Al-Hajj

Ayat 11

سُورَةُ الحَجِّ

وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَعْبُدُ ٱللَّهَ عَلَىٰ حَرْفٍۢ ۖ فَإِنْ أَصَابَهُۥ خَيْرٌ ٱطْمَأَنَّ بِهِۦ ۖ وَإِنْ أَصَابَتْهُ فِتْنَةٌ ٱنقَلَبَ عَلَىٰ وَجْهِهِۦ خَسِرَ ٱلدُّنْيَا وَٱلْءَاخِرَةَ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلْخُسْرَانُ ٱلْمُبِينُ

Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi; maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang. Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.

Surah Al-Hajj (The Pilgrimage)Ayat 11 dari 78

Tafsir Ibn Kathir

The meaning of worshipping Allah as it were upon the edge

Mujahid, Qatadah and others said:

عَلَى حَرْفٍ

(upon the edge) means, in doubt. Others said that it meant on the edge, such as on the edge or side of a mountain, i.e., (this person) enters Islam on the edge, and if he finds what he likes he will continue, otherwise he will leave. Al-Bukhari recorded that Ibn `Abbas said:

وَمِنَ النَّاسِ مَن يَعْبُدُ اللَّهَ عَلَى حَرْفٍ

(And among mankind is he who worships Allah as it were upon the edge.) "People would come to Al-Madinah to declare their Islam and if their wives gave birth to sons and their mares gave birth to foals, they would say, `This is a good religion,' but if their wives and their mares did not give birth, they would say, `This is a bad religion."' Al-`Awfi reported that Ibn `Abbas said, "One of them would come to Al-Madinah, which was a land that was infected with a contagious disease. If he remained healthy there, and his mare foaled and his wife gave birth to a boy, he would be content, and would say, `I have not experienced anything but good since I started to follow this religion."

وَإِنْ أَصَابَتْهُ فِتْنَةٌ

(but if a Fitnah strikes him), Fitnah here means affliction, i.e., if the disease of Al-Madinah befalls him, and his wife gives birth to a babe girl and charity is delayed in coming to him, the Shaytan comes to him and says: `By Allah, since you started to follow this religion of yours, you have experienced nothing but bad things,' and this is the Fitnah." This was also mentioned by Qatadah, Ad-Dahhak, Ibn Jurayj and others among the Salaf when explaining this Ayah. Mujahid said, concerning the Ayah:

انْقَلَبَ عَلَى وَجْهِهِ

(he turns back on his face.) "(This means), he becomes an apostate and a disbeliever."

خَسِرَ الدُّنْيَا وَالاٌّخِرَةَ

(He loses both this world and the Hereafter.) means, he does not gain anything in this world. As for the Hereafter, he has disbelieved in Allah the Almighty, so he will be utterly doomed and humiliated. So Allah says:

ذلِكَ هُوَ الْخُسْرَنُ الْمُبِينُ

(That is the evident loss.), i.e., the greatest loss and the losing deal.

يَدْعُو مِن دُونِ اللَّهِ مَا لاَ يَضُرُّهُ وَمَا لاَ يَنفَعُهُ

(He calls besides Allah unto that which can neither harm him nor profit him.) means, the idols, rivals, and false gods which he calls upon for help, support and provision -- they can neither benefit him nor harm him.

ذلِكَ هُوَ الضَّلاَلُ الْبَعِيدُ

(That is a straying far away.)

يَدْعُو لَمَنْ ضَرُّهُ أَقْرَبُ مِن نَّفْعِهِ

(He calls unto him whose harm is nearer than his profit;) means, he is more likely to harm him than benefit him in this world, and in the Hereafter he will most certainly cause him harm.

لَبِئْسَ الْمَوْلَى وَلَبِئْسَ الْعَشِيرُ

(certainly an evil Mawla and certainly an evil `Ashir!) Mujahid said, "This means the idols." The meaning is: "How evil a friend is this one upon whom he calls instead of Allah as a helper and supporter."

وَلَبِئْسَ الْعَشِيرُ

(and certainly an evil `Ashir!) means the one with whom one mixes and spends one's time.

