untuk setelah kematian, dan orang yang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya dan selalu berangan-angan (kosong) atas Allah
Telah menceritakan kepada kami [Musaddad] dan [Hannad] secara makna, [Musaddad] berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu Al Ahwash] berkata, telah menceritakan kepada kami [Furat Al Qazzaz] dari [Amir bin Watsilah]. Dan [Hannad] berkata dari [Abu Thufail] dari [Hudzaifah bin Asid Al Ghifari] ia berkata, "Kami duduk bersama di sisi kamar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sambil membicarakan seputar hari kiamat, suara kami sangat keras hingga Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak akan terjadi, atau tidak akan datang hari kiamat hingga muncul sepuluh tanda; terbitnya matahari dari barat, munculnya binatang melata, keluarnya Ya'juj dan Ma'juj, Dajjal, Isa putera Maryam, asap dan tiga gempa bumi (longsor), longsor di barat, timur dan di Jazirah Arab. Dan tanda terakhir adalah keluarnya api dari Yaman, dari dasar tanah Adn yang akan menggiring manusia menuju mahsyar