As-Sajda

Ayat 28

سُورَةُ السَّجۡدَةِ

وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَٰذَا ٱلْفَتْحُ إِن كُنتُمْ صَٰدِقِينَ

Dan mereka bertanya: "Bilakah kemenangan itu (datang) jika kamu memang orang-orang yang benar?"

Surah As-Sajda (The Prostration)Ayat 28 dari 30

Tafsir Ibn Kathir

How the Disbelievers sought to hasten on the Punishment, and what happened to Them

Allah tells us how the disbelievers sought to hasten on the punishment, and to bring the wrath and vengeance of Allah upon themselves, because they thought this punishment would never happen, and because of their disbelief and stubbornness.

وَيَقُولُونَ مَتَى هَـذَا الْفَتْحُ

(They say: "When will this Fath be...") meaning, `when will you prevail over us, O Muhammad, since you claim that there will be a time when you will gain the upper hand over us and take your revenge on us, so when will that happen All we see of you and your companions is that you are hiding, afraid and humiliated.' Allah says:

قُلْ يَوْمَ الْفَتْحِ

(Say: "On the Day of Al-Fath...") meaning, `when the wrath and punishment of Allah befall you, in this world and the next,'

لاَ يَنفَعُ الَّذِينَ كَفَرُواْ إِيَمَـنُهُمْ وَلاَ هُمْ يُنظَرُونَ

(no profit will it be to those who disbelieve if they (then) believe! Nor will they be granted a respite.) This is like the Ayah,

فَلَمَّا جَآءَتْهُمْ رُسُلُهُم بِالْبَيِّنَـتِ فَرِحُواْ بِمَا عِندَهُمْ مِّنَ الْعِلْمِ

(Then when their Messengers came to them with clear proofs, they were glad with that which they had of the knowledge...) (40:83-85) Those who claim that this refers to the conquest of Makkah go too far, and have made a grievous mistake, for on the day of the conquest of Makkah, the Messenger of Allah ﷺ accepted the Islam of the freed Makkan prisoners-of-war, who numbered nearly two thousand. If what was meant by this Ayah was the conquest of Makkah, he would not have accepted their Islam, because Allah says:

قُلْ يَوْمَ الْفَتْحِ لاَ يَنفَعُ الَّذِينَ كَفَرُواْ إِيَمَـنُهُمْ وَلاَ هُمْ يُنظَرُونَ

(Say: "On the Day of Al-Fath, no profit will it be to those who disbelieve if they (then) believe! Nor will they be granted a respite.") What is meant by Al-Fath here is Judgement, as in the Ayat:

فَافْتَحْ بَيْنِى وَبَيْنَهُمْ فَتْحاً

(Nuh said: So Aftah (judge) between me and them) (26:118). and:

قُلْ يَجْمَعُ بَيْنَنَا رَبُّنَا ثُمَّ يَفْتَحُ بَيْنَنَا بِالْحَقِّ

(Say: "Our Lord will assemble us all together, then He will judge between us with truth") (34:26).

وَاسْتَفْتَحُواْ وَخَابَ كُلُّ جَبَّارٍ عَنِيدٍ

(And they sought judgement and every obstinate, arrogant dictator was brought to a complete loss and destruction. ) (14:15)

وَكَانُواْ مِن قَبْلُ يَسْتَفْتِحُونَ عَلَى الَّذِينَ كَفَرُواْ

(although aforetime they had invoked Allah to pass judgement over those who disbelieved) (2:89)

إِن تَسْتَفْتِحُواْ فَقَدْ جَآءَكُمُ الْفَتْحُ

(If you ask for a judgement, now has the judgement come unto you) (8:19). Then Allah says:

فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ وَانتَظِرْ إِنَّهُمْ مُّنتَظِرُونَ

(So turn aside from them and await, verily, they (too) are awaiting.) meaning, `turn away from these idolators, and convey that which has been revealed to you from your Lord.' This is like the Ayah,

اتَّبِعْ مَآ أُوحِىَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ لا إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ

(Follow what has been revealed to you from your Lord, there is no God but Him.) (6:106) `Wait until Allah fulfills that which He has promised you, and grants you victory over those who oppose you, for He never breaks His promise.'

عَنْهُمْ وَانتَظِرْ

(verily, they (too) are awaiting.) means, `you are waiting, and they are waiting and plotting against you,'

أَمْ يَقُولُونَ شَاعِرٌ نَّتَرَبَّصُ بِهِ رَيْبَ الْمَنُونِ

(Or do they say: "A poet! We await for him some calamity by time!") (52:30). `You will see the consequences of your patience towards them, and the fulfillment of the promise of your Lord in your victory over them, and they will see the consequences of their wait for something bad to befall you and your Companions, in that Allah's punishment will come upon them.' Sufficient unto us is Allah, and He is the Best Disposer of affairs. This is the end of the Tafsir of Surat As-Sajdah.

