وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِۦٓ أَتَأْتُونَ ٱلْفَٰحِشَةَ وَأَنتُمْ تُبْصِرُونَ
Dan (ingatlah kisah) Luth, ketika dia berkata kepada kaumnya: "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fahisyah itu sedang kamu memperlihatkan(nya)?"
Tafsir Ibn Kathir
Lut and His People
Allah tells us about His servant and Messenger Lut, peace be upon him, and how he warned his people of Allah's punishment for committing an act of immorality which no human ever committed before them -- intercourse with males instead of females. This is a major sin, whereby men are satisfied with men and women are with women (i.e., homosexuality). Lut said:
(Do you commit immoral sins while you see) meaning, `while you see one another, and you practice every kind of evil in your meetings.'
(Do you practice your lusts on men instead of women Nay, but you are a people who behave senselessly.) means, `you do not know anything of what is natural or what is prescribed by Allah.' This is like the Ayah:
(Go you in unto the males of mankind, and leave those whom Allah has created for you to be your wives Nay, you are a trespassing people!) (26:165-166)
(There was no other answer given by his people except that they said: "Drive out the family of Lut from your city. Verily, these are men who want to be clean and pure!") means, `they feel embarrassed because of the deeds you are doing, and because you approve of your actions, so expel them from among yourselves, for they are not fit to live among you in your city.' So, the people resolved to do that, and Allah destroyed them, and a similar end awaits the disbelievers. Allah says:
(So, We saved him and his family, except his wife. We destined her to be of those who remained behind.) meaning, she was one of those who were destroyed, with her people, because she was a helper to what they did and she approved of their evil deeds. She told them about the guests of Lut so that they could come to them. She did not do the evil deeds herself, which was because of the honor of the Lut and not because of any honor on her part.
(And We rained down on them a rain.) means; stones of Sijjil, in a well-arranged manner one after another. Marked from your Lord; and they are not ever far from the evildoers. Allah said:
(So, evil was the rain of those who were warned.) meaning, those against whom proof was established and whom the warning reached, but they went against the Messenger and denied him, and resolved to drive him out from among them.
Hadits Terkait
Telah menceritakan kepada kami ['Abdullah bin Muhammad] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Hisyam bin 'Urwah] dari [Bapaknya] dari ['Aisyah radliallahu 'anha] berkata; Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Mereka (kaum musyrikin yang terbunuh dalam perang Badar) telah mengetahui sekarang bahwa apa yang aku katakan (terbukti) benar dan Allah telah berfirman (QS An-Naml ayat 80 yang artinya): ("Sungguh kamu tidak akan dapat menjadikan orang yang sudah mati bisa mendengar)
Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Adam] dia berkata; telah menceritakan kepada kami ['Abdah] dari [Hisyam] dari [bapaknya] dari [Ibnu 'Umar] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berdiri di atas sumur Badar, lalu bersabda: "Apakah kalian telah mendapatkan kebenaran dari apa yang dijanjikan Rabb kalian?" beliau bersabda lagi: " mereka sekarang benar-benar mendengar apa yang kukatakan kepada mereka." Lalu hal itu dilaporkan kepada [Aisyah], maka ia berkata, "Ibnu Umar salah atau lupa, hanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: ' Mereka sekarang mengetahui bahwa apa yang kukatakan kepada mereka adalah kebenaran.' Kemudian ia membaca firman Allah -Ta'ala-, 'kamu tidak dapat menjadikan orang-orang yang mati mendengar…'." (Qs. An-Naml 27: 80). Hingga ia membaca satu ayat tersebut
Telah bercerita kepadaku [Muhammad bin Bassyar] telah bercerita kepada kami [Muhammad binJa'far] telah bercerita kepada kami [Syu'bah] dari [Muhammad bin Ziyad] dari [Abu Hurairah radliallahu 'anhu] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: "Sesungguhnya 'Ifrit dari bangsa jin baru saja menggangguku untuk memutuskan shalatku namun Allah menjadikan aku dapat menundukkannya lalu aku tangkap dan hendak mengikatnya pada tiang diantara tiang-tiang masjid hingga tiap orang dari kalian dapat melihatnya. Namun aku teringat akan do'a saudaraku, Nabi Sulaiman 'Alaihissalam; ("Ya Rabb, anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak akan dimiliki oleh seorangpun setelah aku"). (QS. Shad ayat 35). Maka kulepaskan kembali setan itu dalam keadaan hina. Kata 'Ifrit (dalam QS surat an-Naml ayat 39) digunakan untuk setiap orang yang membangkang (durhaka), baik dari kalangan manusia maupun jin. Timbangan kata 'Ifriit seperti kata "zibniyah" yang jamaknya zabaniyah". Sedang 'Ifriit, bentuk jamaknya 'Afaariit