وَإِن كَذَّبُوكَ فَقُل لِّى عَمَلِى وَلَكُمْ عَمَلُكُمْ ۖ أَنتُم بَرِيٓـُٔونَ مِمَّآ أَعْمَلُ وَأَنَا۠ بَرِىٓءٌۭ مِّمَّا تَعْمَلُونَ
Jika mereka mendustakan kamu, maka katakanlah: "Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. Kamu berlepas diri terhadap apa yang aku kerjakan dan akupun berlepas diri terhadap apa yang kamu kerjakan".
Tafsir Ibn Kathir
The Command to be Free and Clear from the Idolators
Allah said to His Prophet : `If these idolators belie you, then be clear from them and their deeds.'
(Say: "For me are my deeds and for you are your deeds!") Similarly, Allah said:
(Say: "O you disbelievers! I worship not that which you worship.")109:1-2 to the end of the Surah. Ibrahim Al-Khalil (the Friend) and his followers said to the idolators among their people:
(Verily, we are free from you and whatever you worship besides Allah) 60:4 Allah then said:
(And among them are some who listen to you,) They listen to your beautiful talk and to the Glorious Qur'an. They listen to your truthful, eloquent and authentic Hadiths that are useful to the hearts, the bodies and their faith. This is indeed a great benefit and is sufficient. But guiding the people to the truth is not up to you or to them. You cannot make the deaf hear. Therefore you cannot guide these people except if Allah wishes. Y
(And among them are some who look at you, ) They look at you and at what Allah has given you in terms of dignity, noble personality and great conduct. There is in all of this clear evidence of your prophethood to those who have reason and insight. Other people also look but they do not receive guidance like them. Believers look at you with respect and dignity while disbelievers regard you with contempt.
(And when they see you, they treat you only in mockery.)25:41 Then Allah announces that He is never unjust with anyone. He guides whomever He wills and opens the eyes of the blind, makes the deaf hear and removes neglect from the hearts. At the same time He lets others go astray, moving away from faith. He does all of that yet He is always Just, for He is the Ruler and has full authority over His kingdom. He does whatever He wills without any restrictions. No one can question Him as to what He does while he will question everyone else. He is Omniscient, All-Wise, and All-Just. So Allah said:
(Truly, Allah wrongs not mankind in aught; but mankind wrong themselves.) In the Hadith narrated by Abu Dharr, he states that the Prophet related that His Lord, Exalted and High is He, said:
(O My servant! I have prohibited oppression for Myself and made it prohibited for you, so do not oppress one another...) Until He said at the end of the Hadith:
(O My servants! It is but your deeds that I reckon for you and then recompense you for. So let him who finds good (in the Hereafter) praise Allah. And let him who finds other than that blame no one but himself.) The complete version was recorded by Muslim.
Hadits Terkait
Telah menceritakan kepada kami [Harmalah bin Yahya] telah mengabarkan kepada kami [Ibnu Wahab] dia berkata, telah mengabarkan kepadaku [Yunus] dari [Ibnu Syihab] dia berkata, telah mengabarkan kepadaku [Abu Salamah bin Abdurrahman] bahwa [Abu Hurairah] berkata, "Saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kebanggaan dan kesombongan ada pada kaum penggembala, yaitu kaum Badui, sedangkan ketenangan ada pada penggembala kambing (maksudnya penduduk Yaman)." Dan telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Abdurrahman ad-Darimi] telah mengabarkan kepada kami [Abu al-Yaman] telah mengabarkan kepada kami [Syu'aib] dari [az-Zuhri] dengan sanad ini semisalnya, dan dia menambahkan, "Iman itu ada pada orang Yaman, dan hikmah pada orang Yaman
Bab. Telah menceritakan kepada kami ['Abdurrahman bin Yunus] berkata, telah menceritakan kepada kami [Hatim bin Isma'il] dari [Al Ja'd] berkata, aku mendengar [As Sa'ib bin Yazid] berkata, "Bibiku pergi bersamaku menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, lalu ia berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya putra saudara perempuanku ini sedang sakit." Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengusap kepalaku dan memohonkan keberkahan untukku. Kemudian beliau berwudlu, maka aku pun minum dari sisa air wudlunya, kemudian aku berdiri di belakangnya hingga aku melihat ada tanda kenabian sebesar telur burung di pundaknya
Telah mengabarkan kepada kami [Ibrahim bin Ya'qub bin Ishaq Al Jauzajani] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Yusuf] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Isa bin Yunus] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Asy'ats bin Abdul Malik] dari [Ibnu Sirin] dari [Abu Hurairah] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: " Apabila telah duduk di antara dua tangan dan dua kaki kemudian bersungguh-sungguh, telah wajib mandi baginya." Abu Abdurrahman berkata; Yang ini salah, yang benar adalah, Asy'ats dari Al Hasan dari Abu Hurairah. Telah meriwayatkan hadis ini, An-Nadlr bin Syumail, Khalid, dan yang lainnya dari Syu'bah
telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Al Hasan] berkata; telah menceritakan kepada kami [Al Mu'alla bin Asad] berkata; telah menceritakan kepada kami [Abdul Mun'im] -ia adalah pemilik bejana- ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Muslim] dari [Al Hasan] dan ['Atha`] dari [Jabir bin Abdullah] berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata kepada Bilal: "Wahai Bilal, jika engkau adzan maka lambatkanlah adzanmu, dan jika engkau iqamat maka percepatlah. Jadikanlah jarak antara adzan dan iqamatmu sekadar dengan seorang yang makan hingga selesai makannya, orang yang minum hingga selesai minummnya, orang yang buang hajat dapat menyelesaikan hajatnya, dan janganlah berdiri hingga kalian melihatku." Telah menceritakan kepada kami [Abd bin Humaid] berkata; telah menceritakan kepada kami [Yunus bin Muhammad] dari [Abdul Mun'im] dengan hadits yang semakna." Abu Isa berkata; "Kami tidak mengetahui hadits Jabir ini kecuali dari jalur ini, yaitu dari hadits Abdul Mun'im yang sanadnya majhul (tidak diketahui). Dan Abdul Mun'im adalah seorang syaikh dari Bashrah
Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Yunus] berkata, telah menceritakan kepada kami ['Abdul 'Aziz bin Abu Salamah] berkata, telah menceritakan kepada kami ['Amru bin Yahya] dari [Bapaknya] dari ['Abdullah bin Zaid] berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam datang, lalu kami menyiapkan air dalam sebuah bejana yang terbuat dari tembaga. Beliau lalu berwudlu; membasuh muka tiga kali, lalu membasuh tangan dua kali dua kali, lalu mengusap kepalanya dimulai dari depan ke belakang dan menariknya kembali ke depan. Kemudian membasuh kedua kakinya