An-Nisaa

Ayat 160

سُورَةُ النِّسَاءِ

فَبِظُلْمٍۢ مِّنَ ٱلَّذِينَ هَادُوا۟ حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ طَيِّبَٰتٍ أُحِلَّتْ لَهُمْ وَبِصَدِّهِمْ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ كَثِيرًۭا

Maka disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, kami haramkan atas (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah,

Surah An-Nisaa (The Women)Ayat 160 dari 176

Tafsir Ibn Kathir

Some Foods Were Made Unlawful for the Jews Because of their Injustice and Wrongdoing

Allah states that because of the injustice and transgression of the Jews, demonstrated by committing major sins, He prohibited some of the lawful, pure things which were previously allowed for them. This prohibition could be only that of decree, meaning that Allah allowed the Jews to falsely interpret their Book and change and alter the information about what was allowed for them. They thus, out of exaggeration and extremism in the religion, prohibited some things for themselves. It could also mean that in the Tawrah, Allah prohibited things that were allowed for them before. Allah said,

كُلُّ الطَّعَامِ كَانَ حِـلاًّ لِّبَنِى إِسْرَءِيلَ إِلاَّ مَا حَرَّمَ إِسْرَءِيلُ عَلَى نَفْسِهِ مِن قَبْلِ أَن تُنَزَّلَ التَّوْرَاةُ

(All food was lawful to the Children of Israel, except what Isra'il made unlawful for himself before the Tawrah was revealed.) We mentioned this Ayah before, which means that all types of food were allowed for the Children of Israel before the Tawrah was revealed, except the camel's meat and milk that Isra'il prohibited for himself. Later, Allah prohibited many things in the Tawrah. Allah said in Surat Al-An`am (chapter 6),

وَعَلَى الَّذِينَ هَادُواْ حَرَّمْنَا كُلَّ ذِى ظُفُرٍ وَمِنَ الْبَقَرِ وَالْغَنَمِ حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ شُحُومَهُمَآ إِلاَّ مَا حَمَلَتْ ظُهُورُهُمَآ أَوِ الْحَوَايَآ أَوْ مَا اخْتَلَطَ بِعَظْمٍ ذَلِكَ جَزَيْنَـهُم بِبَغْيِهِمْ وِإِنَّا لَصَـدِقُونَ

(And unto those who are Jews, We forbade every (animal) with undivided hoof, and We forbade them the fat of the ox and the sheep except what adheres to their backs or their entrails, or is mixed up with a bone. Thus We recompensed them for their rebellion. And verily, We are Truthful.) This means, We prohibited these things for them because they deserved it due to their transgression, injustice, defying their Messenger and disputing with him. So Allah said;

فَبِظُلْمٍ مِّنَ الَّذِينَ هَادُواْ حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ طَيِّبَـتٍ أُحِلَّتْ لَهُمْ وَبِصَدِّهِمْ عَن سَبِيلِ اللَّهِ كَثِيراً

(For the wrongdoing of the Jews, We made unlawful to them certain good foods which had been lawful to them, and for their hindering many from Allah's way.) This Ayah states that they hindered themselves and others from following the truth, and this is the behavior that they brought from the past to the present. This is why they were and still are the enemies of the Messengers, killing many of the Prophets. They also denied Muhammad ﷺ and `Isa, peace be upon them. mAllah said,

وَأَخْذِهِمُ الرِّبَا وَقَدْ نُهُواْ عَنْهُ

(And their taking of Riba' though they were forbidden from taking it,) Allah prohibited them from taking Riba', yet they did so using various kinds of tricks, ploys and cons, thus devouring people's property unjustly. Allah said,

وَأَعْتَدْنَا لِلْكَـفِرِينَ مِنْهُمْ عَذَاباً أَلِيماً

(And We have prepared for the disbelievers among them a painful torment. ) Allah then said,

لَّـكِنِ الرَّاسِخُونَ فِى الْعِلْمِ مِنْهُمْ

(But those among them who are well-grounded in knowledge...) firm in the religion and full of beneficial knowledge. We mentioned this subject when we explained Surah Al `Imran (3). The Ayah;

وَالْمُؤْمِنُونَ

(and the believers...) refers to the well-grounded in knowledge;

يُؤْمِنُونَ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ

(believe in what has been sent down to you and what was sent down before you;) Ibn `Abbas said, "This Ayah was revealed concerning `Abdullah bin Salam, Tha`labah bin Sa`yah, Zayd bin Sa`yah and Asad bin `Ubayd who embraced Islam and believed what Allah sent Muhammad ﷺ with. Allah said,

وَالْمُؤْتُونَ الزَّكَوةَ

(and give Zakah,) This could be referring to the obligatory charity due on one's wealth and property, or those who purify themselves, or both. Allah knows best.

وَالْمُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الاٌّخِرِ

(and believe in Allah and in the Last Day,) They believe that there is no deity worthy of worship except Allah, believe in Resurrection after death and the reward or punishment for the good or evil deeds. Allah's statement,

أُوْلَـئِكَ

(It is they,) those whom the Ayah described above,

سَنُؤْتِيهِمْ أَجْراً عَظِيماً

(To whom We shall give a great reward.) means Paradise.

