Telah menceritakan kepadaku Yahya bin Yahya berkata; telah menceritakan kepadaku dari Malik dari dari bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berdoa: "Ya Allah, berkahilah mereka dalam timbangan-timbangan mereka, berkahilah sha' dan mud mereka." yaitu penduduk Madinah
Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari dari dari berkata; "Dahulu jika orang-orang melihat awal musim buah, mereka membawanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengambilnya, beliau berdoa: "Ya Allah, berkahilah buah-buah kami, berkahilah Madinah kami, berkahilah kami dalam takaran kami dan berkahilah kami dalam mud kami. Ya Allah, sesungguhnya Ibrahim adalah hamba-Mu, kekasih-Mu dan Nabi-Mu. Sesungguhnya aku adalah hamba-Mu dan Nabi-mu. Ibrahim berdoa kepada-Mu untuk Makkah dan aku berdoa kepada-Mu untuk Madinah seperti apa yang dia doakan untuk Makkah." Kemudian beliau mendoakan seorang anak yang paling kecil yang beliau lihat, lalu beliau memberi anak itu dari buah tersebut
Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari bahwa mantan budak Zubair bin Awwam mengabarkan kepadanya, bahwa dia pernah duduk di samping Abdullah bin Umar ketika terjadi fitnah, kemudian budak wanitanya datang dan mengucapkan salam kepadanya. Setelah itu budak tersebut berkata, "Aku ingin keluar wahai Abu Abdurrahman, waktu kini sudah semakin berat dan sulit bagi kami." berkata kepadanya; "Duduklah bodoh, aku telah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Tidaklah seseorang bersabar atas besar dan kerasnya (kehidupan di Madinah), kecuali saya akan memberinya syafa'at atau saksi pada Hari Kiamat
malik:1601Salim al-Hilali: Sahih
وَحَدَّثَنِي يَحْيَى، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، أَنَّ أَعْرَابِيًّا، بَايَعَ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم عَلَى الإِسْلاَمِ فَأَصَابَ الأَعْرَابِيَّ وَعْكٌ بِالْمَدِينَةِ فَأَتَى رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَقِلْنِي بَيْعَتِي . فَأَبَى رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ثُمَّ جَاءَهُ فَقَالَ أَقِلْنِي بَيْعَتِي . فَأَبَى ثُمَّ جَاءَهُ فَقَالَ أَقِلْنِي بَيْعَتِي . فَأَبَى فَخَرَجَ الأَعْرَابِيُّ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم " إِنَّمَا الْمَدِينَةُ كَالْكِيرِ تَنْفِي خَبَثَهَا وَيَنْصَعُ طِيبُهَا " .
Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari dari berkata; seorang badui membaiat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam atas Islam, lalu orang badui itu terkena demam di Madinah. Badui itu kemudian menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan berkata; "Ya Rasulullah, batalkanlah baiatku." Namun Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menolaknya. Badui itu mendatangi beliau lagi dan berkata; "Batalkanlah baiatku." Beliau tetap menolaknya. Maka pergilah orang badui itu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun bersabda: "Sesungguhnya Madinah ini seperti al kir; menghilangkan kotorannya dan meninggalkan aroma semerbaknya
Telah menceritakan kepadaku Malik dari ia berkata; Aku mendengar berkata; Aku mendengar berkata, "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Aku diperintahkan (untuk mendiami) sebuah kampung yang mencakup desa-desa lain, mereka menyebutnya Yatsrib, ia adalah kota yang akan menyingkirkan orang-orang sebagaimana al kir menghilangkan kotoran besi
malik:1603Salim al-Hilali: Sahih
وَحَدَّثَنِي مَالِكٌ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ " لاَ يَخْرُجُ أَحَدٌ مِنَ الْمَدِينَةِ رَغْبَةً عَنْهَا إِلاَّ أَبْدَلَهَا اللَّهُ خَيْرًا مِنْهُ " .
