إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَصَدُّوا۟ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ وَشَآقُّوا۟ ٱلرَّسُولَ مِنۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ ٱلْهُدَىٰ لَن يَضُرُّوا۟ ٱللَّهَ شَيْـًۭٔا وَسَيُحْبِطُ أَعْمَٰلَهُمْ
Sesungguhnya orang-orang kafir dan (yang) menghalangi manusia dari jalan Allah serta memusuhi Rasul setelah petunjuk itu jelas bagi mereka, mereka tidak dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun. Dan Allah akan menghapuskan (pahala) amal-amal mereka.
Tafsir Ibn Kathir
Nullifying the Disbelievers' Deeds and the Command to chase Them
Allah then informs about those who disbelieve, obstruct others from the path of Allah, oppose the Messenger and contend with him, and revert from the faith after guidance has become clear to them. He indicates that those people can never harm Allah in the least, and rather they only harm themselves and become losers on the Day of Resurrection. He will nullify their deeds. Allah will not reward them even the weight of a mosquito (i.e., the smallest thing) for any good that they did before their apostasy, but would instead totally invalidate and destroy it. Their apostasy wipes away their good deeds entirely, just as the good deeds would normally wipe away the evil deeds. Imam Ahmad Ibn Nasr Al-Marwazi reported in Kitab As-Salah (the Book of Prayer) that Abu Al-`Aliyah said, "The Prophet's Companions used to think that no sin would harm a person who says `La ilaha illallah,' just as no good deed would benefit a person who joins partners with Allah. So Allah revealed,
أَطِيعُواْ اللَّهَ وَأَطِيعُواْ الرَّسُولَ وَلاَ تُبْطِلُواْ أَعْمَـلَكُمْ
(Obey Allah and obey the Messenger and do not invalidate your deeds.) This made them fear that some sins could nullify their deeds." It has also been reported from Ibn `Umar, may Allah be pleased with him, that he said, "We, the Companions of Allah's Messenger ﷺ, used to think that good deeds would all be accepted, until Allah revealed,
أَطِيعُواْ اللَّهَ وَأَطِيعُواْ الرَّسُولَ وَلاَ تُبْطِلُواْ أَعْمَـلَكُمْ
(Obey Allah and obey the Messenger and do not invalidate your deeds. ) So we asked each other: `What is it that can nullify our deeds' So we said, `The major sins, great offenses that require admission into the Fire and immoral sins.' But then Allah revealed,
إِنَّ اللَّهَ لاَ يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَآءُ
(Verily, Allah does not forgive joining partners with Him in worship, but He forgives except that to whom He wills.) (4:48) After this was revealed, we ceased saying that. We thereafter continued to fear for those who committed great sins and immoral sins and to have hope for those who did not." Then, Allah commands His believing servants to obey Him and His Messenger , which would result in their happiness in this worldly life and the Hereafter. He also prohibits them from apostasy, because that would result in the nullification of their deeds. Thus He says,
وَلاَ تُبْطِلُواْ أَعْمَـلَكُمْ
(and do not invalidate your deeds.) meaning, by apostasy. Thus, Allah says after this,
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ وَصَدُّواْ عَن سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ مَاتُواْ وَهُمْ كُفَّارٌ فَلَن يَغْفِرَ اللَّهُ لَهُمْ
(Verily, those who disbelieved and obstructed others from the path of Allah and then died as disbelievers -- never will Allah forgive them.) This is similar to His saying,
إِنَّ اللَّهَ لاَ يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَآءُ
(Verily, Allah does not forgive joining partners with Him in worship, but He forgives except that to whom He wills.) (4:48) Allah then addresses His believing servants by saying,
فَلاَ تَهِنُواْ
(So do not lose heart) meaning, do not be weak concerning the enemies.
وَتَدْعُواْ إِلَى السَّلْمِ
(and beg for peace) meaning, compromise, peace, and ending the fighting between you and the disbelievers while you are in a position of power, both in great numbers and preparations. Thus, Allah says,
فَلاَ تَهِنُواْ وَتَدْعُواْ إِلَى السَّلْمِ وَأَنتُمُ الاٌّعْلَوْنَ
(So do not lose heart and beg for peace while you are superior.) meaning, in the condition of your superiority over your enemy. If, on the other hand, the disbelievers are considered more powerful and numerous than the Muslims, then the Imam (general commander) may decide to hold a treaty if he judges that it entails a benefit for the Muslims. This is like what Allah's Messenger ﷺ did when the disbelievers obstructed him from entering Makkah and offered him treaty in which all fighting would stop between them for ten years. Consequently, he agreed to that. Allah then says:
وَاللَّهُ مَعَكُمْ
(And Allah is with you) This contains the good news of victory and triumph over the enemies.
وَلَن يَتِرَكُمْ أَعْمَـلَكُمْ
(and He will never deprive you of (the reward of) your deeds.) meaning, Allah will never invalidate your deeds, nullify them, or deprive you of them, but rather He will give you your rewards complete, without any reduction." And Allah knows best.
