Abasa

Ayat 33

سُورَةُ عَبَسَ

فَإِذَا جَآءَتِ ٱلصَّآخَّةُ

Dan apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala yang kedua),

Surah Abasa (He frowned)Ayat 33 dari 42

Tafsir Ibn Kathir

The Day of Judgement and the fleeing of the People from Their Relatives during it

Ibn `Abbas said, "As-Sakhkhah is one of the names of the Day of Judgement that Allah has magnified and warned His servants of." Ibn Jarir said, "Perhaps it is a name for the blowing into Trumpet." Al-Baghawi said, "As-Sakhkhah means the thunderous shout of the Day of Judgement. It has been called this because it will deafen the ears. This means that it pierces the hearing to such an extent that it almost deafens the ears."

يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ - وَأُمِّهِ وَأَبِيهِ - وَصَـحِبَتِهُ وَبَنِيهِ

(That Day shall a man flee from his brother. And from his mother and his father. And from his wife and his children.) meaning, he will see them and then flee from them, and seek to get away from them because horror will be so great and the matter will be so weighty. There is an authentic Hadith related concerning the intercession that states that every one of the great Messengers of firm resolve will be requested to intercede with Allah on behalf of the creation, but each of them will say, "O myself! O myself! Today I will not ask You (O Allah) concerning anyone but myself." Even `Isa bin Maryam will say, "I will not ask Him (Allah) concerning anyone but myself today. I will not even ask Maryam, the woman who gave birth to me." Thus, Allah says,

يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ - وَأُمِّهِ وَأَبِيهِ - وَصَـحِبَتِهُ وَبَنِيهِ

(That Day shall a man flee from his brother, and from his mother and his father, and from his wife and his children.) Qatadah said, "The most beloved and then the next most beloved, and the closest of kin and then the next closest of kin -- due to the terror of that Day." Allah said,

لِكُلِّ امْرِىءٍ مِّنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ

(Every man that Day will have enough to make him careless of others.) meaning, he will be preoccupied in his business and distracted from the affairs of others. Ibn Abi Hatim recorded from Ibn `Abbas that the Messenger of Allah ﷺ said,

«تُحْشَرُونَ حُفَاةً عُرَاةً مُشَاةً غُرْلًا»

(You will all be gathered barefoot, naked, walking and uncircumcised.) So his wife said, "O Messenger of Allah! Will we look at or see each other's nakedness" The Prophet replied,

«لِكُلِّ امْرِىءٍ مِنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ أو قال: مَا أَشْغَلَهُ عَنِ النَّظَر»

(Every man among them on that Day will have enough (worries) to make him careless of others) -- or he said: (he will be too busy to look.) Ibn `Abbas narrated that the Prophet said,

«تُحْشَرُونَ حُفَاةً عُرَاةً غُرْلًا»

(You will all be gathered barefoot, naked and uncircumcised.) So a woman said, "Will we see or look at each others nakedness" He replied,

«يَا فُلَانَةُ، لِكُلِّ امْرِىءٍ مِنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيه»

(O so-and-so woman! Every man among them on that Day will have enough (worries) to make him careless of others.) At-Tirmidhi said, "This Hadith is Hasan Sahih."

The Faces of the People of Paradise and the People of the Fire on the Day of Judgement

Allah says;

وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ مُّسْفِرَةٌ - ضَـحِكَةٌ مُّسْتَبْشِرَةٌ

(Some faces that Day will be bright (Musfirah), laughing, rejoicing at good news.) meaning, the people will be divided into two parties. There will be faces that are Musfirah, which means bright.

ضَـحِكَةٌ مُّسْتَبْشِرَةٌ

(Laughing, rejoicing at good news.) meaning, happy and pleased due to the joy that will be in their hearts. The good news will be apparent on their faces. These will be the people of Paradise.

وَوُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ عَلَيْهَا غَبَرَةٌ - تَرْهَقُهَا قَتَرَةٌ

(And other faces that Day will be dust-stained. Darkness (Qatarah) will cover them.) meaning, they will be overcome and covered with Qatarah, which is darkness. Ibn `Abbas said,

تَرْهَقُهَا قَتَرَةٌ

(Darkness (Qatarah) will cover them.) "This means that they (the faces) will be overcome with darkness." Allah said,

أُوْلَـئِكَ هُمُ الْكَفَرَةُ الْفَجَرَةُ

(Such will be the disbelieving, the wicked evildoers.) meaning, they are disbelievers in their hearts, evildoers in their actions. This is as Allah says,

وَلاَ يَلِدُواْ إِلاَّ فَاجِراً كَفَّاراً

(And they will beget none but wicked disbelievers.) (71:27) This is the end of the Tafsir of Surat `Abasa, and to Allah all praise and thanks are due.

