Saba

Ayat 12

سُورَةُ سَبَإٍ

وَلِسُلَيْمَٰنَ ٱلرِّيحَ غُدُوُّهَا شَهْرٌۭ وَرَوَاحُهَا شَهْرٌۭ ۖ وَأَسَلْنَا لَهُۥ عَيْنَ ٱلْقِطْرِ ۖ وَمِنَ ٱلْجِنِّ مَن يَعْمَلُ بَيْنَ يَدَيْهِ بِإِذْنِ رَبِّهِۦ ۖ وَمَن يَزِغْ مِنْهُمْ عَنْ أَمْرِنَا نُذِقْهُ مِنْ عَذَابِ ٱلسَّعِيرِ

Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula) dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebahagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala.

Surah Saba (Sheba)Ayat 12 dari 54

Tafsir Ibn Kathir

The Favors which Allah bestowed upon Sulayman

Having mentioned the blessings with which He favored Dawud, Allah follows this by mentioning what He gave to Dawud's son Sulayman (Solomon), may peace be upon them both. He subjugated the wind to him, so that it would carry his carpet one way for a month, then back again the next month. Al-Hasan Al-Basri said, "He set out from Damascus in the morning, landed in Istakhar where he ate a meal, then flew on from Istakhar and spent the night in Kabil." Between Damascus and Istakhar is an entire month's travel for a swift rider, and between Istakhar and Kabul is an entire month's travel for a swift rider.

وَأَسَلْنَا لَهُ عَيْنَ الْقِطْرِ

(And We caused a fount Qitr to flow for him,) Ibn `Abbas, may Allah be plased with him, Mujahid, `Ikrimah, `Ata' Al-Khurasani, Qatadah, As-Suddi, Malik from Zayd bin Aslam, `Abdur-Rahman bin Zayd bin Aslam and others said, "Qitr means copper." Qatadah said, "It was in Yemen." Allah brought forth all the things that people make for Sulayman, peace be upon him.

وَمِنَ الْجِنِّ مَن يَعْمَلُ بَيْنَ يَدَيْهِ بِإِذْنِ رَبِّهِ

(and there were Jinn that worked in front of him, by the leave of his Lord.) means, `We subjugated the Jinn to work in front of him,' by the permission of his Lord, i.e., by Allah's decree and subjugation, they built whatever constructions he wanted, and did other work as well.

وَمَن يَزِغْ مِنْهُمْ عَنْ أَمْرِنَا

(And whosoever of them turned aside from Our command,) means, whoever among them tried to rebel and disobey,

نُذِقْهُ مِنْ عَذَابِ السَّعِيرِ

(We shall cause him to taste of the torment of the blazing Fire.) which means, burning.

يَعْمَلُونَ لَهُ مَا يَشَآءُ مِن مَّحَـرِيبَ وَتَمَـثِيلَ

(They worked for him as he desired on Maharib, Tamathil,) Maharib refers to beautiful structures, the best and innermost part of a dwelling. Ibn Zayd said, "This means dwellings." With regard to "Tamathil," `Atiyah Al-`Awfi, Ad-Dahhak and As-Suddi said that Tamathil means pictures.

وَجِفَانٍ كَالْجَوَابِ وَقُدُورٍ رَسِيَـتٍ

(large basins like Jawab and Qudur Rasiyat.) Jawab, the plural form of Jabiyah, refers to cisterns or tanks in which water is held, and Qudur Rasiyat are cauldrons that stay in one place and are not moved around because of their great size. This was the view of Mujahid, Ad-Dahhak and others.