Hadits Terkait
Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin 'Amir], ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Manshur bin Salamah], ia berkata; telah memberitakan kepada kami [Al Laits bin Sa'd] dari [Ibnu Al Had] dari [Suhail bin Abi Shaleh] dari [Shafwan bin Abi Yazid] dari [Al Qa'qa' bin Al Lajlaj] dari [Abu Hurairah], ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak bakalan berkumpul debu di jalan Allah dan asap Jahannam pada diri seorang hamba, dan tidak akan berkumpul sikap kikir dan keimanan pada diri seorang hamba
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Al Mutsanna] Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Mahdi] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Al Hakam] dan [Salamah bin Kuhail] dari [Sa'id bin Jubair] bahwa ia pernah shalat Maghrib di Jam' kemudian shalat Isya dengan satu Iqamah. Sesudah itu, ia menceritakan dari [Ibnu Umar] bahwasanya; Ia pernah shalat seperti itu. Kemudian Ibnu Umar menceritakan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melakukannya seperti itu. Dan telah menceritakannya kepadaku [Zuhair bin Harb] Telah menceritakan kepada kami [Waki'] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dengan isnad ini, dan ia menyebutkan; "Beliau menunaikan shalat (Maghrib dan Isya`) dengan satu Iqamah
Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah] telah menceritakan kepada kami [Abu Al Ahwash] dari [Simak bin Harb] dari [Ibrahim] dari [Alqamah] dan [Al Aswad] dari [Abdullah] berkata: Ada seseorang datang kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam dan mengatakan: Aku bercumbu dengan seorang wanita yang datang dari tempat jauh tetapi tidak sampai menggaulinya maka hukumlah aku ini sesuka Baginda! Umar berkata padanya: Sungguh Allah akan menutupi (kejelekanmu), seandainya engkau menyembunyikannya dalam hatimu. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam tidak melontarkan (jawaban) sedikitpun padanya. Orang itu pergi dan beliau mengikutinya kemudian memanggilnya dan membacakan (ayat) padanya "Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat." (Huud: 114) seseorang dari mereka bertanya: Apakah khusus untuk dia saja? Beliau menjawab: "Tidak, tetapi untuk seluruh manusia." Abu Isa mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Seperti itu [Isra'il] meriwayatkan dari [Simak] dari [Ibrahim] dari [Alqamah] dan [Al Aswad] dari [Abdullah] dari nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam sepertinya. [Sufyan Ats Tsauri] meriwayatkan dari [Simak] dari [Ibrahim] dari [Abdurrahman bin Yazid] dari [Abdullah] dari nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam sepertinya. Riwayat mereka lebih shahih dari riwayat Ats Tsauri. [Syu'bah] meriwayatkan dari [Simak bin Harb] dari [Ibrahim] dari [Al Aswad] dari [Abdullah] dari nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam sepertinya. Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Yahya An Naisaburi] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Yusuf] dari [Sufyan Ats Tsauri] dari [Al A'masy] dan [Simak] dari [Ibrahim] dari [Abdurrahman bin Yazid] dari [Abdullah] dari nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam sepertinya dengan maknanya. Telah menceritakan kepada kami [Mahmud bin Ghailan] telah menceritakan kepada kami [Al Fadll bin Musa] dari [Sufyan] dari [Simak] dari [Ibrahim] dari [Abdurrahman bin Yazid] dari [Abdullah bin Mas'ud] dari nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam sepertinya dengan maknanya tapi tidak menyebut: Al A'masy. Dan [Sulaiman At Taimi] meriwayatkan hadits ini dari [Abu Utsman An Nahdi] dari [Ibnu Mas'ud] dari nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam
Telah mengabarkan kepada kami ['Amr bin Ali], ia berkata; telah menceritakan kepada kami ['Ar'arah bin Al Barid] dan [Ibnu Abi 'Adi] mereka berdua mengatakan; telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin 'Amr] dari [Shafwan bin Abi Yazid] dari [Hushain bin Al Lajlaj] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Tidak bakalan berkumpul debu di jalan Allah 'azza wajalla dan asap Jahannam pada kedua lubang hidung seorang muslim selamanya
Telah menceritakan kepada kami [Abu Marwan Muhammad bin Utsman Al 'Utsmani] telah menceritakan kepada kami [Abdul Aziz bin Abu Hazim] dari [Al 'Ala` bin Abdurrahman] dari [Ayahnya] dari [Abu Hurairah], bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ya Allah, sesungguhnya Ibrahim adalah kekasih dan Nabi-Mu, dan Engkau telah mengharamkan kota Makkah melalui lisan Ibrahim. Ya Allah, aku adalah hamba dan Nabi-Mu, dan aku mengharamkan apa-apa yang berada di antara dua lembah berbatu (Madinah)." Abu Marwan berkata, "Yang dimaksud dua lembah berbatu adalah kedua sisi kota Madinah