An-Najm

Ayat 27

سُورَةُ النَّجۡمِ

إِنَّ ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِٱلْءَاخِرَةِ لَيُسَمُّونَ ٱلْمَلَٰٓئِكَةَ تَسْمِيَةَ ٱلْأُنثَىٰ

Sesungguhnya orang-orang yang tiada beriman kepada kehidupan akhirat, mereka benar-benar menamakan malaikat itu dengan nama perempuan.

Surah An-Najm (The Star)Ayat 27 dari 62

Tafsir Ibn Kathir

Refuting the Claim of the Idolators that the Angels are Allah's Daughters

Allah the Exalted admonishes the idolators for calling the angels female names and claiming that they are Allah's daughters. Allah is far removed from what they ascribe to Him. Allah the Exalted said in another Ayah,

وَجَعَلُواْ الْمَلَـئِكَةَ الَّذِينَ هُمْ عِبَادُ الرَّحْمَـنِ إِنَـثاً أَشَهِدُواْ خَلْقَهُمْ سَتُكْتَبُ شَهَـدَتُهُمْ وَيُسْـَلُونَ

(And they make females the angels, who themselves are servants of the Most Gracious. Did they witness their creation Their testimony will be recorded, and they will be questioned!)(43:19) Allah's statement here,

وَمَا لَهُم بِهِ مِنْ عِلْمٍ

(But they have no knowledge thereof.) meaning, they have no correct knowledge testifying to their statements. What they say is all lies, falsehood, fake and utter atheism,

إِن يَتَّبِعُونَ إِلاَّ الظَّنَّ وَإِنَّ الظَّنَّ لاَ يُغْنِى مِنَ الْحَقِّ شَيْئاً

(They follow but conjecture, and verily, conjecture is no substitute for the truth.) meaning, conjecture is of no benefit and never takes the place of truth. In a Hadith recorded in the Sahih, the Messenger of Allah ﷺ said,

«إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ، فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيث»

(Beware of suspicion, for suspicion is the most lying speech.)

The Necessity of turning away from the People of Misguidance

Allah's statement,

فَأَعْرِضْ عَن مَّن تَوَلَّى عَن ذِكْرِنَا

(Therefore withdraw from him who turns away from Our Reminder), means, stay away from those who turn away from the Truth and shun them,

وَلَمْ يُرِدْ إِلاَّ الْحَيَوةَ الدُّنْيَا

(and desires nothing but the life of this world.) meaning, whose aim and knowledge are concentrated on this life; this is the goal of those who have no goodness in them,

ذَلِكَ مَبْلَغُهُمْ مِّنَ الْعِلْمِ

(That is what they could reach of knowledge.) meaning, seeking this life and striving hard in its affairs is the best knowledge they have acquired. There is also the reported supplication:

«اللْهُمَّ لَا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا، وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَا»

(O Allah! Make not this life the greatest of our concerns nor the best knowledge that we can attain.) Allah's statement,

إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اهْتَدَى

(Verily, your Lord is He, Who knows best him who goes astray from His path, and He knows best him who receives guidance.) meaning, He is the Creator of all creatures and He knows whatever benefits His servants. Allah is the One Who guides whom He wills and misguides whom He wills, and all of this indicates His power, knowledge and wisdom. Certainly, He is Just and never legislates or decrees unjustly.

Hadits Terkait

malik:484Muwatta MalikMauquf Sahih

Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari [Ibnu Syihab] dari [Al A'raj] bahwa [Umar bin Khatthab] membaca surat An-Najm; IDZA HAWA (dalam shalatnya), lalu dia sujud karenanya. Kemudian dia berdiri lagi dan membaca surat yang lain

muslim:442Sahih Muslim

Dan telah menceritakan kepada kami [Ibnu Numair] telah menceritakan kepada kami [Abu Usamah] telah menceritakan kepada kami [Zakariya'] dari [Ibnu Asywa'] dari [Amir] dari [Masruq] dia berkata, "Aku berkata kepada [Aisyah], 'Lalu kita apakah firman Allah: '(Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi, maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi). Lalu dia menyampaikan kepada hambaNya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan) ' (Qs. an-Najm: 8-10). Aisyah menjawab, '(Yang dimaksud ayat tersebut) adalah Jibril. Dia mendatangi Rasulullah dalam bentuk seorang laki-laki, dan pada kesempatan ini, dia mendatangi beliau dalam bentuknya yang sesungguhnya, sehingga dia menutupi ufuk langit

nasai:451Sunan an-Nasa'iSahihSahih

Telah mengabarkan kepada kami [Ahmad bin Sulaiman] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Adam] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Malik bin Mighwal] dari [Zubair bin 'Adi] dari [Thalhah bin Musharrif] dari [Murrah] dari [Abdulah] dia berkata; " Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam diisra'kan beliau sampai ke Sidratul Muntaha, yaitu satu tempat di langit yang ke enam dan sampai di situlah berakhirnya semua yang naik dari bawah dan sampai di situ pula semua yang turun dari atas hingga dapat terpegang. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kemudian membacakan ayat: "Ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya" (Qs. An-Najm (53): 16) Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: " (Yang meliputi Sidratul Muntaha) adalah kupu-kupu dari emas, lalu aku diberi tiga hal, yaitu shalat lima waktu, akhir-akhir surat Al Baqarah, dan orang yang mati dari umatku diampuni, asalkan tidak menyekutukan Allah Azza Wa Jalla dengan sesuatupun

nasai:958Sunan an-Nasa'iHasan IsnaadHasan Isnaad

Telah mengabarkan kepada kami [Abdul Malik Abdul Hamid bin Maimun bin Mihran] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Ibnu Hambali] dia berkata; Telah mengabarkan kepada kami [Ibrahim bin Khalid] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Rabah] dari [Ma'mar] dari [Ibnu Thawus] dari [Ikrimah bin Khalid] dari [Ja'far bin Al Muthallib bin Abu Wada'ah] dari [Bapaknya] dia berkata; "Rasulullah Shallallallahu'alaihi wasallam pernah membaca surat An-Najm di Makkah, dan beliau Shallallallahu'alaihi wasallam sujud dengan diikuti oleh orang di sekitarnya. Namun aku mengangkat kepalaku dan enggan untuk sujud waktu itu Al Muthallib belum masuk Islam

bukhari:1067Sahih al-Bukhari

Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basysyar] berkata, telah menceritakan kepada kami [Ghundar] berkata, telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Abu Ishaq] berkata; aku mendengar [Al Aswad] dari ['Abdullah radliallahu 'anhu] berkata: "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam membaca surah An-Najm ketika berada di Makkah. Maka Beliau sujud tilawah begitu juga orang-orang yang bersama Beliau. Kecuali ada seorang yang tua, dia hanya mengambil segenggam kerikil atau tanah lalu menempelkannya pada mukanya seraya berkata; "bagiku cukup begini". Di kemudian hari aku melihat orang itu terbunuh dalam kekafiran