اعْمَلُواْ ءَالَ دَاوُودَ شُكْراً

(Work you, O family of Dawud, with thanks!) means, `We said to them: Work with thanks for the blessings that We have bestowed upon you in this world and the Hereafter.' This indicates that thanks may be expressed by actions as much as by words and intentions. Abu `Abdur-Rahman Al-Hubuli said, "Prayer is thanks, fasting is thanks, every good deed that you do for the sake of Allah is thanks, and the best of thanks is praise." This was recorded by Ibn Jarir. In the Two Sahihs, it is reported that the Messenger of Allah ﷺ said:

«إِنَّ أَحَبَّ الصَّلَاةِ إِلَى اللهِ تَعَالَى صَلَاةُ دَاوُدَ، كَانَ يَنَامُ نِصْفَ اللَّيْلِ، وَيَقُومُ ثُلُثَهُ، وَيَنَامُ سُدُسَهُ، وَأَحَبَّ الصِّيَامِ إِلَى اللهِ تَعَالَى صِيَامُ دَاوُدَ، كَانَ يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا، وَلَا يَفِرُّ إِذَا لَاقَى»

(The most beloved of prayer to Allah is the prayer of Dawud. He used to sleep for half the night, stand in prayer for a third of it and sleep for a sixth of it. The most beloved of fasting to Allah is the fasting of Dawud. He used to fast for a day then not fast for a day, and he never fled the battlefield.) Ibn Abi Hatim narrated that Fudayl said concerning the Ayah:

اعْمَلُواْ ءَالَ دَاوُودَ شُكْراً

(Work you, O family of Dawud, with thanks!) Dawud said, "O Lord! How can I thank you when thanks itself is a blessing from You" He said: "Now you have truly given thanks to Me, for you have realized that it is a blessing from Me."

وَقَلِيلٌ مِّنْ عِبَادِىَ الشَّكُورُ

But few of My servants are grateful. This is a reflection of reality.

Hadits Terkait

muslim:814Sahih Muslim

Telah menceritakan kepadaku [Ishaq bin Manshur] dan [Abu Bakar bin Ishaq] Abu Bakar berkata, telah menceritakan kepada kami, sedangkan Ibnu Manshur berkata, telah mengabarkan kepada kami [Amru bin ar-Rabi'] telah mengabarkan kepada kami [Yahya Bin Ayyub] dari [Yazid bin Abi Habib] bahwa [Abu al-Khair] telah menceritakan kepadannya, dia berkata, "Aku melihat baju kulit [Ibnu Wa'lah as-Saba'i], lalu aku memegangnya. Maka dia bertanya, 'Mengapa kamu memegangnya? Aku telah bertanya kepada [Abdullah bin Abbas]. Aku berkata, 'Aku berada di Maroko, dan kami bersama kaum Barbar dan Majusi, ketika itu dibawakan domba yang telah mereka sembelih, sedangkan kami tidak memakan sembelihan mereka. Dan mereka telah mendatangi kami dengan membawa geriba yang mereka gunakan untuk menyimpan lemak." Maka Ibnu Abbas berkata, "Kami telah menanyakan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tentang hal tersebut, maka beliau menjawab, 'Menyamaknya adalah cara menyucikannya

muslim:815Sahih Muslim

Dan telah menceritakan kepadaku [Ishaq bin Manshur] dan [Abu Bakar bin Ishaq] dari [Amru bin ar-Rabi'] telah mengabarkan kepada kami [Yahya bin Ayyub] dari [Ja'far bin Rabi'ah] dari [Abu al-Khair] dia telah menceritakan kepadanya, dia berkata, telah menceritakan kepadaku [Ibnu Wa'lah as-Saba'i] dia berkata, "Saya bertanya kepada [Abdullah bin Abbas], Saya berkata, 'Kami berada di Maroko, lalu orang Majusi mendatangi kami dengan geriba yang mana di dalamnya terdapat air dan lemak, maka dia berkata, 'Minumlah! ' Maka aku bertanya, 'Apakah yang kamu ucapkan adalah suatu pendapat saja? ' Lalu Ibnu Abbas menjawab, 'Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, 'Menyamaknya adalah (cara) mensucikannya