Telah menceritakan kepadaku Malik dari dari bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidaklah seseorang keluar dari Madinah karena membencinya, kecuali Allah akan menggantikan bagi (Madinah) yang lebih baik dari orang tersebut
Telah menceritakan kepadaku Malik dari dari dari dari berkata, "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Negeri Yaman akan ditaklukkan lalu datanglah suatu kaum kepada mereka, mengusir penduduknya, dan pergilah mereka dengan keluarga-keluarga mereka bersama orang-orang yang mengikutinya padahal Madinah lebih baik bagi mereka jika saja mereka tahu. Negeri Syam akan ditaklukkan lalu datanglah suatu kaum kepada mereka, mengusir penduduknya, dan pergilah mereka dengan keluarga-keluarga mereka bersama orang-orang yang mengikutinya, padahal Madinah lebih baik bagi mereka andai mereka tahu. Negeri Iraq akan ditaklukkan, lalu datanglah suatu kaum kepada mereka, mengusir penduduknya, dan pergilah mereka dengan keluarga-keluarga mereka bersama orang-orang yang mengikutinya, padahal Madinah lebih baik bagi mereka andai mereka tahu
Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari dari dari bahwa Rasulullah Shalla Allahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sungguh Madinah akan di tinggalkan dengan segala apa yang terbaik di dalamnya hingga masuklah seekor anjing atau serigala. lalu hewan itu mengencingi pada sebagian tiang-tiang masjid atau mimbarnya." Para sahabat bertanya; "Wahai Rasulullah, untuk siapakah buah-buahan pada masa itu?" Beliau bersabda: "Untuk burung-burung dan hewan buas
Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari mantan budak Al Muthallib, dari berkata, "Saat gunung uhud terlihat oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Ini adalah gunung, yang dia mencintai kami dan kamipun mencintainya. Ya Allah, sesungguhnya Ibrahim telah mengharamkan Makkah, maka aku mengharamkan apa yang ada di antara dua gunungnya (Madinah)
malik:1608Salim al-Hilali: Sahih
وَحَدَّثَنِي مَالِكٌ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ لَوْ رَأَيْتُ الظِّبَاءَ بِالْمَدِينَةِ تَرْتَعُ مَا ذَعَرْتُهَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم " مَا بَيْنَ لاَبَتَيْهَا حَرَامٌ " .
Telah menceritakan kepadaku Malik dari dari dari berkata; "Seandainya aku melihat kijang (di padang rumput) sedang mencari makan di Madinah maka aku tidak akan membuatnya kabur, karena Rasulullah bersabda: 'Apa yang ada di antara dua gunungnya adalah Haram
Telah menceritakan kepadaku Malik dari dari dari bahwasanya ia pernah mendapati beberapa anak yang menggiring dan mengusir seekor serigala." Malik berkata; "Aku tidak mengetahui kecuali Abu Hurairah mengatakan; 'Apakah ini dilakukan di wilayah haramnya (Madinah) Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam?
Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari dari dari Ummul Mukminin, ia berkata; "Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tiba di Madinah, Abu Bakar dan Bilal diserang panas." Aisyah berkata; "Lalu aku menemui keduanya. Aku berkata; 'Wahai ayahku, bagaimana kabarmu? Wahai Bilal bagaimana kabarmu? '" dia menambahkan; "Jika Abu Bakar diserang demam, dia selalu berkata; 'Setiap jiwa bangun di pagi hari pada keluarganya, padahal kematian lebih dekat dari tali sandalnya.' Adapun Bilal jika sembuh dari demamnya, dia mengangkat suaranya dan berkata; 'Duhai, seandainya ada yang mendengarkan syairku, akankah aku tinggal malam ini di suatu lembah dan di sekelilingku pohon idkhir dan pohon jalil. Dan akankah aku mendatangi suatu hari, air Majinnah ataukah nampak bagiku Syamah dan Thafil." Aisyah berkata; "Aku menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan mengabarkan kepada beliau. Beliau lalu berdoa: "Ya Allah, jadikanlah kami cinta kepada Madinah sebagaimana kecintaan kami kepada Makkah, atau lebihkan cinta kami padanya. Berkahilah kami dalam Sha' kami dan mud kami, dan pindahkanlah demamnya menuju Juhfah, " Malik berkata; telah menceritakan kepadaku Yahya bin Sa'id bahwa Aisyah isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata; Amir bin Fuhairah berkata; "Saya telah melihat kematian sebelum merasakannya, sesungguhnya kematian seorang pengecut adalah dari atasnya