Hadits Terkait

muslim:1012Sahih Muslim

Dan telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin al-Mutsanna al-Anazi] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abi Adi] dari [al-Hajjaj, yaitu ash-Shawwaf] dari [Yahya, yaitu Ibnu Abi Katsir] dari [Abdullah bin Abi Qatadah] dan [Abu Salamah] dari [Abu Qatadah] dia berkata, "Dahulu Rasulullah shalat bersama kami (sebagai imam), lalu membaca al-fatihah dan dua surat dalam shalat zhuhur dan ashar pada dua raka'at yang pertama. Dan terkadang beliau memperdengarkan (bacaan) ayat. Beliau memanjangkan raka'at pertama dari shalat zhuhur dan memendekkan yang kedua. Dan demikian juga dalam shalat shubuh

tirmidhi:2299Jami' at-TirmidhiDaifDaif

Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Mani'] telah menceritakan kepada kami [Marwan bin Mu'awiyah] dari [Sufyan bin Ziyad Al Asadi] dari [Fatik bin Fadlalah] dari [Aiman bin Khuraim], nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam berdiri berkhutbah, beliau bersabda: "Kesaksikan palsu sebanding dengan menyekutukan Allah, " kemudian beliau membaca: "Maka jauhilah olehmu berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan-perkataan dusta." (Al-Hajj: 30) Berkata Abu Isa: Hadits ini gharib, kami hanya mengetahuinya dari hadits Sufyan bin ZIyad, mereka memperselisihkan riwayat hadits ini dari Sufyan bin Ziyad dan kami tidak mengetahui pendengaran Aiman bin Khuraim dari nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam

tirmidhi:2300Jami' at-TirmidhiDaif

Telah menceritakan kepada kami [Abd bin Humaid] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin 'Ubaid] telah menceritakan kepada kami [Sufyan bin Ziyad Al 'Ushfuri] dari [ayahnya] dari [Habib bin An Nu'man Al Asadi] dari [Khuraim bin Fatik Al Asadi], Rasulullah Shallallahu 'alahi wa Salam shalat shubuh, setelah usai beliau berdiri lalu bersabda: "Kesaksikan palsu sebanding dengan menyekutukan Allah, " (beliau ulangi ucapannya tiga kali), kemudian beliau membaca ayat ini: "Maka jauhilah olehmu berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan-perkataan dusta." (Al-Hajj: 30) hingga akhir ayat. Berkata Abu Isa: Menurutku hadits ini lebih shahih dan Khuraim bin Fatik memiliki status sahabat, ia meriwayatkan banyak hadits dari nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam dan ia masyhur

tirmidhi:2941Jami' at-TirmidhiSahihSahih

Telah menceritakan kepada kami [Abu Zur'ah] dan [Al Fadhal bin Abu Thalib] dan yang lainnya, mereka berkata; telah menceritakan kepada kami [Al Hasan bin Bisyr] dari [Al Hakam bin Abdul Malik] dari [Qatadah] dari ['Imran bin Hushain] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam membaca: "WATARAN NAASA SUKAARAA WA MAA HUM BI SUKAARAA (kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal Sebenarnya mereka tidak mabuk)." QS Al-Hajj: 2. Abu Isa berkata; Hadits ini hasan, kami tidak mengetahui Qatadah pernah mendengar dari salah seorang sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kecuali dari Anas dan Abu Thufail, dan hadits ini menurut saya hanya ringkasan, hadits ini hanya diriwayatkan dari [Qatadah] dari [Al Hasan] dari [Imran bin Hushain], dia berkata; Kami bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dalam suatu perjalanan, kemudian beliau membaca: "YAA AYYUHAN NAASUT TAQUU RABBAKUM (Wahai sekalian manusia, takutlah kalian kepada Rabb kalian)." QS Al Hajj: 1 dengan redaksi yang panjang, sementara hadits Al Hakam bin Abdul Malik menurutku ringkasan dari hadits ini

bukhari:3965Sahih al-Bukhari

Telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Abdullah Ar-Raqasyiy] telah menceritakan kepada kami [Mu'tamir] berkata, aku mendengar [bapakku] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abu Mijlaz] dari [Qais bin 'Ubad] dari ['Ali bin Abi Thalib] radliallahu 'anhu bahwa dia berkata; "Aku adalah orang pertama yang akan berlutut di hadapan Allah Yang Maha Pengasih untuk berperkara pada hari qiyamat". Dan Qais bin 'Ubad berkata; "Telah turun ayat tentang mereka: "Inilah dua golongan (Mu'min dan kafir) yang bertengkar, mereka saling bertengkar mengenai Rabb mereka" (QS al-Hajj ayat 19). Mereka adalah orang yang berperang tanding pada perang Badar, yaitu Hamzah. 'Ali, 'Ubaidah atau Abu 'Ubaidah bin Al Harits menghadapi Syaibah bin Rabi'ah, 'Utbah bin Rabi'ah dan Al Walid bin 'Utbah