Hadits Terkait

muslim:1162Sahih Muslim

Telah menceritakan kepadaku [Ali bin Hujr as-Sa'di] telah mengabarkan kepada kami [Ali bin Mushir] telah menceritakan kepada kami [al-A'masy] dari [Ibrahim bin Yazid at-Taimi] dia berkata, "Saya membaca Al Quran di hadapan [bapakku] di pelataran masjid. Apabila aku membaca as-Sajdah, maka dia bersujud, lalu aku bertanya kepadanya, 'Wahai bapakku, apakah kamu sujud di jalan? ' Dia menjawab, 'Aku mendengar [Abu Dzarr] berkata, 'Aku bertanya kepada Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam tentang pertama kali masjid yang di bangun di muka bumi? ' Beliau menjawab, 'Masjid al-Haram.' Aku bertanya lagi, 'Kemudian masjid apa? ' Beliau menjawab, 'Masjid al-Aqsha.' Aku bertanya, 'Berapa jarak (waktu pembuatan) antara keduanya? ' Beliau menjawab, 'Empat puluh tahun, kemudian semua bumi bagimu adalah masjid, maka di mana pun waktu shalat mendapatimu, maka shalatlah

tirmidhi:2616Jami' at-TirmidhiSahihSahih

Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abi Umar] telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Mu'adz ash Shan'ani] dari [Ma'mar] dari ['Ashim bin Abi an Najud] dari [Abu Wail] dari [Mu'adz bin Jabal] dia berkata; Saya pernah bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dalam suatu perjalanan, suatu pagi aku berada dekat dari beliau, dan kami sedang bepergian, maka saya berkata; 'Wahai Rasulullah, kabarkanlah kepadaku tentang suatu amal yang akan memasukkanku kedalam surga dan menjauhkanku dari neraka.' Beliau menjawab: "Kamu telah menanyakan kepadaku tentang perkara yang besar, padahal sungguh ia merupakan perkara ringan bagi orang yang telah Allah jadikan ringan baginya, yaitu: Kamu menyembah Allah dan tidak menyekutukannya dengan sesuatu apa pun, kamu mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, berhaji ke Baitullah." Kemudian beliau bersabda: "Maukah kamu aku tunjukkan pada pintu-pintu kebaikan? Puasa adalah perisai dan sedekah akan memadamkan kesalahan sebagaimana air memadamkan api, dan shalat seorang laki-laki pada pertengahan malam." Kemudian beliau membaca; "Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdoa kepada Rabbnya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka. (16) Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan." (As-Sajdah: 16-17). Kemudian beliau bersabda: "Maukah kamu aku tunjukkan pokok perkara agama, tiang dan puncaknya?" Aku menjawab: "Ya, wahai Rasulullah." Beliau bersabda: "Pokok dari perkara agama adalah Islam, tiangnya adalah shalat, sedangkan puncaknya adalah jihad.' Kemudian beliau bersabda: "Maukah kamu aku kabarkan dengan sesuatu yang menguatkan itu semua?" Aku menjawab; 'Ya, wahai Nabi Allah.' Lalu beliau memegang lisannya, dan bersabda: "'Tahanlah (lidah) mu ini." Aku bertanya; 'Wahai Nabi Allah, (Apakah) sungguh kita akan diadzab disebabkan oleh perkataan yang kita ucapkan? ' Beliau menjawab; "(Celakalah kamu) ibumu kehilanganmu wahai Mu'adz, Tidaklah manusia itu disunggkurkan ke dalam neraka di atas muka atau hidung mereka melainkan karena hasil ucapan lisan mereka?" Abu Isa berkata; 'Ini hadits hasan shahih