malik:1613Salim al-Hilali: Sahih
وَحَدَّثَنِي عَنْ مَالِكٍ، عَنْ نُعَيْمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْمُجْمِرِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم " عَلَى أَنْقَابِ الْمَدِينَةِ مَلاَئِكَةٌ لاَ يَدْخُلُهَا الطَّاعُونُ وَلاَ الدَّجَّالُ
Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari dari berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Di setiap lorong-lorong Madinah ada malaikat sehingga penyakit Tha'un tidak bisa masuk, begitu juga Dajjal
Telah menceritakan kepadaku Malik dari bahwa ia pernah mendengar berkata, "Salah satu sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang terakhir adalah: "Semoga Allah membinasakan orang Yahudi dan Nasrani. Mereka menjadikan kuburan para Nabi mereka sebagai masjid. Tidak akan ada dua agama di Tanah Arab
Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak akan berkumpul dua ajaran di jazirah Arab." Malik berkata; berkata; " menyelidiki tentang itu hingga dia yakin bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Tidak akan berkumpul dua ajaran di jazirah Arab'." lalu dia mengusir Yahudi Khaibar
malik:1616Salim al-Hilali: Sahih
وَحَدَّثَنِي عَنْ مَالِكٍ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم طَلَعَ لَهُ أُحُدٌ فَقَالَ " هَذَا جَبَلٌ يُحِبُّنَا وَنُحِبُّهُ " .
Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari dari berkata, "Saat gunung uhud terlihat oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Ini adalah gunung yang mencintai kami dan kamipun mencintainya
Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari dari bahwa bekas budak Umar bin Khattab, mengabarkan kepadanya, bahwa ia pernah mengunjungi Abdullah bin 'Ayasy Al Makhzumy. Ketika sedang di jalanan Makkah ia melihatnya membawa perasan nabids. Aslam lalu berkata kepadanya; "Ini adalah minuman yang disukai Umar bin Khattab." Maka Abdullah bin 'Ayasy mengambil segelas besar dan membawanya kepada Umar bin Khattab. Umar kemudian meletakkannya pada tangan dan mendekatkannya ke mulut, lalu mengangkat kepalanya seraya berkata, "Sungguh ini adalah minuman yang enak." Umar kemudian minum dan memberikannya kepada seorang laki-laki yang ada di sisi kanannya. Ketika Abdullah beranjak pergi, memanggilnya dan bertanya; "Apakah engkau yang mengatakan bahwa Makkah lebih baik daripada Madinah." berkata; "Maka aku menjawab; 'Itu adalah tanah haram Allah, Dia yang menjamin keamanannya, dan di dalamnya juga ada rumah-Nya'. Umar berkata; "Aku tidak mengatakan bahwa dalam rumah Allah dan tanah haram-Nya ada suatu (kemuliaan) ." kemudian Umar bertanya; 'Apakah engkau yang mengatakan bahwa Makkah lebih baik daripada Madinah? ' maka aku menjawab; 'Itu adalah tanah haram Allah, Dia yang menjamin keamanannya, dan di dalamnya ada rumah-Nya." Umar lalu berkata lagi; 'Aku tidak mengatakan bahwa dalam rumah Allah dan tanah Haram-Nya ada suatu (kemuliaan) ." Setelah itu ia pun pergi
Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari dari dari dari berkata, "Umar bin Khattab berangkat ke Syam, maka ketika sampai suatu daerah yang bernama Sargha, para komandan pasukan; Abu Ubaidah bin Jarrah dan para sahabat, menemuinya dan mengabarkan bahwa wilayah Syam telah terjangkit wahab penyakit. Ibnu Abbas berkata; "Lalu berkata; 'Panggilkan untukku orang-orang muhajirin yang pertama-tama." Lalu dipanggillah para sahabat tersebut, kemudian Umar bermusyawarah dan mengabrkan kepada mereka bahwa wilayah Syam telah terjangkit wabah penyakit. Merekapun berselisih pendapat, sebagian dari mereka berkata; 'Engkau telah keluar untuk suatu keperluan, kami berpendapat bahwa engkau tidak perlu menarik diri." Dan sebagian lain berkata; 'Engkau bersama sebagian manusia dan beberapa sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam! Kami berpendapat agar engkau tidak menghadapkan mereka dengan wabah ini." Umar berkata; 'Keluarlah kalian, ' dia berkata; 'Panggilkan untukku orang-orang Anshar'. Aku memanggil mereka, dan diapun bermusyawarah dengan mereka, sedangkan mereka berpendapat seperti halnya orang-orang Muhajirin dan berbeda pendapat seperti halnya mereka. Umar berkata; 'keluarlah kalian, ' dia berkata; 'Panggilkan untukku siapa saja di sini yang dulu sesepuh-sesepuh Quraisy dan telah berhijrah ketika Fathul Makkah.' Aku memanggilnya dan tidak ada yang berselisih dari mereka kecuali dua orang. Mereka berkata; 'Kami berpendapat agar engkau kembali membawa orang-orang dan tidak menghadapkan mereka kepada wabah ini.' Umar menyeru kepada manusia; 'Sesungguhnya aku akan bangun pagi di atas pelana, bagunlah kalian pagi hari di atasnya, ' Abu Ubaidah bertanya; 'Apakah engkau akan lari dari takdir Allah? ' maka Umar menjawab; 'Kalau saja yang berkata bukan kamu, Wahai Abu 'Ubaidah! Ya, kami lari dari takdir Allah menuju takdir Allah yang lain. Bagaimana pendapatmu, jika kamu memiliki unta kemudian tiba di sebuah lembah yang mempunyai dua daerah, yang satu subur dan yang lainnya kering, tahukah kamu jika kamu membawanya ke tempat yang subur, niscaya kamu telah membawanya dengan takdir Allah. Apabila kamu membawanya ke tempat yang kering, maka kamu membawanya dengan takdir Allah juga.' Kemudian datanglah , dia tidak hadir karena ada keperluan. Dia berkata; "Saya memiliki kabar tentang ini dari Rasulullah Shalla Allahu 'alaihi wa sallam beliau bersabda: "Jika kalian mendengar suatu negeri terjangkit wabah, maka janganlah kalian menuju ke sana, namun jika dia menjangkiti suatu negeri dan kalian berada di dalamnya, maka janganlah kalian keluar dan lari darinya." (Ibnu 'Abbas RA) berkata; "Lalu Umar memuji Allah kemudian pergi
Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari dan dari mantan budak 'Umar bin 'Ubaidullah dari dari bapaknya, bahwasanya ia mendengar bapaknya bertanya kepada Usamah bin Zaid, "Apa yang kamu dengar dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tentang penyakit tha'un?" menjawab, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tha'un adalah siksaan yang dikirim Allah kepada sekelompok orang dari Bani Isra`il, atau kepada orang-orang sebelum kalian. Jika kalian mendengarnya berada di suatu negeri maka janganlah kalian memasukinya. Dan jika penyakit itu berada di negeri yang kalian tinggali, maka janganlah kalian keluar melarikan diri darinya." Malik berkata; Abu Nadlr berkata; "Tidak ada yang mengeluarkan kalian kecuali (karena ingin) kabur darinya
Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari dari bahwa Umar bin Khattab keluar menuju Syam, ketika dia sampai di Sargha, terdengar kabar bahwa wabah penyakit menyebar di Syam. Lalu mengabarinya bahwa Rasulullah Shalla Allahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Jika kalian mendengar (wabah) di suatu daerah maka janganlah kalian memasukinya. Jika (wabah itu) berada di suatu negeri, dan kalian berada di dalamnya maka janganlah kalian keluar melarikan diri darinya." Lalu Umar bin Khattab meninggalkan Sargha. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari dari bahwa Umar bin Khattab kembali bersama orang-orang meninggalkan Sargha karena perkataan Abdurrahman bin Auf