قِيلَ يَٰنُوحُ ٱهْبِطْ بِسَلَٰمٍۢ مِّنَّا وَبَرَكَٰتٍ عَلَيْكَ وَعَلَىٰٓ أُمَمٍۢ مِّمَّن مَّعَكَ ۚ وَأُمَمٌۭ سَنُمَتِّعُهُمْ ثُمَّ يَمَسُّهُم مِّنَّا عَذَابٌ أَلِيمٌۭ
Difirmankan: "Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkatan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang mukmin) dari orang-orang yang bersamamu. Dan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kesenangan pada mereka (dalam kehidupan dunia), kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari Kami".
Tafsir Ibn Kathir
The Command to descend from the Ship with Peace and Blessings
Allah, the Exalted, informs of what was said to Nuh when the ship anchored on Mount Judi, peace be upon him, peace were sent upon him and the believers with him. This salutation was also for every believer from his progeny until the Day of Resurrection. Muhammad bin Ka`b said, "Every male and female believer until the Day of Resurrection is included in this salutation of peace. Likewise, every male and female disbeliever until the Day of Resurrection is included in this promise of torment and pleasure. Muhammad bin Ishaq said, "When Allah wanted to stop the flood, He sent a wind upon the face of the earth that caused the water to be still. Then the springs of the earth were closed off from the great flooding and the pouring (rain) from the sky halted. Allah, the Exalted, says,
(And it was said: "O earth! Swallow up your water...") 11:44 Thus, the water began decreasing and subsiding until the ship settled on Mount Judi. The People of the Tawrah (the Jews) claim that this occurred during the seventh month (of the year) and it lasted for seventeen nights. Then, on the first day of the tenth month, he (Nuh) saw the mountain tops. Then after forty more days, Nuh opened the small window in the roof of the ship and he sent a raven out to see what the water had done. However, the raven did not return to him. Then, he sent a pigeon out but it returned to him without finding any place (land) to put its two feet down. He extended his hand out of the ship and the pigeon grabbed his hand so that Nuh could pull it back into the ship. Then, after seven more days passed, he sent the pigeon out again to investigate for him. The pigeon returned in the evening with a leaf from an olive tree in its mouth. From this, Nuh knew that the water had decreased from the face of the earth. He remained in the ship for seven more days before he sent the pigeon out again. This time the pigeon did not return to him, so he knew that the earth had appeared. Thus, a year was completed from the time that Allah sent the flood, until the time of Nuh sending the pigeon. The first day of the first month of the second year began when the face of the earth appeared and land became visible. This is when Nuh uncovered the opening of the ship. During the second month of the second year, after twenty six nights,
(It was said: "O Nuh! Come down (from the ship) with peace from Us)
Hadits Terkait
Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Muhammad] telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abdul Malik bin 'Umair] dari [Rib'i bin Hirasy] dari [Hudzaifah] dia berkata; "Jika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam terbangum di malam hari, beliau mengucapkan: "Al Hamdulillahilladzii ahyaana ba'da maa amatana wailaihi nusyur (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya lah tempat kembali)
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Al 'Ala] telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari ['Amru bin Murrah] dari [Yahya bin Al Jazzar] dari [anak saudara Zainab] isteri Abdullah, dari [Zainab] dari [Abdullah] ia berkata, "Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya jampi-jampi, jimat dan tiwalah (menjadikan seorang wanita mencintai suaminya) adalah bentuk kesyirikan." Zainab berkata, "Aku katakan, 'Kenapa engkau mengucapkan hal ini? Demi Allah! Sungguh, mataku telah mengeluarkan air mata dan kotoran. Dan aku bolak-balik datang kepada Fulan seorang Yahudi yang menjampiku, apabila ia menjampiku maka mataku menjadi tenang?" Kemudian Abdullah menjawab, 'Sesungguhnya hal tersebut adalah perbuatan setan. Setan telah menusuk matanya menggunakan tangannya, kemudian apabila orang yahudi tersebut menjampinya maka setan menahan tusukannya. Sebenarnya cukup bagimu mengucapkan sebagaimana yang diucapkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: 'ADZHIBIL BA`SA RABBAN NAASA ISYFI ANTA ASY SYAAFII LAA SYIFAA A ILLAA SYIFAA`UKA SYIFAA`AN LAA YUGHAADIRU SAQAMAN (Wahai Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit, sesungguhnya Engkau Pemberi kesembuhan, tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan efek penyakit)
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abu Syaibah] dan [Hasan Al Khulwani] keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami [Abu Usamah] dari [Al Walid bin Katsir] telah menceritakan kepadaku [Busyair bin Yasar] bekas budak Bani Haritsah, bahwa [Rafi' bin Khudaij] dan [Sahl bin Abu Khaitsamah] telah menceritakan kepadanya bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang jual beli dengan praktek Muzabanah, yaitu menjual buaj dengan kurma kering kecuali jual beli dengan sistem 'Ariyyah, karena mereka telah diizinkan untuk melakukan jual beli seperti itu
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Mu'adz bin Mu'adz] dari [Ibnu Juraij] dari ['Atha`] dari ['Asiyah] dia berkata; Apabila Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melihat mendung yang akan menurunkan hujan, maka raut wajah beliau berubah, beliau akan keluar-masuk, berjalan ke depan dan ke belakang. Dan apabila hujan telah turun, maka beliau sangat bergembira dengannya." Ibnu Juraij berkata; Kemudian 'Aisyah menanyakan apa yang di lihatnya dari sikap beliau!." Maka beliau menjawab: "Apa yang mungkin kamu tahu (tentang apa yang akan terjadi)? Mungkin saja mendung itu sebagaimana yang di katakan oleh kaumnya Hud, yaitu; "Maka tatkala mereka melihat adzab itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka, berkatalah mereka; "inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kami. (Bukan), bahkan itulah adzab yang kamu minta supaya datang dengan segera." QS Al Ahqaf;
Telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Manshur] dan ['Abd bin Humaid] keduanya berkata; telah mengabarkan kepada kami [Abdurrazaq] telah mengabarkan kepada kami [Ma'mar] dari [Tsabit] dari [Anas] dia berkata; Telah sampai kabar ke (telinga) Shafiyah bahwa Hafshah berkata; "Puteri seorang Yahudi." maka dia menangis, hingga ketika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam masuk menemuinya dan ia masih dalam keadaan menangis. Beliau bertanya; "Apa yang membuatmu menangis?" Shafiyah menjawab; "Hafshah telah berkata kepadaku bahwa aku adalah puteri seorang Yahudi." Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya kamu adalah puteri seorang Nabi, dan sesungguhnya pamanmu juga seorang Nabi, dan sesungguhnya kamu juga di bawah perlindungan seorang Nabi (Muhammad), lalu apa yang bisa ia (Hafshah) banggakan atas dirimu!." Kemudian beliau bersabda: "Bertakwalah kamu wahai Hafshah." Abu Isa berkata; "Hadits ini derajatnya hasan shahih gharib melalui jalur ini