muslim:465Sahih Muslim

Telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin Amru Al Asy'atsi] telah menceritakan kepada kami [Sufyan bin Uyainah] dari [Mutharrif] dan [Ibnu Abjar] dari [Asy Sya'bi] dia berkata; aku mendengar dari [Al Mughirah bin Syu'bah] insyaallah secara periwayatan. (dalam jalur lain disebutkan) Dan telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu Umar] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] telah menceritakan kepada kami [Mutharrif bin Tharif] dan [Abdul Malik bin Sa'id] keduanya mendengar [Asy Sya'bi] mengabarkan dari [Al Mughirah bin Syu'bah] dia berkata, "Aku mendengarnya di atas mimbar dia memarfu'kan hadits tersebut kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, ia berkata; Dan telah menceritakan kepadaku [Bisyr bin Al Hakam] dan lafadz miliknya, telah menceritakan kepada kami [Sufyan bin Uyainah] telah menceritakan kepada kami [Mutharrif] dan [Ibnu Abjar] keduanya mendengar [Asy Sya'bi] berkata; Aku mendengar [Al Mughirah bin Syu'aib] mengabarkan hadits tersebut di atas mimbar -Sufyan berkata; menurutku salah seorang dari keduanya, yakni Ibnu Abjar, telah memarfu'kannya kepada Nabi- dia berkata, "Musa bertanya kepada Rabbnya, 'Apa ciri penghuni surga yang paling rendah kedudukannya? ' Allah menjawab, 'Yaitu orang yang datang setelah penghuni surga dimasukkan ke dalam surga, lalu dikatakan kepada orang ini, 'Masuklah ke surga! ' Orang ini menjawab, 'Wahai Rabbku, bagaimana mungkin aku bisa masuk, sementara mereka sudah menempati tempat masing-masing dan mengambil bagian mereka? ' Maka dikatakan kepada orang ini, 'Apakah kamu mau mendapatkan bagian kerajaan seperti seorang raja di antara raja-raja dunia? ' Orang itu menjawab, 'Aku rela, wahai Rabbku.' Rabb mengatakan, 'Itu bagianmu ditambah seperti itu, ditambah seperti itu, ditambah seperti itu, (ditambah seperti itu)." Pada kali kelima, orang itu mengatakan, 'Aku rela, wahai Rabbku." Rabb mengatakan, 'Ini bagianmu ditambah sepuluh kali lipatnya. Dan kamu mendapatkan apapun yang kamu inginkan dan matamu menyukainya.' Orang itu mengatakan, 'Aku rela, wahai Rabbku.' Musa mengatakan, '(Bagaimana dengan nasib) orang yang paling tinggi kedudukannya? ' Rabb menjawab, 'Mereka itu, orang pilihan-Ku, kemuliaan mereka di tangan-Ku, dan Aku menutup (kemulian itu), ia belum pernah terlihat mata, belum pernah terdengar telinga dan belum pernah terdetik dalam hati.' Perawi berkata, 'Dalilnya terdapat dalam Firman Allah: '(Tak seorang pun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka) ' (Qs. As-Sajdah: 17).' Telah menceritakan kepada kami [Abu Kuraib] telah menceritakan kepada kami [Ubaidullah bin Al Asyja'i] dari [Abdul Malik bin Abjar], ia berkata, Aku mendengar [Asy Sya'bi] dia berkata, Aku mendengar [Al Mughirah bin Syu'bah] dia berkata di atas mimbar, 'Sesungguhnya Musa pernah bertanya kepada Allah 'azza wajalla mengenai penduduk surga yang mempunyai bagian nikmat paling sedikit….Dan dia pun menyebutkan hadits seperti ini

muslim:244Sahih Muslim

Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abu Syaibah] dan [Abu Kuraib] keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] dari [al-A'masy] dari [Abu Shalih] dari [Abu Hurairah] dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila manusia membaca surat as-Sajdah, lalu dia sujud, maka setan menjauh menyendiri untuk menangis seraya berkata, 'Celakalah'." Dan dalam riwayat Abu Kuraib, "Celakalah aku, manusia disuruh bersujud maka mereka bersujud sehingga dia mendapatkan surga, sedangkan aku disuruh bersujud, lalu aku enggan, sehingga aku mendapatkan neraka'." Telah menceritakan kepadaku [Zuhair bin Harb] telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [al-A'masy] dengan sanad ini semisalnya, hanya saja dia menyebutkan, 'Lalu aku durhaka sehingga aku mendapatkan neraka

nasai:475Sunan an-Nasa'iSahihSahih

Telah mengabarkan kepada kami [Ya'qub bin Ibrahim] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Husyaim] berkata; Telah memberitakan kepada kami [Manshur bin Zadzan] dari [Al Walid bin Muslim] dari [Abu Shiddiq An-Naji] dari [Abu Sa'id Al Khudri] dia berkata; "Pernah kami menaksir waktu berdirinya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Saat shalat Zhuhur dan Ashar, maka kami menaksir berdirinya beliau saat shalat Zhuhur sekitar tiga puluh ayat, seukuran surat As-Sajdah pada dua raka'at pertama. Sedangkan pada dua raka'at terakhir beliau membaca (seukuran) separuh dari pertama. Kami perkirakan berdirinya pada dua raka'at yang pertama dari shalat Ashar seukuran dua raka'at yang terakhir dari shalat Zhuhur, dan berdirinya pada dua raka'at terakhir dari shalat Ashar separuh dari raka'at pertama