bukhari:6207Sahih al-Bukhari

Telah menceritakan kepada kami [Abu Al Yaman] telah mengabarkan kepada kami [Syu'aib] dari [Az Zuhri]. Dan diriwayatkan dari jalur lain, telah menceritakan kepada kami [Isma'il] dia berkata; telah menceritakan kepadaku [Saudaraku] dari [Sulaiman] dari [Muhammad bin Abu 'Atiq] dari [Ibnu Syihab] dari ['Urwah bin Az Zubair] bahwa [Usamah bin Zaid] radliallahu 'anhuma telah mengabarkan kepadanya bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah mengendarai seekor keledai, dilengkapi dengan pelana yang terbuat dari kain Fadak, sementara Usamah berada di belakang beliau. Beliau pergi untuk menjenguk Sa'ad bin 'Ubadah di Bani Al Harits bin Al Khazraj; kejadian ini berlangsung sebelum perang Badar. Kemudian beliau berangkat hingga melewati suatu majlis, yang di dalamnya terdapat 'Abdullah bin 'Ubay bin Salul. Itu terjadi sebelum 'Abdullah bin 'Ubay masuk Islam. Di dalam majlis itu berkumpul pula orang-orang dari kaum Muslimin, orang-orang Musyrik, para penyembah berhala, dan orang-orang Yahudi. Di kalangan kaum Muslimin terdapat 'Abdullah bin Rawahah. Ketika majlis tersebut di kepuli oleh debu yang ditimbulkan dari hewan tunggangan, 'Abdullah bin 'Ubay langsung menutup hidungnya sambil berkata; "Hei, jangan kamu kepuli kami dengan debu." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengucapkan salam kepada mereka, lalu beliau berhenti, turun dan mengajak mereka kepada Allah (memeluk agama Islam) dan membacakan kepada mereka Al Qur'an. Mendengar hal itu 'Abdullah bin 'Ubay berkata; 'Hei..! apa tak ada yang lebih baik dari yang engkau ucapkan! jika itu benar, jangan ganggu di pertemuan kami. Kembalilah! Dan bacakan saja kepada orang-orang yang datang kepadamu! ' Mendengar itu 'Abdullah bin Rawahah berkata; 'Ya Rasulullah! sampaikan saja kepada kami dalam pertemuan ini, karena kami menyukai hal itu.' Maka Kaum Muslimin, orang-orang kafir, dan Yahudi saling mencaci-maki satu sama lain hingga hampir saja mereka berkelahi. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tidak henti-hentinya menenangkan mereka hingga mereka semua kembali tenang. Setelah itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menaiki kembali keledainya dan melanjutkan perjalanan hingga sampai di kediaman Sa'ad bin 'Ubadah. Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata kepada Sa'ad: 'Wahai Sa'd, tidakkah engkau mendengar apa yang diucapkan Abu Hubab? ' -yang beliau maksudkan adalah 'Abdullah bin 'Ubay- 'Dia telah berkata ini dan itu.' Mendengar itu Sa'ad bin 'Ubadah berkata; Demi ayahku, maafkan dia wahai Rasulullah dan berlapang dadalah kepadanya. Demi dzat yang menurunkan kitab kepada anda, Allah telah datang dengan kebenaran yang diturunkan kepada anda. (dahulu) Penduduk telaga ini (penduduk Madinah -red) bersepakat untuk memilihnya dan mengangkatnya, namun karena kebenaran yang diberikan kepada anda itu muncul, sehingga menghalanginya (Abdullah bin Ubay) menjabat sebagai pemimpin, maka seperti itulah perbuatannya sebagaimana yang anda lihat." Akhirnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memaafkannya, karena itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan para sahabatnya memaafkan orang-orang kafir dan para Ahli Kitab sebagaimana yang diperintahkan Allah, dan mereka bersabar terhadap gangguan mereka. Allah Ta'ala berfirman: (…kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi Kitab…) QS Ali Imran; 186. dan firman Allah (…Sebahagian besar ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu…) QS Al Baqarah; 109. Dan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menafsirkan (ayat di atas) suatu prinsip memberikan ampunan kepada mereka selama Allah memerintahkannya demikian hingga Allah memberikan izin untuk memerangi mereka. Maka ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memerangi mereka dalam Perang Badar dan Allah membinasakan orang-orang terkemuka Quraisy, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan para sahabatnya pun kembali dengan membawa kemenangan, baik harta ghanimah maupun para tawanan dari pembesar-pembesar Qurasy, Abdullah bin Ubay bin Salul dan orang-orang kafir dari para penyembah berhala yang bersamanya berkata; 'Perkara ini (Islam) telah muncul.' Lalu mereka berbaiat atas Islam kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, akhirnya mereka masuk Islam

