فَأَخَذَتْهُمُ ٱلصَّيْحَةُ مُشْرِقِينَ
Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur, ketika matahari akan terbit.
Tafsir Ibn Kathir
The Destruction of the People of Lut
Allah said;
(So the Sayhah overtook them) This is the piercing sound that came to them when the sun rose, which was accompanied by the city being flipped upside down, and stones of baked clay (As-Sijjil) raining down upon them. The discussion of As-Sijjil in Surah Hud is a sufficient explanation. Allah said:
(Surely, in this are signs for those who see.) meaning that the traces of the destruction of that city are easily visible to any one who ponder about it, whether they look at it with physical eyesight or mental and spiritual insight, as Mujahid said concerning the phrase,
(those who see) he said, "those who have insight and discernment." It was reported from Ibn `Abbas and Ad-Dahhak that it referred to those who look. Qatadah said: "those who learn lessons".
(those who see) therefore the meaning is "those who ponder".
The City of Sodom on the Highroad
(And verily, they were right on the highroad.) meaning that the city of Sodom, which was physically and spiritually turned upside down, and pelted with stones until it became a foul smelling lake (the Dead Sea), is on a route that is easily accessible until the present day. This is like the Ayah,
(Verily, you pass by them in the morning, and at night. Will you not then reflect) (37:137-138).
(Surely, there is indeed a sign in that for the believers.) meaning, `All that We did to the people of Lut, from the destruction and the vengeance, to how We saved Lut and his family, these are clear signs to those who believe in Allah and His Messengers.'
Hadits Terkait
Telah bercerita kepada kami [Muhammad bin Miskin abu Al Hasan] telah bercerita kepada kami [Yahya bin Hassan bin Hayyan Abu Zakariya'] telah bercerita kepada kami [Sulaiman] dari ['Abdullah bin Dinar] dari [Ibnu 'Umar radliallahu 'anhuma] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika singgah di al-Hijr (suatu daerah pegunungan yang pernah dijadikan Kaum Tsamud bertempat tinggal dan dibinasakan) pada waktu perang Tabuk, Beliau memerintahkan agar pasukan tidak minum dari air sumurnya dan tidak mengambil airnya. Mereka berkata; "Kami telah membuat adonan roti dengan airnya dan telah mengambil airnya". Maka Beliau memerintahkan agar membuang adonan roti dan menumpahkan air-air tersebut". Dan diriwayatkan dari Sabrah bin Ma'bad dan Abu Asy Syamus bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan agar memuntahkan makanan. Dan Abu Dzarr berkata dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam; "Yaitu agar menumpahkan adonan roti yang dibuat menggunakan air sumur itu
Telah bercerita kepada kami [Ibrahim bin Al Mundzir] telah bercerita kepada kami [Anas bin 'Iyadl] dari ['Ubaidullah] dari [Nafi'] bahwa ['Abdullah bin 'Umar radliallahu 'anhu] mengabarkan kepadanya bahwa ada serombongan orang (Sahabat) yang bepergian bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian singgah di al-Hijr, negeri Kaum Tsamud, lalu mereka mengambil air dari sumurnya dan membuat adonan roti, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan mereka agar menumpahkan air yang di ambil dari sumurnya dan agar adonan roti dijadikan makanan buat unta dan memerintahkan mereka agar mengambil air dari sumur-sumur yang dilalui oleh unta". Hadits ini diikuti pula oleh [Usamah] dari [Nafi]
Telah bercerita kepadaku [Muhammad] telah mengabarkan kepada kami ['Abdullah] dari [Ma'mar] dari [Az Zuhriy] berkata telah mengabarkan kepadaku [Salim bin 'Abdullah] dari [bapaknya radliallahu 'anhum] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ketika berjalan melewati al-Hijr, Beliau berkata: "Janganlah kalian memasuki tempat tinggal orang-orang yang telah menzhalimi diri mereka sendiri kecuali jika kalian menangis, karena dikhawatirkan kalian terkena musibah sebagaimana mereka mendapatkannya". Kemudian Beliau menutup kepala dan wajah Beliau sedangkan Beliau berada di atas tunggangan