Hadits Terkait

nasai:1728Sunan an-Nasa'iSahihSahih

Telah mengabarkan kepada kami [Ibrahim bin Ya'qub] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu An Nu'man] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari ['Ashim Al Ahwal] dari [Abu Mijlaz] bahwasanya [Abu Musa] pernah berada di antara Makkah dan Madinah, dia shalat Isya' dua rakaat, kemudian berdiri, lalu shalat satu rakaat sebagai witir dengan membaca seratus ayat dari surah An-Nisaa'. Kemudian dia berkata: "Aku tidak menyia-nyiakan untuk menapakkan telapak kakiku dimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menapakkan telapak kakinya, dan aku membaca sebagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membacanya

bukhari:2212Sahih al-Bukhari

Telah menceritakan kepada saya [Ishaq] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Numair] telah mengabarkan kepada kami [Hisyam] dan diriwayatkan pula telah menceritakan kepada saya [Muhammad bin Salam] berkata; Aku mendengar ['Utsman bin Farqad] berkata; Aku mendengar [Hisyam bin 'Urwah] menceritakan dari [Bapaknya] bahwa dia mendengar ['Aisyah radliallahu 'anha] berkata, (tentang ayat QS. An-Nisaa' ayat 6 yang artinya (barangsiapa diantara pemelihara itu yang mampu maka hendaknya ia menehan diri dari memakan harta anak yatim itu, dan barangsiapa yang miskin maka ia boleh makan harta itu menurut yang patut), ayat ini turun pada wali anak yatim yang memelihara dan menjaga hartanya, dan jika ia seorang miskin maka ia boleh memakannya dengan cara ma'ruf (yang patut)

bukhari:2450Sahih al-Bukhari

Telah menceritakan kepada kami [Muhamamad] telah mengabarkan kepada kami ['Abdullah] telah mengabarkan kepada kami [Hisyam bin 'Urwah] dari [bapaknya] dari ['Aisyah radliallahu 'anha] tentang ayat ini QS An-Nisaa: 128): ("Apabila seorang isteri takut suaminya akan berbuat nusyuz (tidak mau menggaulinya) atau berlaku kasar terhadapnya"), dia ('Aisyah radliallahu 'anha) berkata: "Yaitu jika seorang suami yang memiliki isteri namun dia tidak lagi mencintai dan menggaulinya serta berkehendak untuk menceraikanya lalu isterinya berkata, "aku persilakan kamu meninggalkan aku namun jangan ceraikan aku", maka turunlah ayat ini

bukhari:2708Sahih al-Bukhari

Telah bercerita kepada kami [Abu Al Yaman] telah mengabarkan kepada kami [Syu'aib] dari [Az Zuhriy] berkata telah bercerita kepadaku ['Urwah bin Az Zubair] bahwa [Az Zubair] pernah bercerita bahwa dia pernah bersengketa dengan seseorang dari kaum Anshor yang pernah ikut dalam perang Badar kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tentang masalah saluran air di Al Harrah dimana keduanya sama-sama saling menyiram (kebun mereka darinya) Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepada Az Zubair: "Siramlah (kebunmu darinya) wahai Zubair lalu alirkanlah ke tetanggamu". Maka orang Anshor itu marah seraya berkata: "Wahai Rasulullah, Tuan bela dia karena dia anak dari bibi Tuan". Maka wajah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berubah kemudian Beliau berkata: "Siramlah (kebunmu) darinya kemudian tahanlah air itu hingga memenuhi kebun". Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam saat itu memutuskan untuk mememnuhi hak Zubair padahal sebelumnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memberi isyarat kepada Zubair agar memberi kelapangan bagi orang Anshor itu. Ketika orang Anshor itu tidak menerima maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengembalikan hak Zubair sepenuhnya sesuai hukum yang semestiya. 'Urwah berkata; Az Zubair berkata: "Demi Allah, tidaklah aku menduga ayat ini turun melainkan dalam perkara ini: ("Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan….) Ayat 65 dari surah an-Nisaa

bukhari:2765Sahih al-Bukhari

Telah bercerita kepada kami ['Ubaidullah bin Isma'il] telah bercerita kepada kami [Abu Usamah] dari [Hisyam] dari [bapaknya] dari ['Aisyah radliallahu 'anha] tentang firman Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam QS an-Nisaa' ayat; 6, yang artinya ("Dan barang siapa (di antara pemelihara itu) mampu, maka hendaklah ia menahan diri (dari memakan harta anak yatim itu) dan barang siapa yang miskin, maka bolehlah ia makan harta itu menurut yang patut"), dia berkata: "Ayat ini turun berkenaan dengan seorang yang memelihara anak yatim lalu ingin mengambil harta anak yatim tersebut apabila membutuhkannya sesuai dengan jumlah hartanya secara ma'ruf (yang patut)