nasai:938Sunan an-Nasa'iSahihSahih

Telah mengabarkan kepada kami [Yunus bin Abdul A'la] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Wahab] dia berkata; Telah menceritakan kepadaku [Yunus] dari [Ibnu Syihab] dia berkata; Telah mengabarkan kepadaku [Urwah bin Zubair] bahwa [Miswar bin Makhramah] dan [Abdurrahman bin Abdul Qari] keduanya telah mengabarkan kepadanya, bahwa keduanya telah mendengar [Umar bin Khatthab] berkata; "Aku mendengar Hisyam bin Hakim membaca surat Al Furqaan pada masa hidup Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam, lalu aku perhatikan bacaannya. Maka aku dapati ia membacanya dengan dialek yang banyak (yang berbeda) dan bacaannya tidak sama dengan bacaan yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallallahu'alaihi wasallam kepadaku. Aku hampir mencelanya ketika masih dalam shalat, namun aku bersabar hingga ia selesai shalat. Ketika selesai shalat, kain serbannya kupegang lalu kukatakan kepadanya; 'Siapakah yang membacakan kepadamu surat ini seperti yang kamu baca? ' la menjawab, 'Rasulullah Shallallallahu'alaihi wasallam membacakannya kepadaku'. Aku berkata, 'Kamu dusta. Demi Allah, Rasulullah Shallallallahu'alaihi wasallam telah membacakan surat ini, dan bacaannya tidak seperti yang kamu baca'. Kemudian aku mengajak dan menuntunnya menghadap Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam. Aku berkata kepada Rasulullah; 'Wahai Rasulullah, tadi aku mendengar orang ini membaca surat Al Furqaan dengan dialek yang tidak seperti engkau bacakan kepadaku! ' Rasulullah Shallallallahu'alaihi wasallam kemudian bersabda: 'Lepaskanlah dia wahai Umar. Bacalah wahai Hisyam! ' Hisyam lalu membacanya seperti yang kudengar sebelumnya. Lantas beliau bersabda: 'Begitulah Al Qur'an diturunkan.' Kemudian Rasulullah Shallallallahu'alaihi wasallam berkata: 'Wahai Umar, bacalah'. Lalu aku membacanya seperti yang Rasulullah Shallallallahu'alaihi wasallam bacakan kepadaku. Beliau Shallallallahu'alaihi wasallam lantas bersabda: 'Demikianlah surat itu diturunkan.' Al Qur'an diturunkan dengan tujuh huruf (dialek), maka bacalah yang mudah bagimu

tirmidhi:962Jami' at-TirmidhiDaif IsnaadDaif Isnaad

Telah menceritakan kepada kami [Hannad] telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Hammad bin Salamah] dari [Farqad As Sabakhi] dari [Sa'id bin Jubair] dari [Ibnu Umar] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menggosokkan badannya pada saat ihram dengan minyak yang tidak dicampur dengan minyak wangi. Abu Isa berkata; "Al Muaqqat yaitu yang tidak dicampur minyak wangi." Abu 'Isa berkata; "Ini merupakan hadits hasan gharib. Tidak kami ketahui kecuali dari hadits Farqad As Sabakhi dari Sa'id bin Jubair. Yahya bin Sa'id telah memperbincangkan Farqad As Sabakhi namun banyak orang yang meriwayatkan darinya