Hadits Terkait

tirmidhi:1580Jami' at-TirmidhiSahihSahih

Telah menceritakan kepada kami [Mahmud bin Ghailan] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abu Dawud] ia berkata; telah memberitakan kepada kami [Syu'bah] ia berkata; telah mengabarkan kepadaku [Abul Faidh] ia berkata; Aku mendengar [Sulaim bin Amir] berkata, "Antara Mu'awiyah dan penduduk Romawi mempunyai perjanjian. Mu'awiyah kemudian melakukan perjalanan di negeri mereka, dengan harapan ketika masa perjanjian telah habis ia menyerang negeri tersebut. Namun tiba- tiba ada seorang laki-laki di atas kendaraan atau kuda seraya berkata, "Allahu Akbar, hendaklah kalian penuhi perjanjian dan jangan berlaku curang." Dan ternyata laki-laki itu adalah [Amru bin Abasah], Mu'awiyah kemudian menanyakan hal itu kepada Amru bin Abasah, ia menjawab, "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa di antara kalian mempunyai perjanjian dengan suatu kaum, maka jangan sekali-kali menghianati perjanjiannya hingga selesai masanya atau mengembalikan kepada mereka dengan cara yang baik (jujur)." Mu'awiyah kemudian pulang bersama pasukannya." Abu Isa berkata, "Hadits ini derajatnya hasan shahih

tirmidhi:1635Jami' at-TirmidhiSahihSahih

Telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Manshur Al Marwazi] berkata, telah mengabarkan kepada kami [Haiwah bin Syuraih Al Himshi] dari [Baqiyah] dari [bahir bin Sa'd] dari [Khalid bin Ma'dan] dari [Katsir bin Murrah] dari [Amru bin Abasah] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa tumbuh satu bulu uban di jalan Allah, maka bulu uban tersebut akan menjadi cahaya baginya pada hari kiamat." Abu Isa berkata, "Hadits ini derajatnya hasan shahih gharib, dan Haiwah bin Syuraih adalah Ibnu Yazid Al Himshi

tirmidhi:1637Jami' at-TirmidhiDaifDaif

Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Mani'] berkata, telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Harun] berkata, telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Ishaq] dari [Abdullah bin 'Abdurrahman bin Abu Husain] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya hanya dengan satu anak panah, Allah akan memasukkan tiga orang ke dalam surga; orang yang membuatnya dengan niat untuk suatu kebaikan; orang yang melemparkannya dan orang yang mempersiapkannya." Kemudian beliau bersabda: "(gemarlah berlatih) melempar dan berkendara. Sungguh, kalian melempar lebih aku sukai dari pada kalian berkendaraan. Setiap permainan yang dilakukan oleh seorang laki-laki muslim adalah batil kecuali latihan dia melempar anak panah dengan busurnya, atau pengajarannya terhadap kuda tunggangannya, atau senda guraunya dengan isterinya, karena sesungguhnya itu semua termasuk kebenaran." Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Mani'] berkata, telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Harun] berkata, telah mengabarkan kepada kami [Hisyam Ad Dastuwa`i] dari [Yahya bin Abu Katisr] dari [Abu Sallam] dari [Abdullah bin Al Azraq] dari [Uqbah bin Amir Al Juhani] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, seperti dalam hadits tersebut. Abu Isa berkata, "Dalam bab ini juga ada hadits dari Ka'b bin Murrah dan Amru bin Abasah bin Amru. Dan hadits ini derajatnya hasan shahih

nasai:2083Sunan an-Nasa'iSahihSahih

Telah mengabarkan kepadaku ['Amru bin 'Utsman] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Baqiyyah] dia berkata; telah mengabarkan kepadaku [Az Zubaidi] dia berkata; telah mengabarkan kepadaku [Az Zuhri] dari ['Urwah] dari ['Aisyah] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Manusia akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang serta tidak berkhitan." Lalu Aisyah bertanya; "Bagaimana dengan aurat?" beliau menjawab dengan membaca ayat: "Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya." (Qs. Abasa 80:)

tirmidhi:2660Jami' at-TirmidhiSahihSahih

Telah menceritakan kepada kami [Ismail bin Musa al Fazari] cucu dari as Suddi, telah menceritakan kepada kami [Syarik bin Abdullah] dari [Manshur bin al Mu'tamar] dari [Rib'i bin Hirasy] dari [Ali bin Abi Thalib] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "janganlah kalian berdusta atas namaku, sesungguhnya barangsiapa yang berdusta atas namaku dia akan masuk kedalam neraka." dan dalam bab lain dari Abu Bakar, Umar, Utsman, az Zubair, Sa'id bin Zaid, Abdullah bin 'Amru, Anas, Jabir, Ibnu Abbas, Abu Sa'id, 'Amr bin 'ABasah, Uqbah bin 'Amir, Muawiyah, Buraidah, Abu Musa, Abu Umamah, Abdullah bin Umar, al Muqanna' dan Aus ats Tsaqafi. Abu Isa berkata; 'Hadits Ali adalah hadits hasan shahih.' Abdurrahman bin Mahdi berkata; 'Manshur bin Al Mu'tamir adalah ahlul Kufah yang paling tsiqah.' Waki' berkata; 'Rib'I bin Hirasy tidak pernah berdusta sekalipun di dalam Islam