وَيَوْمَ نَحْشُرُ مِن كُلِّ أُمَّةٍۢ فَوْجًۭا مِّمَّن يُكَذِّبُ بِـَٔايَٰتِنَا فَهُمْ يُوزَعُونَ
Dan (ingatlah) hari (ketika) Kami kumpulkan dari tiap-tiap umat segolongan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, lalu mereka dibagi-bagi (dalam kelompok-kelompok).
Tafsir Ibn Kathir
Gathering the Wrongdoers on the Day of Resurrection
Allah tells us about the Day of Resurrection when the wrongdoers who disbelieved in the signs and Messengers of Allah will be gathered before Allah, so that He will ask them about what they did in this world, rebuking, scolding and belittling them.
(And the Day when We shall gather out of every nation, a Fawj) means, from every people and generation a group
(of those who denied Our Ayat). This is like the Ayat:
("Assemble those who did wrong, together with their companions (from the devils).") (37:22)
(And when the souls are joined with their bodies) (81:7).
(and they shall be driven,) Ibn `Abbas, may Allah be pleased with him, said: "They will be pushed." `Abdur-Rahman bin Zayd bin Aslam said: "They will be driven."
(Till, when they come,) and stand before Allah, may He be glorified and exalted, in the place of reckoning,
(He will say: "Did you deny My Ayat whereas you comprehended them not by knowledge, or what was it that you used to do") meaning they will be asked about their beliefs and their deeds. Since they are among the doomed and, as Allah says:
(He neither believed nor performed Salah! But on the contrary, he denied and turned away!) (75:31-32) Then the proof will be established against them and they will have no excuse whatsoever, as Allah says:
(That will be a Day when they shall not speak. And they will not be permitted to put forth any excuse) (77:35-36). Similarly, Allah says here:
(And the Word will be fulfilled against them, because they have done wrong, and they will be unable to speak.) They will be stunned and speechless, unable to give any answer. This is because they wronged themselves in the world, and now they have returned to the One Who sees the unseen and the seen, from Whom nothing can be hidden. Then Allah points out His complete power, immense authority and greatness, all dictating that He is to be obeyed and that His commands must be followed, and that the message of inescapable truth brought by His Prophets must be believed in. Allah says:
(See they not that We have made the night for them to rest therein,) Due to the darkness of the night they halt their activities and calm themselves down, to recover from the exhausting efforts of the day.
(and the day sight-giving) meaning filled with light, so that they can work and earn a living, and travel and engage in business, and do other things that they need to do.
(Verily, in this are Ayat for the people who believe.)
Hadits Terkait
Telah bercerita kepadaku [Muhammad bin Bassyar] telah bercerita kepada kami [Muhammad binJa'far] telah bercerita kepada kami [Syu'bah] dari [Muhammad bin Ziyad] dari [Abu Hurairah radliallahu 'anhu] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: "Sesungguhnya 'Ifrit dari bangsa jin baru saja menggangguku untuk memutuskan shalatku namun Allah menjadikan aku dapat menundukkannya lalu aku tangkap dan hendak mengikatnya pada tiang diantara tiang-tiang masjid hingga tiap orang dari kalian dapat melihatnya. Namun aku teringat akan do'a saudaraku, Nabi Sulaiman 'Alaihissalam; ("Ya Rabb, anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak akan dimiliki oleh seorangpun setelah aku"). (QS. Shad ayat 35). Maka kulepaskan kembali setan itu dalam keadaan hina. Kata 'Ifrit (dalam QS surat an-Naml ayat 39) digunakan untuk setiap orang yang membangkang (durhaka), baik dari kalangan manusia maupun jin. Timbangan kata 'Ifriit seperti kata "zibniyah" yang jamaknya zabaniyah". Sedang 'Ifriit, bentuk jamaknya 'Afaariit
Telah menceritakan kepada kami ['Abdullah bin Muhammad] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Hisyam bin 'Urwah] dari [Bapaknya] dari ['Aisyah radliallahu 'anha] berkata; Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Mereka (kaum musyrikin yang terbunuh dalam perang Badar) telah mengetahui sekarang bahwa apa yang aku katakan (terbukti) benar dan Allah telah berfirman (QS An-Naml ayat 80 yang artinya): ("Sungguh kamu tidak akan dapat menjadikan orang yang sudah mati bisa mendengar)
Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Adam] dia berkata; telah menceritakan kepada kami ['Abdah] dari [Hisyam] dari [bapaknya] dari [Ibnu 'Umar] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berdiri di atas sumur Badar, lalu bersabda: "Apakah kalian telah mendapatkan kebenaran dari apa yang dijanjikan Rabb kalian?" beliau bersabda lagi: " mereka sekarang benar-benar mendengar apa yang kukatakan kepada mereka." Lalu hal itu dilaporkan kepada [Aisyah], maka ia berkata, "Ibnu Umar salah atau lupa, hanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: ' Mereka sekarang mengetahui bahwa apa yang kukatakan kepada mereka adalah kebenaran.' Kemudian ia membaca firman Allah -Ta'ala-, 'kamu tidak dapat menjadikan orang-orang yang mati mendengar…'." (Qs. An-Naml 27: 80). Hingga ia membaca satu ayat tersebut