Al-Anfaal

Ayat 52

سُورَةُ الأَنفَالِ

كَدَأْبِ ءَالِ فِرْعَوْنَ ۙ وَٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۚ كَفَرُوا۟ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ فَأَخَذَهُمُ ٱللَّهُ بِذُنُوبِهِمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ قَوِىٌّۭ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ

(keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir'aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang yang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi amat keras siksaan-Nya.

Surah Al-Anfaal (The Spoils of War)Ayat 52 dari 75

Tafsir Ibn Kathir

Allah says, `The behavior of these rebellious disbelievers against what I sent you with, O Muhammad, is similar to the behavior of earlier disbelieving nations. So We behaved with them according to Our Da'b, that is, Our behavior or custom and way, as We did with them with what We often do and decide concerning their likes, the denying people of Fir`awn and the earlier nations who rejected the Messengers and disbelieved in Our Ayat,'

فَأَخَذَهُمُ اللَّهُ بِذُنُوبِهِمْ

(so Allah punished them for their sins.)

Because of their sins, Allah destroyed them

إِنَّ اللَّهَ قَوِىٌّ شَدِيدُ الْعِقَابِ

(Verily, Allah is All-Strong, severe in punishment.)

none can resist Him or escape His grasp.

Hadits Terkait

abudawud:1109Sunan Abu DawudSahihSahih

Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Al 'Ala`] bahwa [Zaid bin Al Hubab] telah menceritakan kepada mereka, katanya; telah menceritakan kepada kami [Husain bin Waqid] telah menceritakan kepadaku [Abdullah bin Buraidah] dari [ayahnya] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tengah berkhutbah di tengah-tengah kami, tiba-tiba Hasan dan Husain radliallahu 'anhuma membawakan dua baju yang berwarna merah. Keduanya lalu terjatuh, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam turun dari mimbar dan menggendong keduanya lalu kembali ke mimbar dengan bersabda: "Maha benar Allah atas firman-Nya: 'Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah sebagai cobaan'. (Qs. Al-Anfaal (8): 28). Aku melihat kedua anak ini terjatuh dalam kedua bajunya, maka aku tidak sabar hingga aku mempersingkat khutbahku